Saturday, April 6, 2019

Orientasi Perusahaan Dalam Pasar

Sejumlah philosophy atau orientasi perusahaan sanggup dipilih dan dipakai dalam mencapai tujuan pemasaran. Philosophy atau orientasi perusahaan yg dipilih dijadikan aliran seluruh kegiatan pemasaran. Kotler (2003:12-17) mengemukakan enam orientasi perusahaan dalam kegiatan pemasaran, yaitu: the production concept, the product concept, the selling concept, the marketing concept, the customer concept dan the societal marketing concept.
Sedangkan Hollensen (2003:9-14) mengelompokkan ke dalam dua philosophy atau orientasi perusahaan, yaitu the transactional marketing concept dan the relationship marketing consept. Pilihan atas satu atau beberapa philosophy atau orientasi perusahaan didasarkan pada kondisi yg ada dan menjadi syarat berlsayanya philosophy atau orientasi perusahaan itu.
The production concept menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yg tersedia di banyak kawasan dan murah harganya. Perusahaan atau produsen berorientasi pada produksi dengan memusatkan perhatian pada upaya mencapai tingkat efisiensi produksi yg tinggi dan ekspansi distribusi.
The product concept menyatakan bahwa konsumen menyukai produk yg menunjukkan mutu, kinerja dan perhiasan inovatif yg terbaik. Perusahaan atau produsen berorientasi pada produk dengan memusatkan perhatian pada upaya untuk menghasilkan produk yg bermutu serta secara terus-menerus menyempurnakannya.
The selling concept menyatakan bahwa konsumen, kalau diabaikan, biasanya tidak akan membeli produk dalam jumlah yg banyak. Oleh alasannya itu, perusahaan atau produsen harus melsayakan upaya penjualan dan promosi yg gencar.
The marketing concept menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan perusahaan yaitu menjadi lebih efektif daripada pesaing dengan memadukan kegiatan pemasaran dalam membuat dan memuaskan kebutuhan dan harapan pasar sasaran. Menurut Winer (2004:6) the marketing concept ini paling banyak dipakai dalam kegiatan pemasaran.
The customer concept menyatakan bahwa perusahaan mengharapkan untuk mencapai pertumbuhan yg menguntungkan dengan merebut pangsa yg lebih besar dari setiap pengeluaran konsumen, membangun loyalitas konsumen yg tinggi dan memfokuskan pada nilai konsumen.
The societal marketing concept menyatakan bahwa kiprah perusahaan atau produsen yaitu memilih kebutuhan, harapan dan kepentingan pasar sasaran, serta mengatakan kepuasan secara efektif dan efisien daripada pesaing dengan mempertahankan dan meningkatkan tanggungjawab sosial kepada konsumen dan masyarakat.
Hollenson (2003:6-7) mengemukakan bahwa pencapaian tujuan pemasaran yg bertumpu pada perencanaan dan pelaksanaaan unsur bauran pemasaran bersifat tradisional. Ini dikarenakan fokus utama dari jadwal pemasarannya yaitu pada transaksi atau pembelian oleh konsumen tanpa memperhatikan apakah konsumen usang atau baru. The transactional marketing concept ini didasarkan pada tiga asumsi, yaitu:
1) terdapat sejumlah besar konsumen potensial,
2) konsumen dan kebutuhannya relatif homogen, dan
3) gampang mengganti konsumen yg ke luar dengan yg baru.
Berbeda dengan the transactional marketing concept, the relationship marketing concept berupaya melibatkan dan mengintegrasikan konsumen, pemasok dan pihak lainnya dalam suatu jaringan untuk kepentingan acara pemasaran dan pengembangan perusahaan. Relationship merupakan aset penting yg memilih kelangsungan atau masa depan perusahaan.