Apa saja kiprah administrasi puncak ?
Tugas administrasi puncak (top manajemen) yaitu suatu kewajiban yg harus dijalankan oleh administrasi tingkat atas yg umumnya bekerjasama dengan ketrampilan konseptual.
Manajemen puncak biasanya mencakup administrator utama, presiden direktur, wakil administrator utama atau general manager, CEO atau istilah lainnya yg berada pada posisi paling atas dalam tingkatan manajemen.
Berikut ini beberapa kiprah administrasi puncak:
![]() |
| 5 kiprah administrasi puncak |
#1. Menyusun dan Menetapkan Rencana Perusahaan
Manajemen puncak berkewajiban untuk menyusun planning dan kebijakan yg akan dijalankan oleh semua lapisan perusahaan.Khususnya planning jangka panjang dan kebijakan strategis perusahaan.
Contohnya menyusun dan memutuskan kebijakan investasi untuk aktivitas perluasan perusahaan ibarat perluasan usaha, pembangunan pabrik baru, penggantian aktiva tetap, planning sasaran operasi perusahaan dan planning strategis yg lain.
Rencana dan keputusan yg diambil oleh administrasi puncak lalu didistribusikan dan diberikan pelimpahan wewenang kepada administrasi yg berada pada tingkat dibawahnya untuk dijalankan.
#2. Menentukan Tujuan Perusahaan
Manajemen puncak bertugas untuk memilih tujuan perusahaan secara umum, baik tujuan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.Biasanya, tujuan jangka panjang akan menjadi contoh terhadap tujuan jangka menengah dan jangka pendek perusahaan.
Misalnya..
Tujuan jangka panjang perusahaan yaitu menambah kapasitas produksi 10 x lipat dari kapasitas produksi ketika ini 10 tahun kedepan.
Untuk mencapai tujuan jangka panjang ini lalu dijabarkan lebih detail lagi.
Apa yg sanggup dilsayakan dalam jangka menengah ?
Setidaknya tujuan sampai 5 tahun mendatang perusahaan akan membangun pabrik gres dengan 5 kali luas pabrik ketika ini untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Tujuan ini akan dimatangkan dengan merencanakan dan menghitung biaya yg diharapkan untuk membangun pabrik gres yg lebih besar.
Contohnya, tahun ini perusahaan akan belanja modal dengan mengganti mesin yg usang dengan mesin gres yg mempunyai kapasitas produksi lebih besar, lebih ekonomis bahan. bakar dan lebih cepat prosesnya.
Atau membeli lahan gres dengan tujuan sbg persiapan untuk pembangunan pabrik gres yg akan dilsayakan ditahun tahun berikutnya.
Penetapan tujuan ini bersahabat kaitannya dengan perencanaan perusahaan.
#3. Mengatur Manajemen di Bawahnya
Manajemen puncak sanggup dikatakan sbg konseptor, pemikir, atau perencana.Apa yg menjadi hasil pemikirannya, apa rencananya, bagaimana konsepnya terhadap perusahaan.
Manajemen puncak hanya menyusun dan menetapkannya.
Tidak menjalankannya.
Yang menjalankan yaitu administrasi dibawahnya.
Yang menjadi menarik disini yaitu bahwa para manajer dibawahnya terdiri dari beberapa orang.
Setiap manajer mempunyai karakter, tugas, peran, dan tanggung jawab yg berbeda-beda.
Tugas administrasi puncak yaitu mengatur, mengkoordinir semua manajer dibawahnya semoga berada didalam sebuah kesatuan yg saling berkaitan dan sanggup saling bekerja sama.
Hal ini sanggup dianalogikan dengan kisah wayg.
Manajemen puncak yaitu dalang.
Manajemen dibawahnya yaitu wayg.
Setiap tokoh wayg mempunyai karakter, kiprah dan alur yg berbeda.
Si dalang harus sanggup memainkan dan mengatur si wayg semoga sanggup menghasilkan kisah yg menarik ibarat yg beliau inginkan.
Kembali ke perusahaan...
Perbedaan karakter, peran, kiprah dan langsung pribadi manajer dibawahnya sanggup menjadikan duduk perkara bila tidak sanggup diatur oleh manajer puncak.
Misalnya konflik antara manajer keuangan dan manajer produksi.
Manajer produksi bertugas membuat. barang dengan kualitas yg baik. Untuk menghasilkan kualitas baik memerlukan bahan. bsaya yg baik, mesin yg bagus, tenaga kerja yg kompeten dengan waktu yg cepat.
Proses menghasilkan barang berkualitas tersebut tentu akan menjadikan biaya yg tinggi.
Dari sisi manajer keuangan yg salah satu tujuannya untuk melsayakan efisiensi biaya, maka hal tersebut sanggup saja bertentangan dengan kebijakannya.
Disinilah kiprah dari administrasi puncak diharapkan semoga tidak terjadi konflik.
#4. Mengatur Sumber Daya Perusahaan
Sebuah perusahaan niscaya mempunyai sumber daya yg dijadikan modal bagi perusahaan itu sendiri.Sumber daya sanggup berupa manusia, uang (dana), jaringan, aset bahkan aset tidak berwujud sekalipun.
Tugas manajer puncak yaitu mengatur semua sumber daya supaya sanggup dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Manajer puncak harus sanggup mengkondisikan, memobilisasi, menyatukan dan memanfaatkan sumber daya semoga menghasilkan sesuatu yg menguntungkan bagi perusahaan.
Sumber daya sanggup dijadikan alat administrasi puncak dalam mencapai tujuan perusahaan.
Apabila sumber daya tersebut ternyata menjadi beban dan tidak sanggup berkontribusi maksimal terhadap perusahaan, manajer puncak harus berani mengganti atau menghilangkannya.
Misalnya, perusahaan mempunyai mesin gres yg lebih produktif daripada mesin usang dan membuat. mesin usang tidak terpakai.
Daripada mesin usang tersebut menganggur, tidak terpakai dan malah menjadikan biaya ibarat biaya perawatan, biaya perbaikan, memakan daerah digudang yg luasnya terbatas, atau digunakan sekalipun ternyata membutuhkan bahan. bakar yg boros.
Maka sebaiknya mesin tersebut dijual.
Intinya, administrasi puncak harus sanggup mengkombinasikan sumber daya yg ada untuk hasil yg maksimal.
#5. Bertanggung Jawab terhadap Manajemen di Bawahnya.
Coba perhatikan isu ini: Presiden administrator PT Toyota Astra Motor meraih 2 penghargaan.
Presiden administrator yaitu salah satu administrasi puncak diperusahaan tersebut.
Apakah keberhasilan tersebut semata mata lantaran kerja keras Yoshihiro Nakata?
Tanpa bermaksud mengecilkan kiprah dan kinerjanya, dan walaupun beliau juga sangat baik dalam mengelola perusahaan tersebut.
Namun hal yg tidak sanggup diabaikan yaitu kerja keras administrasi dibawahnya. Anak buahnya.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sumbangan dan keberhasilan para manajer dibawahnya yg menjalankan semua isyarat dan tugasnya dengan baik.
Jika keberhasilan manajer yg berada dibawahnya membuat. seorang manajer puncak menerima apresiasi dan penghargaan, bagaimana bila bawahannya gagal melsayakan tugasnya ?
Anggaplah Toyota tidak sanggup bersaing dengan kompetitor.
Tentu saja harus seimbang..
Manajer puncak harus ikut bertanggung-jawab terhadap kegagalan para anak buahnya.
Kegagalan manajer dibawahnya tidak lepas dari kesalahan manajer puncak dalam merencanakan, mengatur, mengkondisikan dan mengawasi kinerja bawahan dalam menjalankan kiprah yg diberikan.
Poinnya adalah, bahwa kegagalan administrasi dibawahnya tidak lepas dari kiprah administrasi puncak. Bahkan mungkin kegagalan administrasi dibawahnya justru disebabkan oleh tindakan administrasi puncak itu sendiri.
