Wednesday, May 22, 2019

Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal

Struktur modal ialah persentase antara utang dan kepemilikan perusahaan (Ekuitas vs Utang). Struktur modal bisa berubah alasannya adanya kebijakan dan tindakan yg diambil oleh perusahaan yg berafiliasi dengan pendanaan.

Setidaknya ada 10 faktor yg bisa mensugesti struktur modal perusahaan.

Disini akan dijabarkan satu persatu.

Faktor yg Berpengaruh terhadap Struktur Modal Perusahaan

Struktur modal ialah persentase antara utang dan kepemilikan perusahaan  Faktor yg Mempengaruhi Struktur Modal
10 faktor yg mensugesti struktur modal

01. Struktur Aktiva | Tangibility

Salah satu faktor yg kuat terhadap struktur modal ialah struktur aset/aktiva perusahaan.

Lho, kita sedang membahas struktur modal, kenapa malah membahas struktur aset ?

Dan apa bedanya struktur modal dan struktur aset ?

Begini...

Setiap aktiva yg dimiliki oleh perusahaan semuanya bersumber dari struktur modal.

Seperti yg kita ketahui, struktur modal terdiri dari utang dan ekuitas.

Jadi, semua aktiva yg dimiliki berasal dari utang dan modal perusahaan.

Untuk memudahkan menyerupai apa struktur aktiva itu, coba lihat neraca dibawah ini

Struktur modal ialah persentase antara utang dan kepemilikan perusahaan  Faktor yg Mempengaruhi Struktur Modal
struktur aset berada dalam sisi kiri neraca

# Bagaimana struktur aktiva bisa mensugesti struktur modal ?

Setiap perusahaan mempunyai struktur modal yg berbeda beda. 

Perusahaan di industri jasa mempunyai struktur modal yg berbeda dengan industri manufaktur dan industri perdagangan.

Struktur aset pada perusahaan industri jasa cenderung lebih didominasi oleh aktiva tetap. Perusahaan cenderung mengutamakan penambahan. modal gres untuk memperoleh aktiva tetap.

Utang merupakan alternatif berikutnya.

Struktur aset pada perusahaan industri dagang cenderung lebih didominasi oleh aktiva lancar. Perusahaan dagang lebih mengutamakan daripada menambah modal.

Sedangkan struktur aset pada perusahaan manufaktur cenderung lebih seimbang dan lebih melihat kebutuhannya.

Tapi tunggu dulu....

Ada pendapat lain mengenai struktur aktiva.

Menurut Smart, Gitman dan Megginson [2004], perusahaan yg mempunyai aktiva tetap lebih banyak daripada aktiva lancarnya cenderung mempunyai utang yg lebih tinggi.

Hal ini alasannya aktiva tetap bisa dijadikan jaminan atas hutang bila perusahaan sedang mengalami kesulitan finansial dan membutuhkan dana dari luar perusahaan.

Tapi apapun itu, poinnya ialah bahwa ada imbas dari struktur aktiva terhadap struktur modal perusahaan.

02. Ukuran Perusahaan | Firm Size

Pernahkah kita mendengar sebuah perusahaan skala kecil melantai dibursa imbas ? menerbitkan saham gres atau obligasi ?

Sangat jarang bahkan kita hampir tidak pernah mendengarnya.

Perusahaan kecil tidak mempunyai saluran dan kemampuan melantai di bursa.

Struktur modal perusahaan kecil biasanya terdiri dari hutang bank atau keuntungan periode sebelunya (retained earning).

Perusahaan kecil kemungkinan mempunyai arus kas yg masih rendah untuk berinvestasi dan cenderung enggan bekerja sama dengan pihak lain untuk dijadikan partner bisnisnya atau sebaliknya pihak lain yg masih enggan bekerja sama dengan perusahaan kecil.

Disisi lain, perusahaan besar mempunyai "nama", reputasi dan dapat dipercaya yg tinggi dengan gampang bisa menerbitan saham gres ataupun obligasi di pasar modal.

Perusahaan besar mempunyai opsi dan saluran pendanaan yg lebih banyak dan gampang dibandingkan dengan perusahaan kecil.

Kaprikornus bisa kita lihat, ukuran perusahaan bisa mensugesti struktur modal perusahaan tersebut.

03. Profitabilitas Perusahaan | Profitability

Profitabilitas perusahaan ialah bagaimana perusahaan menghasilkan tingkat keuntungan disetiap periodenya. Profitabilitas disini ialah keuntungan perusahaan sebelum dikurangi bunga dan pajak (earning before interest and taxes/EBIT).).

Menurut Frank dan Goyal [2004], profitabilitas perusahaan yg tinggi dan stabil cenderung mempunyai struktur utang yg rendah.

Kita semua tahu bahwa perusahaan dengan profit atau keuntungan yg tinggi niscaya mempunyai dana internal yg lebih banyak.

Laba ditahannya lebih banyak daripada perusahaan yg menghasilkan keuntungan sedikit.

Sejalan dengan teori pecking order yg lebih mengutamakan pendanaan internal dari pada eksternal, perusahaan yg mempunyai cadangan keuntungan yg melimpah cenderung membiayai kebutuhannya memakai keuntungan ditahan.

Cadangan keuntungan ditahan yg tinggi memungkinkan perusahaan bisa memenuhi seluruh kebutuhannya tanpa harus mengambil dana dari luar perusahaan.

Ini memperlihatkan tingkat profitabilitas perusahaan bisa mensugesti struktur modal perusahaan.

04. Tingkat Pertumbuhan Perusahaan | Growth

Struktur modal ialah persentase antara utang dan kepemilikan perusahaan  Faktor yg Mempengaruhi Struktur Modal
tingkat pertumbuhan mensugesti struktur modal

Faktor yg kuat terhadap struktur modal lainnya ialah tingkat pertumbuhan perusahaan itu sendiri.

Maksudnya begini....

Perusahaan yg sedang berkembang dengan pesat tentu ingin melsayakan perluasan perjuangan yg lebih besar.

Misalnya dengan membangun pabrik baru, membeli mesin gres atau membeli barang modal lainnya yg membutuhkan dana yg besar.

05. Risiko Bisnis | Business Risk

Risiko bisnis perusahaan akan kuat terhadap struktur modalnya.

Semakin tinggi risiko bisnis perusahaan, maka perusahaan cenderung kesulitan dalam memperoleh pendanaan dari sumber eksternal.

Dan hal itu akan mendorong perusahaan untuk memaksa memakai dana dari sumber internal. Laba ditahan.

Ilustrasinya.....

Sebuah perusahaan tambang dikala melsayakan eksplorasi.

Eksplorasi ialah aktivitas meneliti, mencari barang tambang. 

Kegiatan ini belum tentu berhasil. Belum tentu menemukan tambang yg diinginkan.

Tapi aktivitas ekplorasi membutuhkan biaya yg sangat besar.

Hasil belum niscaya tapi biaya yg dikeluarkan sangat besar.

Risikonya sangat tinggi.

Dengan risiko yg tinggi menyerupai ini...

Sangat sulit untuk mencari kreditur yg mau memperlihatkan pinjaman.

Sangat sulit untuk mengajak calon investor lain untuk bergabung dalam perusahaan ini.

Semua tsayat rugi.

Maka dari itu, perusahaan dengan risiko besar menyerupai ini cenderung memakai dana internal yg mereka miliki untuk membiayai kegiatannya dikala tidak ada lagi yg bersedia untuk diajak bekerja sama.

Tetapi...

Walaupun risiko bisnis ini tinggi, bila perusahaan mempunyai aktiva tetap yg banyak.

Kreditur bisa saja memperlihatkan sumbangan dengan jaminan aktiva tetap yg dimiliki perusahaan.

Kaprikornus utang ialah alternatif terbaik dalam bisnis dengan risiko yg besar bila keuntungan ditahan tidak mencukupi.

06. Pengandalian Perusahaan | Enterprice Controlling

Struktur modal perusahaan "pemiliknya"nya ialah kreditur dan pemegang saham.

Dan manajer ialah biro dari pemegang saham

Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, perusahaan akan selalu berhadapan dengan problem keagenan (agency problem)

Jika anda kurang memahami apa itu problem keagenan, ada baiknya membaca Teori Agensi dulu.

Salah satu cara mengatasi problem keagenan ialah dengan mengambil utang sbg sumber pendanaan.

Tujuannya ialah biar tercipta pengendalian dari luar perusahaan.

Yaitu kreditur.

Dengan mengambil utang, baik dalam bentuk hipotik maupun obligasi. Kreditur juga akan ikut mengawasi administrasi perusahaan biar tetap memiki kinerja yg bagus.

Kreditur ingin memastikan bahwa perusahaan sanggup untuk membayar utang dan bunganya.

Kaprikornus perusahaan yg ingin adanya pengendalian dari luar perusahaan harus memikirkan bahwa tindakan ini akan mengubah struktur modal dengan adanya utang baru.

07. Biaya Modal | Cost of Capital

Ketika sebuah perusahaan akan menentukan apakah mencari utang atau menerbitkan saham baru, salah satu faktor yg harus diperhitungkan ialah biaya modal.

Biaya modal ialah biaya yg harus dikeluarkan untuk mendapatkan dana. Baik dana yg berasal dari utang ataupun tambahan. ekuitas.

Yang menjadi prioritas perusahaan ialah sumber dana yg mempunyai biaya modal yg paling murah.

08. Kestabilan Penjualan | Stability of Sales

Kinerja penjualan produk yg relatif stabil berefek pada anutan kas perusahaan yg ikut stabil.

Selanjutnya, anutan kas yg stabil memungkinkan perusahaan untuk mengambil hutang yg lebih besar.

Perusahaan bisa mengandalikan anutan kas hasil penjualan sbg kekuatan untuk melunasi pokok utang dan bunganya.

Selain berefek pada anutan kas, tingkat kestabilan penjualan juga akan kuat terhadap tingkat profitabilitas yg juga merupakan salah satu faktor yg bisa kuat terhadap struktur modal perusahaan.

Namun ada pendapat lain mengenai kestabilan penjualan ini.

Kamaludin dan Indriani [2002] menentang bahwa kestabilan penjualan akan membuat. utang perusahaan lebih besar. 

Mereka beropini sebaiknya.

Penjualan yg stabil akan membuat. keuntungan semakin meningkat.

Laba yg meningkat memungkinkan perusahaan memakai keuntungan (laba ditahan) tersebut sbg sumber dana mereka.

Sehingga perusahaan tidak membutuhkan utang lagi.

Namun pointnya adalah, terlepas dari adanya perbedaan pendapat mengenai kestabilan penjualan.

Semua pendapat tersebut baiklah bahwa tingkat kestabilan penjualan mempunyai imbas terhadap struktur modal perusahaan.

09. Peraturan Undang Undang | Goverment Law

Dalam industri tertentu, peraturan pemerintah bisa sangat kuat terhadap struktur modal perusahaan.

Bahkan batas batas persentase utang dan ekuitasnya sudah ditentukan.

Tidak boleh dilanggar.

Baik itu oleh tubuh perjuangan milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta sekalipun.

Tapi tidak semua perusahaan harus mematuhinya.

Hanya berlsaya khusus pada jenis industri dan perusahaan tertentu saja.

Industri dan perusahaan yg dimaksud ialah perusahaan di industri perbankan.

Perlsayaan ini tentunya sudah melalui kajian matang mengapa industri perbankan dibatasi ruang gerak struktur modalnya.

10. Preferensi Stakeholder | Stakeholder Preference

Bagaimana aku menjelaskan bab ini.....

Begini....

Struktur modal perusahaan diputusakan oleh stakeholder (pihak yg berkepentingan) yg terlibat.

Apapun yg mereka putuskan akan kuat terhadap struktur modal perusahaan.

Stakeholder yg dimaksud ialah manajer perusahaan, pemegang saham dan kreditur.

Semua pihak mempunyai evaluasi subjektif terhadap struktur modal.

Mereka mempunyai preferensi, pandangan dan kepentingan yg berbeda beda.

Ada yg suka berhutang ada yg tidak.

Ada yg suka mendapatkan dividen (artinya akan ada pendanaan yg berasal dari external)

Ada yg lebih menentukan obligasi daripada penerbitan saham baru.

Ada yg suka risiko tinggi, ada yg lebih suka bermain aman.

Macam-macam.....

Tapi yg terperinci bahwa apapun pandangan mereka.

Apapun keputusan mereka. 

Struktur modal bisa terpengaruh oleh keputusan dan tindakan mereka.

Itulah tadi 10 hal yg bisa kuat terhadap struktur modal perusahaan. 

Apabila dirasa ada yg kurang, tidak sesuai, silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar.