Wednesday, May 1, 2019

3 Teori Administrasi Klasik Dan Contohnya

Saya pernah kehilangan KTP (belum KTP elektronik) disekitar tahun 2009. Saya mencoba mengurusnya sendiri untuk mendapat KTP pengganti.

Pertama, aku harus pergi ke kantor polisi untuk mengurus surat kehilangan. Kemudian mengikuti mekanisme yg bertele-tele dan melelahkan setelahnya.

Mulai dari Kartu Keluarga, menemui carik desa, sekertaris desa, kepala desa, kemudian ke kantor kecamatan sebelum diping-pong lagi ke dispenduk capil. yg jaraknya: 45 km dari tempat tinggal saya. Disana harus cari bapak ini ibu itu. Minta tanda tangan ini dan stempel itu. Foto kopi surat ini juga surat itu. Wira wiri sana sini. Tunggu sana tunggu sini. Tunggu lagi. Dan tunggu besok lagi.

Melelahkan. Apalagi aku seorang perantau: harus bolak balik tempat asal ke tempat perantauan.


Akhirnya sesudah sekitar 2-3 bulan aku mendapat KTP yg baru. Lega.

Setelah keluar banyak tenaga, biaya dan waktu. Mengapa tidak sanggup dipermudah ? pertanyaan yg simpel.

Contoh kerumitan mengganti KTP ibarat diatas yaitu pola dari teori MANAJEMEN KLASIK. Contoh teori organisasi klasik yg dijalankan dengan sekedarnya. Manajemen yg tanpa improvisasi, tanpa penyesuaian, terlalu bersifat hierarki dan ksaya.

Teori Manajemen Klasik

Pada tahun 1800-an, teori manajemen klasik muncul dan berkembang dengan cepat seiring dengan booming-nya revolusi industri di inggris.

Asumsi dan perspektif manajemen klasik yaitu bahwa setiap insan berfikir secara logis, rasional, dan kerja merupakan sesuatu yg mereka harapkan. (fattah :2000:22)

Premis bahwa organisasi bekerja pada proses yg rasional dan logis dengan pendekatan yg ilmiah dan berlangsung secara runut berdasarkan struktur organisasi.

Runut berdasarkan struktur atau anatomi dari sebuah organisasi. Dibaca: Birokrasi.

Teori manajemen klasik tidak sanggup dilepaskan dengan istilah yg biasa kita kenal BIROKRASI.

Manajemen klasik muncul sebab kebutuhan terhadap pedoman dalam mengelola sebuah organisasi yg csayapannya cukup kompleks. Seperti pabrik misalnya.

Manajmen klasik tidak dilahirkan. Tetapi sanggup diajarkan asal prinsip prinsip yg menjadi dasar dan teori sanggup diterapkan sepenuhnya.

Teori klasik berkembang dalam tiga fatwa yaitu : Teori Birokrasi , Teori Administrasi, dan Teori Manajemen Ilmiah.

#1. Teori Birokrasi

Awalnya teori birokrasi berkembang dari ilmu sosiologi, bukan berasal dari praktek dan pengalaman manajemen.

Teori birokrasi ini mempunyai ciri struktur yg sanggup ditemukan dalam organisasi. Yang sangat komplek.

Ciri ciri teori birokrasi ibarat ini:

 Saya mencoba mengurusnya sendiri untuk mendapat KTP pengganti 3 Teori Manajemen Klasik dan Contohnya
Bisa dilihat: struktur organisasi yaitu hal yg utama. Ribetnya birokrasi tadi yaitu pola pendekatan klasik ini.

#2. Teori Administrasi

Teori manajemen berkembang pesat sebab pemikirian pemikiran dari para mahir ibarat Lyndall Urwick dan ekonom kenamaan Henry Fayol dan juga Mooney dan Reiley dari Amerika.

Henry Fayol

Aktivitas industri sanggup dibagi enam golongan menurutnya :
  • Kegiatan teknikal
  • Kegiatan keuangan (financial)
  • Kegiatan sayantansi
  • Kegiatan komersil
  • Kegiatan keamanan
  • Kegiatan manajerial
Selain itu, Henry Fayol juga membahas kaidah kaidah manajemen yg kemudian menjadi dasar perkembangan dalam teori manajemen :
  1. Pembagian kerja
  2. Tanggung jawab dan wewenang
  3. Kesatuan pengarahan
  4. Kesatuan perintah
  5. Balas jasa
  6. Disiplin
  7. Mengutamakan kepentingan umum (organisasi) diatas kepentingan pribadi
  8. Sentralisasi
  9. Aturan
  10. Rantai scalar
  11. Kelangsungan personel
  12. Inisiatif
  13. Keadilan

#3. Teori Manajemen Ilmiah

Teori manajemen ilmiah mempunyai beberapa prinsip utama berdasarkan Freerick Winslow Taylor yg merupakan penggagas dari teori manajemen ilmiah, prinsip tersebut secara ringkas diantaranya :
  • Memilih satu pekerjaan yg terabaik pada setiap kiprah tertentu. Kemudian memberi pendidikan dan training terhadap pekerja.
  • Menerapkan metode ilmu pengetahuan pada setiap aktivitas dan menghapuskan sistem coba-coba. Setiap pekerja harus mengaplikasikan hasil dari ilmu pengetahuan dikala melsayakan tugasnya.
  • Bekerja sama dengan baik antara pekerja dan para pimpinan organisasi.

Teori manajemen ilmiah juga fokus memperhatikan dilema tingkat produktivitas kerja. Henry Laurance Gantt (1861 - 1919) mempunyai gagasan ibarat ini :
  • Kerja sama yg menguntungkan antara pekerja dan manajer dalam mencapai tujuan bersama
  • Menciptakan seleksi yg ilmiah terhadap para pekerja
  • Pembayaran upah pekerja memakai sistem bonus
  • Adanya instruksi kerja yg lebih terperinci

Produksi masal sebuah produk yaitu salah satu sumbangsih aktual dari teori manajemen ilmiah. Sebuah barang diproduksi sebanyak banyaknya dengan cepat dan sangat efisien.

Teori ini mendorong manajemen lebih profesional. Menyelesaikan dilema dengan pendekatan yg lebih rasional. Tidak begitu ksaya.

Namun, teori manajemen ilmiah ini juga mempunyai keterbatasan. teori ini mengasumsikan bahwa pekerja tidak berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhan fisik dan kebutuhan ekonominya.

Pada perjalanan dan prakteknya, teori manajemen ilmiah ini cenderung meningkatkan produktivitas melalui eksploitasi para pekerja. Mungkin ada pendekatan yg cocok untuk tempat dan waktu tertentu. Namun juga tidak sanggup diaplikasikan pada kondisi, tempat dan waktu yg lain.