Asimetri informasi ialah ketidak seimbangan informasi yg dimiliki oleh administrasi perusahaan dan pemegang saham perusahaan.
Manajemen perusahaan mempunyai informasi yg lebih banyak dan lebih detail wacana prospek dan risiko perusahaan dibandingkan dengan informasi yg dimiliki oleh pemegang saham.
Seperti diketahui, administrasi dan pemegang saham berada dalam sebuah relasi kerjasama.
Manajemen ditunjuk oleh pemegang saham untuk mengelola perusahaan yg dimiliki oleh pemegang saham.
Bagaimana asimetri informasi bisa terjadi ?
Asimetri informasi hampir terjadi pada setiap perusahaan.
Terutama pada perusashaan dimana pemilik perusahaan tidak merangkap sbg manajer diperusahaan.
Hal ini umumnya terjadi pada perusahaan skala menengah - besar.
Perusahaan skala kecil umumnya masih di"urus" oleh pemiliknya sendiri sehingga tidak terjadi asimetri informasi alasannya sbg pemiliki sekaligus merangkat sbg manajer perusahaan.
Asimetri bisa terjadi alasannya manajemen ialah pihak yg mengurusi segala hal yg berkaitan dengan kegiatan perusahaan.
Dimulai dari perencanaan, menjalankan, pengawasan hingga penilaian kegiatan operasional perusahaan dilsayakan oleh manajemen.
Pihak pemegang saham tidak ikut campur didalamnya.
Makara administrasi lebih mengetahui secara detail wacana semua hal yg berkaitan dengan perusahaan dibandingkan dengan pemegang saham.
Masalah yg Muncul Akibat Asimetri Informasi
Masalah yg muncul akhir dari ketidak seimbangan informasi ialah MANAJEMEN LABA.
Maksud dari administrasi keuntungan ialah administrasi berusaha untuk melsayakan manipulasi terhadap laporan keuangan perusahaan.
Tetapi manipulasi yg dilsayakan ini ialah LEGAL.
Diperbolehkan dalam aturan.
Bahkan berdasarkan Richardson dalam penelitiannya, asimetri informasi ialah penyebab utama manajer perusahaan melsayakan administrasi laba.
Kita semua tahu bahwa administrasi berkewajiban melaporkan semua yg dilsayakannya kepada pemegang saham.
Laporan ini berupa laporan keuangan perusahaan.
Namun laporan yg disajikan kepada pemegang saham ini dimanipulasi untuk kepentingan administrasi sendiri.
Untuk keuntungan administrasi sendiri.
Manajemen berani melsayakan hal ini alasannya pemegang saham tidak mengetahui dengan detail wacana perusahaan yg dimilikinya.
Ada beberapa informasi yg bisa disembunyikan.
Ada beberapa informasi perusahaan yg dilaporkan tidak sesuai dengan jumlahnya.
Akibatnya, pemegang saham bisa dirugikan alasannya tindakan ini.
Walaupun laporan keuangan mempunyai standar yg telah ditetapkan, laporan keuangan masih mempunyai kelemahan yg bisa dimanfaatkan oleh manajemen.
Misalnya laporan keuangan yg mempunyai banyak asumsi, penilaian dan pilihan metode perhitungan yg berbeda-beda.
Kelemahan standar pelaporan keuangan ini dimanfaatkan oleh administrasi untuk melsayakan administrasi laba.
Contoh
Saya beri citra yg sederhana biar asimetri informasi gampang dipahami.
Contohnya perkara transaksi pedagang buah durian dan pembeli
Dalam perkara ini...
Pedagang durian lebih mengatahui dengan detail wacana buah durian yg dijual.
Pedagang tahu durian yg anggun dan durian yg kurang manis.
Mana durian yg sebentar lagi anyir dan durian mana yg masih usang busuknya.
Durian yg masih kurang matang dan durian yg sudah matang
Pedagang durian sudah mengetahuinya.
Sedangkan pembeli tidak mengetahui dan hanya bisa mengira-ngira durian mana yg berkualitas baik.
Dengan kondisi menyerupai ini....
Pedagang durian bisa mengarahkan pembelinya untuk mengambil durian yg sebentar lagi busuk.
Atau mengambil durian yg tidak berkualitas baik biar durian yg buruk segera lsaya dan tidak membusuk.
Seakan akan durian yg dijualnya berkualitas baik.
Pembeli bisa dirugikan..
Atau paling tidak, pembeli tidak bisa mendapat durian dengan kualitas terbaik alasannya minimnya pengetahuan wacana durian.
Saya beri citra yg sederhana biar asimetri informasi gampang dipahami.
Contohnya perkara transaksi pedagang buah durian dan pembeli
Dalam perkara ini...
Pedagang durian lebih mengatahui dengan detail wacana buah durian yg dijual.
Pedagang tahu durian yg anggun dan durian yg kurang manis.
Mana durian yg sebentar lagi anyir dan durian mana yg masih usang busuknya.
Durian yg masih kurang matang dan durian yg sudah matang
Pedagang durian sudah mengetahuinya.
Sedangkan pembeli tidak mengetahui dan hanya bisa mengira-ngira durian mana yg berkualitas baik.
Dengan kondisi menyerupai ini....
Pedagang durian bisa mengarahkan pembelinya untuk mengambil durian yg sebentar lagi busuk.
Atau mengambil durian yg tidak berkualitas baik biar durian yg buruk segera lsaya dan tidak membusuk.
Seakan akan durian yg dijualnya berkualitas baik.
Pembeli bisa dirugikan..
Atau paling tidak, pembeli tidak bisa mendapat durian dengan kualitas terbaik alasannya minimnya pengetahuan wacana durian.
Bukankah masih banyak orang yg jujur ?
Iya..
Tentu saja masih banyak administrasi yg jujur.
Tetapi itu tidak bisa dijadikan alasan bahwa pemegang saham percaya begitu saja dengan apa yg dilsayakan dan yg disampaikan oleh manajemen.
Manajemen yg jujur masih mempunyai susukan yg gampang untuk melsayakan administrasi laba.
Pemegang saham dihentikan terlalu "permisif" dengan hal hal menyerupai ini alasannya berpotensi merugikan.
Cara Mengatasi Asimetri Informasi
Sebenarnya tidak ada atau belum ditemukan cara untuk menghilangkan asimetri informasi.Tapi ada beberapa hal yg bisa dilsayakan untuk paling tidak mengurangi imbas negatif akhir adanya asimetri informasi.
#1. Audit Laporan Keuangan
Audit ialah menyidik laporan keuangan yg disajikan kepada para pemegang saham.Fungsinya ialah untuk memastikan bahwa laporan keuangan yg disajikan oleh administrasi telah disusun memakai kaidah dan standar yg berlsaya.
Audit dilsayakan oleh auditor independen yg berasal dari luar perusahaan untuk menghindari konflik kepentingan antara auditor dengan manajemen.
Walaupun audit tidak bisa menghilangkan adanya administrasi laba, paling tidak audit bisa meminimalisir kerugian akhir adanya informasi yg dimanipulasi dengan cara ilegal.
Audit juga bisa menemukan "potensi" kerugian yg material dimasa yg akan datang.
#2. Pengawasan
Salah satu cara mengurangi imbas asimetri informasi ialah dengan melsayakan pengawasan terhadap acara manajemen.
Pengawasan bisa dilsayakan dari internal maupun eksternal perusahaan.
Pertama....
Pemegang saham bisa membentuk dewan komisari untuk mengawasi segala kegiatan manajemen.
Selain mengawasi manajemen, dewan komisaris juga berhak memperlihatkan saran dan masukan terhadap kinerja administrasi yg berpotensi menjadikan kerugian terhadap pemegang saham.
Kedua...
Mengambil pendanaan dari utang.
Maksudnya begini..
Ketika perusahaan membutuhkan dana untuk melsayakan pengembangan usaha.
Ada banyak sekali alternatif sumber dana perusahaan yg bisa diperoleh.
Salah satunya ialah dengan mengambil utang.
Dengan mengambil utang, maka pihak kreditur juga akan mengawasi jalannya operasi perusahaan.
Kreditur ingin memastikan bahwa perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengambalikan dukungan dan bunganya sesuai dengan jumlah dan jangka waktu yg telah ditentukan.
Dengan mengambil utang, setidaknya kiprah pengawasan administrasi menjadi lebih ringan alasannya dibantu oleh kreditur.
Silahkan berikan pendapat anda mengenai asimetri informasi di kolom komentar.
