Monday, May 6, 2019

Manajemen Persediaan, Fungsi Dan Metode Yang Dipakai

Apa itu Manajemen Persediaan ?

Manajemen persediaan ialah penggalan dari perusahaan yg berfungsi untuk mengatur persediaan barang yg dimiliki. Mulai dari cara memperoleh persediaan, penyimpanannya, hingga persediaan tersebut dimanfaatkan atau dikeluarkan.

Mungkin terdengar hal yg sepele.

Hanya untuk mengurusi persediaan barang saja hingga harus diharapkan manajemen persediaan.

Dan mungkin ada yg menganggap manajemen persediaan terlalu berlebihan dan tidak diperlukan. Salah besar.

Disini akan dijelaskan mengapa manajemen persediaan itu penting. Apa saja fungsinya. Bagaimana cara mengaturnya. Biaya biaya yg muncul bahkan hingga hubungannya dengan manajemen yg lain.

Mengapa Manajemen Persediaan Harus Ada ?

 Manajemen persediaan ialah penggalan dari perusahaan yg berfungsi untuk mengatur persedia Manajemen Persediaan, Fungsi dan Metode yg Dipakai
ilustrasi persediaan digudang sumber

Persediaan ialah aset perusahaan yg menganggur (idle). Atau aset yg masih disimpan atau aset yg menunggu untuk digunakan (dijual)

Contoh persediaan ialah persediaan barang dagang (pada perusahaan dagang)

Dan pada perusahaan manufaktur, jenis persediaan bisa lebih banyak lagi, menyerupai persediaan bahan. bsaya (material), barang setengah jadi dan barang jadi.

Mengatur persediaan bisa dikatakan praktis gampang susah.

Apabila persediaan yg tersedia jumlahnya berlebihan, maka persediaan akan menimbulkan pengeluaran yg tinggi. Setiap barang yg disimpan niscaya memerlukan biaya.

Namun apabila persediaan yg tersedia kurang, maka akan menghambat kegiatan produksi, risikonya bisa kehilangan penjualan dan konsumen.

Terlebih lagi dengan adanya ketidakpastian mengenai waktu pemesanan, pasokan dari supplier dan ketidakpastian permintaan.

Dan bahkan barang menyerupai barang pecah belah dan barang yg cepat rusak/busuk memerlukan perlsayaan khusus.

Untuk itulah diharapkan manajemen persediaan biar perusahaan bisa memilih jumlah persediaan yg optimal dengan mengeluarkan biaya yg sangat rendah namun masih bisa memenuhi kebutuhan.

Fungsi Manajemen Persediaan

Terdapat beberapa fungsi manajemen persediaan bagi perusahaan, antara lain:
  1. Memastikan persediaan tersedia (safety stock)
  2. Mengurangi risiko keterlambatan dalam pengiriman persediaan
  3. Mengurangi risiko harga yg fluktuatif
  4. Memperoleh diskon dari pemesanan dalam jumlah yg banyak
  5. Menyesuaikan pembelian dengan jadwal produksi
  6. Mengantisipasi perubahan. yg terjadi pada penawaran maupun permintaan
  7. Mengantisipasi undangan mendadak
  8. Menjaga jumlah persediaan yg hanya tersedia musiman, sehingga ketika bahan. sedang tidak musim, perusahaan masih mempunyai persediaan barang tersebut.
  9. Mengawasi pesanan persediaan yg tidak sesuai dengan spesifikasi, bisa dikembalikan ke supplier bila tidak cocok.
  10. Menjaga janji terhadap customer biar barang bisa diproduksi dengan waktu dan kualitas yg diminta
  11. Menentukan kuantitas persediaan yg harus di simpan untuk berjaga jaga

Faktor yg Mempengaruhi Persediaan

Ada beberapa faktor yg diperhitungkan oleh manajemen persediaan dan bisa mempengaruhi tingkat persediaan perusahaan, seperti:
  1. Jumlah dana yg tersedia, ketersediaan dana yg dimiliki sangat kuat terhadap prioritas pembelian persediaan, item apa yg urgen untuk dibeli dan item apa yg masih bisa ditunda.
  2. Lead time, waktu tunggu barang yg dipesan hingga barang diterima
  3. Frekuensi penggunaan, semakin sering digunakan, semakin kecil persediaan yg tersedia
  4. Daya tahan persediaan, persediaan yg mempunyai daya tahan yg lemah menyerupai buah, daging dan barang sejenis harus segera cepat dikeluarkan/dijual/digunakan.

Apabila dilihat dari tipe persediaan, ada beberapa faktor yg mempengaruhi setiap tipe persediaan, seperti:

# Bahan mentah

Bahan mentah atau bahan. bsaya bisa dipengaruhi oleh sifat bahan. bsaya tersebut, musiman atau tidak, cepat rusak atau tidak.

Selain itu asumsi produksi, ketersediaan barang dipemasok, penjadwalan produksi dan pembelian juga mempengaruhi persediaan bahan. mentah

# Barang dalam proses

Barang dalam proses atau barang setengah jadi ialah barang hasil produksi bahan. bsaya namun masih belum layak jual.

Barang dalam proses ini bisa dipengaruhi oleh lamanya waktu produksi semenjak bahan. mentah mulai diproses hingga menjadi barang jadi.

# Barang jadi

Barang jadi ialah barang dalam proses yg telah selesai difinising dan siap untuk dijual. Barang jadi ini bisa dipengaruhi oleh penjualan. 

Semakin banyak penjualan, semakin sedikit barang jadi yg disimpan.

Apa saja yg dilsayakan oleh manajemen persediaan ?

Ada beberapa kiprah utama dari manajemen persediaan.
  1. Memastikan persediaan cukup
  2. Efisisiensi biaya persediaan
  3. Memastikan persediaan diperlsayakan dengan optimal
Salah satu tujuan utama dari manajemen persediaan ialah melsayakan efisiensi biaya. Ujungnya ialah untuk membantu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yg maksimal.

Efisiensi yg ingin dicapai ialah memperkecil biaya persediaan.

Apa itu biaya persediaan ?

Biaya persediaan ialah biaya yg muncul jawaban pengadaan persediaan, penyimpanan hingga persediaan tersebut keluar (dijual atau digunakan oleh perusahaan).

Biaya persediaan ini dihentikan dianggap hal yg sepele lantaran jumlahnya bisa sangat besar apabila tidak ditangani dengan benar.

Biaya Persediaan

Mungkin anda tidak menygka bahwa hanya untuk memperlsayakan persediaan bisa menimbulkan biaya biaya yg banyak jumlahnya dan banyak jenisnya.

Umumnya, biaya persediaan dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu:
  1. Biaya pemesanan (order cost)
  2. Biaya penyimpanan (carrying cost)
  3. Biaya persiapan (set up cost)
  4. Biaya kehabisan (kekurangan bahan.)

#1. Biaya Pemesanan (Order Cost)

Biaya pemesanan ialah biaya yg berkaitan dengan kegiatan pemesanan barang (persediaan).

Biaya ini mencakup seluruh biaya yg dikeluarkan mulai dari pertama kali order (penempatan pemesanan) hingga barang yg dipesan tersebut tersedia digudang.

Beberapa contoh biaya pemesanan diantaranya ialah :

1.a. Biaya Komunikasi

Biaya yg muncul lantaran dibutuhkannya komunikasi selama pemesanan barang berlangsung. Seperti:
  1. Biaya telepon
  2. Biaya fax
  3. Biaya materai dan surat menyurat (ada biaya kirim surat)
  4. dan bahkan ada biaya fee/komisi (bila komunikasi dilsayakan oleh pihak ketiga)

1.b. Biaya Pengiriman

Biaya pengiriman ialah biaya pengangkutan barang dari daerah supplier hingga barang tersebut hingga kegudang pembeli. Yang termasuk biaya pengiriman antara lain:
  1. Biaya transportasi atau ekspedisi
  2. Biaya bongkar muat
  3. Asuransi pengiriman
Tetapi terkadang diberbagai kasus. Ada supplier menanggung biaya pengiriman.

1.c. Biaya Pengepakan (Packing)

Pengepakan barang bertujuan supaya barang diterima dengan utuh dan meminimalisir terjadinya cacat pada barang.

Jangan dianggap biaya packing ini sedikit.

Contohnya. Apabila barang bervolume besar, pecah belah dan jumlahnya banyak, maka biaya packing ini bahkan bisa mencapai 5 persen harga barang.

Misalnya gerabah atau mebel yg praktis tergores, proses packingnya bisa berlapis lapis, mulai dari diikat tali, packing karton, plastik wrap, kemudian dimasukkan kedalam kardus bahkan hingga dipacking kayu keliling.

1.d. Biaya Pemprosesan Pemesanan 

Ada kalanya perusahaan yg memesan barang khsusunya barang yg membutuhkan detail dan kualitas tinggi menyerupai produk furniture jati atau rotan.

Pembeli biasanya mengutus orang untuk mengunjungi workshop daerah supplier melsayakan produksinya.

Orang yg diutus akan mengecek kualitas produk yg dihasilkan sebelum dikirimkan keperusahaannya.

Biasanya hal ini dilsayakan dalam jual beli ekspor impor atau jual beli dimana ada jarak yg jauh antara supplier dan perusahaan pembeli barang.

Pembeli tidak mau kualitas barangnya berbeda atau berkurang ketika barang sudah dipacking dan dikirim dengan biaya pengiriman yg mahal.

2.e. Biaya Pemeriksaan Penerimaan (biaya inspeksi)

Sebelum peserta barang menandatangi surat penerimaan barang, peserta harus menilik dahulu barang tersebut apakah sudah sesuai dengan standar dan kualitas yg sudah ditentutaan.

Misalnya pembelian telur yg jumlahnya sangat banyak. Pembelian menyerupai ini memerlukan orang yg banyak untuk menilik telur telur tersebut biar tidak ada telur tidak layak yg diterima.

Pemeriksaan harus dilsayakan dengan hati hati biar tidak ada telur yg pecah yg menjadi biaya investigasi semakin meningkat.

#2. Biaya Penyimpanan (Carrying Costs/Holding Cost)

Biaya penyimpanan ialah biaya yg muncul dan dikeluarkan untuk menyimpan barang atau material (bahan. bsaya) yg telah dipesan sebelumnya.

Biaya penyimanan ini bisa berubah sesuai dengan nilai persediaan yg disimpan. Contoh biaya penyimpanan antara lain:

2.a. Biaya Fasilitas Penyimpanan

Biaya akomodasi penyimpanan ialah semua biaya yg timbul jawaban akomodasi yg diharapkan untuk menyimpan persediaan barang.

Contoh biaya akomodasi penyimpanan seperti:
  1. Biaya sewa gudang (jika menyewa dan tidak punya gudang sendiri)
  2. Biaya penerangan 
  3. Biaya pengatur suhu udara dan kelembaban biar barang tetap kekal menyerupai untuk penyimpanan buah dan sayur, daging atau bahan. makanan lain yg memerlukan pengaturan suhu yg khusus.
  4. Dan semua biaya diatas memunculkan biaya listrik.

2.b. Biaya Asuransi

Biaya asuransi ialah biaya untuk meminimalisir risiko terhadap hal hal yg tidak diinginkan menyerupai adanya kebakaran, banjir, runtuh lantaran gempa atau kondisi force majoer lain yg bisa terjadi pada persediaan yg disimpan.

Dengan asuransi, setidaknya barang yg terkena peristiwa alam tidak menimbulkan kerugian material yg berarti.

2.c. Biaya Keamanan

Terkadang, asuransi tidak menjamin terhadap kerugian jawaban gagalnya keamanan dalam menjaga persediaan perusahaan menyerupai pencurian, perampokan maupun perusakan.

Untuk mencegahnya, perusahaan harus mengeluarkan sejumlah biaya menyerupai biaya cctv, honor satpam, pembangunan pagar atau biaya yg lain yg masih bertujuan untuk mengamankan persediaan.

2.d. Biaya Keusangan

Ketika penjualan perusahaan mengalalami penurunan dan mengakibatkan perputaran persediaan sangat lambat maka persediaan barang yg disimpan terlalu lama menjadi lama atau berkurang nilainya.

Contohnya pakaian, persediaan pakaian yg masih bertahan selama beberapa bulan bisa menjadi lama lantaran demam isu pakaian yg berubah. Pakaian yg dianggap sudah tidak "ngetrend" lagi atau modelnya sudah lama dan menjadi lebih sulit untuk dijual kembali.

Atau produk teknologi menyerupai smartphone. Setiap bulan produk gres yg lebih canggih dengan fitur yg lebih lengkap membuat. stok lama menjadi lama atau ketinggalan "jaman" sehingga semakin sulit untuk dijual kembali.

2.e Biaya Penyusutan Persediaan

Bukan hanya aktiva tetap, penyusutan juga bisa terjadi pada persediaan perusahaan.

Contohnya buah, semakin lama buah disimpan semakin menyusut beratnya (perkg/pergram). Misalnya jeruk yg hanya bertahan beberapa hari, semakin lama jeruk disimpan lantaran tidak terjual, maka berat jeruk tersebut akan semakin berkurang. Maka nilainya juga berkurang lantaran buah dihargai dengan satuan berat per kg.

Contoh lain, penyusutan rumah bagi developer.

Bagi developer yg bisnisnya ialah menjual rumah, rumah merupakan persediaan.
Walaupun harga tanahnya kemungkinan meningkat, namun fisik bangunan rumah tersebut niscaya mengalami penyusutan.

Apakah itu cat, kusen, pintu atau ornamen yg lain. Pada kesudahannya developer harus mengeluarkan biaya untuk perbaikan rumah yg masih belum terjual tersebut.

2.f. Biaya Penurunan Harga

Biaya penurunan harga biasanya terjadi lantaran harga barang yg tidak stabil (fluktuatif).

Misalnya beras, ketika beras dibeli harganya sebesar Rp 12.000 per kg. Kemudian, beras tersebut disimpan dalam gudang untuk beberapa waktu lantaran belum terjual atau memang sengaja disimpan tidak dijual.

Namun ketika terjual ternyata harga pasar beras mengalami penurunan dan beras tersebut hanya dihargai sebesar Rp 11.500 per kg

Ada selisih kerugian sebesar Rp 500 per kg.

Kerugian ini ialah biaya penurunan harga yg harus ditanggung.

2.g. Biaya Perhitungan Fisik dan Konsiliasi Laporan

Hanya untuk menghitung stok persediaan secara fisik ternyata membutuhkan biaya yg tidak sedikit.

Jika persediaan hanya sebanyak 1 gudang ukuran kecil mungkin tidak akan membutuhkan biaya penghitungan (upah) yg besar.

Namun apabila jumlah persediaan barangnya hingga puluhan gudang dengan ukuran gudang yg sangat luas.

Itu kasus lain, tentu semakin banyak orang yg diperlukan. semakin banyak biaya yg harus dikeluarkan.

2.h. Biaya Penanganan Persediaan

Setiap jenis persediaan tentu memerlukan penanganan yg berbeda. Biaya akan semakin mahal apabila penanganan persediaan tersebut semakin sulit menyerupai barang pecah belah (fragile) atau barang yg cepat amis menyerupai buah dan makanan basah.

Barang pecah belah akan membutuhkan lebih banyak biaya dibandingkan barang menyerupai besi atau psaya.

Barang pecah belah memerlukan perlsayaan khusus menyerupai cara peking barang, penempatan barang, penyusunan barang digudang, cara mengangkat, sumbangan ganjal untuk barang dan perlsayaan khusus lain yg membutuhkan biaya yg lebih.

2.i. Biaya Pelaksana Gudang

Biaya ini cukup jelas, bahwa gudang harus ada yg jaga. Harus ada personel yg mengawasi dan mengatur alur dari barang yg keluar masuk gudang. Ada mandornya. dan ada anak buanya.

2.j. Biaya Kerusakan Barang

Kerusakan barang bisa terjadi kapan saja ketika barang disimpan digudang. Kerusakan bisa terjadi lantaran kesalahan pengangkatan, penumpukan, atau lantaran yg lain.

2.k. Biaya Modal (Cost of Capital)

Biaya modal ialah biaya yg dihitung sebesar kesempatan atau peluang yg hilang apabila dana yg digunakan untuk persediaan digunakan untuk kegiatan (investasi) lain yg lebih menguntungkan.

Biasanya, persediaan yg disimpan lantaran adanya kelebihan produksi akan disimpan didalam gudang. Jika saja perusahaan membeli persediaan sesuai dengan kebutuhan (membeli lebih sedikit) maka tidak ada persediaan yg disimpan beserta biaya penyimpanannya.

Uang yg digunakan untuk membeli persediaan dan biaya penyimpanan tersebut seharusnya bisa digunakan untuk hal lain yg lebih menguntungkan.

#3. Biaya Persiapan (Set up Cost)

Biaya persiapan (set up cost) muncul apabila perusahaan memproduksi sendiri barang atau material persediaan yg dibutuhkan.

Contoh biaya set up cost diantaranya:
  1. Biaya mesin yg tidak bekerja
  2. Biaya persiapan tenaga kerja langsung
  3. Biaya surat menyurat
  4. Biaya persiapan peralatan dan perlengkapan
  5. Biaya penjadwalan

#4. Biaya Kekurangan Persediaan (Shortage Cost)

Biaya kekurangan atau kehabisan persediaan ialah biaya yg muncul lantaran bahan. persediaan tidak tersedia ketika dibutuhkan.

Misalnya perusahaan mendapatkan pesanan namun ketika pesanan hendak diproduksi, ternyata tidak ada bahan. bsaya yg tersedia sehingga perusahaan tidak bisa memenuhi undangan pesanan tersebut.

Beberapa biaya (peluang) yg timbul jawaban kekurangan persediaan diantaranya:

4.a. Kehilangan Penjualan

Penjualan yg sudah "deal" bisa batal lantaran perusahaan tidak bisa memenuhinya.

Ada peluang yg hilang dan ini ialah salah satu bentuk kerugian jawaban kesalahan manajemen persediaan.

4.b Kehilangan Pelanggan

Bukan hanya kehilangan penjualan, pelanggan pun bisa kabur dan pindah keperusahaan lain jawaban kekecewaan dan tidak bisa ditangani.

4.c. Biaya Pemesanan Khusus

Terkadang, untuk menjaga kepuasan pelanggan, perusahaan akan tetap memaksa memproduksi pesanan walaupun persediaan bahan. bsaya kurang atau habis.

Ada beberapa opsi yg digunakan perusahaan biar bisa tetap menghasilkan produk.

Pertama, perusahaan men-sub-kan pekerjaan ke perusahaan afiliasi sejenis.

Dengan "mengoper" pekerjaan ini, ada risiko ketidaksamaan kualitas produk dan harga yg lebih tinggi daripada kalau barang produksi sendiri.

Kedua, perusahaan membeli bahan. bsaya secara mendadak dengan harga yg lebih tinggi. Bisa ke supplier tetap atau pun kesuplier lain yg lebih tinggi harga bahan. bsayanya dengan pengiriman yg cepat (tentu menambah biaya lagi)

5.d. Biaya Pengiriman Khusus

Biasanya, perusahaan yg bahan. bsayanya kurang dan harus menunggu bahan. bsaya yg baru, kemungkinan mengalami keterlambatan dalam produksi.

Agar barang tidak tiba terlambat ketempat konsumen, ada kalanya perusahaan harus menggunakan ekspedisi pengiriman khusus yg cepat. Bisa berupa pesawat, trucking, kapal atau moda apapun yg cepat dan biayanya lebih besar daripada pengiriman standar.

Kenaikan biaya pengiriman ini bisa merugikan atau paling tidak mengurangi pendapatan perusahaan.

6.d. Produksi Terganggu

Kekurangan bahan. bsaya juga bisa menggangu produksi. 

Ketika bahan. bsaya kurang, produksi ditunda hingga bahan. bsaya yg gres tiba kembali.

Namun waktu untuk menunggu bahan. bsaya yg gres ini memakan banyak waktu dan membuat. deadline waktu produksi semakin sedikit.

Ketika bahan. bsaya sudah lengkap, kemungkinan toleransi waktu semakin sedikit dan pengerjaan barang diproduksi secara tergesa-gesa.

Produksi item yg lainpun terganggu lantaran perusahaan memprioritaskan produksi yg hampir telat tersebut.

7.e. Gangguan Jadwal Produksi

Ada biaya peluang yg hilang apabila produksi tidak bisa berjalan pada jadwal yg sudah direncanakan lantaran kekurangan bahan..

Jadwal yg berubah ini mengakibatkan produksi item atau barang lainnya ikut terganggu. Hal ini bisa kuat terhadap output yg dihasilkan, kualitas barang dan juga biaya membengkak.

Bagaimana teknis manajemen dalam mengatur persediaan perusahaan ?

Untuk mengatur dan menyeimbangkan biaya penyimpanan dan biaya pemesanan persediaan, perusahaan bisa menggunakan beberapa metode pengendalian persediaan menyerupai berikut:

Pendekatan Metode Manajemen Persediaan

Dalam mengelola persediaan, manajemen bisa menggunakan salah satu dari beberapa metode yg sering digunakan dibawah ini
  1. Metode EOQ (economic order quantity)
  2. Metode MRP (material Requirement planning)
  3. Metode JIT (just in time)
  4. Metode analisa ABC

#1. Metode EOQ (Economic Order Quantity)

Metode EOQ atau metode kuantitas pesanan ekonomi ialah metode pembelian persediaan menurut jumlah pesanan yg diterima.

Maksudnya begini...

.... Ketika perusahaan mendapatkan pesanan produk dengan jumlah, spesifikasi dan waktu yg telah ditentukan oleh customernya. Perusahaan mempunyai kepastian mengenai berapa kebutuhan, spesifikasi dan harga bahan. bsaya yg akan dibeli untuk memenuhi pesanan tersebut.

Misalkan perusahaan mebel menerima pesanan bangku sebanyak 1.000 unit dengan spesifikasi tertentu yg harus diselesaikan selama 3 bulan.

Setiap bangku contohnya membutuhkan 1 kubik kayu mentah dengan spek dan ukuran tertentu dengan harga Rp 2.000.000 perkubik.

Apabila pesanan sebanyak 1.000 unit, maka kebutuhan kayu mentah sebanyak 1.000 kubik dengan nominal Rp 2 Miliar.

Makara selama 3 bulan kedepan perusahaan bisa memastikan bahwa perusahaan membutuhkan kayu sebanyak 1.000 kubik dan menyiapkan dana Rp 2 Miliar.

Jelas, berapa kebutuhannya, berapa nominalnya.

Karena hitungannya pas, perusahaan bisa memesan kayu dengan jumlah yg paling irit untuk memininalkan biaya persediaan.

Pas. Tidak ada kayu yg tersisa.

Namun masih bisa memenuhi kebutuhannya.

Dengan demikian, maka tidak ada biaya persediaan menyerupai biaya pemeliharaan, biaya gudang atau sewa gudang apabila perusahaan memesan kayu berlebih.

Metode EOQ bisa dikatakan metode pemesanan yg paling optimal dan irit lantaran jumlah yg dipesan bisa memenuhi kebutuhan dengan mengeluarkan biaya yg paling rendah.

Namun Metode EOQ berlsaya hanya jika:
  1. Biaya pemesanan jumlahnya selalu sama
  2. Item barang yg dipesan tidak tergantung pada barang lain (independen)
  3. Pesanan telah diterima dengan pasti
  4. Jumlah kebutuhan bahan. bsaya sudah bisa ditentukan dan pasti
  5. Biaya pemeliharaan persediaan per unit sama
  6. Harga barang tidak berubah (konstan)
  7. Ketersedaiaan barang tidak terbatas
  8. Barang tidak cepat rusak 
  9. Jumlah kebutuhan stabil

#2. Metode MRP (Material Requirement Planning)

Metode material requirement planning (MRP) atau metode perencanaan kebutuhan material ialah perencanaan dan pengendalian persediaan untuk menjamin material atau bahan. bsaya selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan.

Bukan hanya itu, metode MRP juga bertujuan untuk menjaga persediaan dalam jumlah yg sedikit.

Karena semakin sedikit jumlah persediaan maka biaya persediaan yg muncul juga akan sedikit.

Perencanaan pada metode ini bisa mencakup planning penjadwalan pembelian, jadwal produksi dan pengiriman material.

Metode MRP memilih jumlah kebutuhan material yg dibutuhkan, jadwal produksi dan bahkan berjaga jaga terhadap hal hal jelek yg mungkin terjadi.

Ada beberapa keuggulan dari metode MRP ini:
  1. Memberi gosip mengenai kapasitas pabrik
  2. Meminimalisir kesalahan dalam memperkirakan kebutuhan dan sekaligus menjadi contoh perencanaan jumlah produksi
  3. Memperbaiki dan mengupdate jumlah pemesanan dan persediaan barang.
  4. Mengadakan persediaan dengan jumlah dan harga yg tepat.
  5. Dapat memenuhi undangan material yg tiba secara bergelombang

#3. Metode JIT (Just In Time)

Metode just in time (JIT) atau metode sempurna waktu ialah metode yg mengusahakan perusahaan tidak menyetok atau mempunyai persediaan.

Artinya persediaan nol (0) atau setidaknya mendekati nol

Apabila perusahaan tidak mempunyai persediaan, maka perusahaan tidak akan menanggung biaya persediaan.

Jika perusahaan tidak mempunyai persediaan bahan. bsaya, bagaimana perusahaan bisa melsayakan produksi ?

Inilah kelebihan metode just in time...

Metode ini berusaha mendatangkan persediaan bahan. bsaya hanya pada ketika yg dibutuhkan.

Pada ketika yg tepat.

Dan dalam jumlah yg sempurna sehingga tidak ada sisa.

Makara perusahaan tidak sempat menahan atau menyimpan persediaan lantaran bahan. bsaya tiba kalau hanya dibutuhkan dan dalam jumlah yg pas sehingga tidak ada yg tersisa.

Bagaimana caranya ?

Menjadikan pemasok bahan. bsaya sbg kawan bisnis yg utama. Bahkan harus dianggap seolah olah pemasok tersebut ialah penggalan dari perusahaan. Ingat hanya "seolah-olah"

Pendekatan kepada pemasok ini harus dilsayakan biar terjalin kekerabatan yg inten dan dibina untuk kebutuhan jangka panjang perusahaan.

Pemasok dihentikan di ekploitasi hanya untuk kepentingan sesaat.

Apabila telah terjalin kekerabatan yg akrab antara pemasok dan perusahaan, maka berapapun dan kapanpun kebutuhan bahan. bsaya perusahaan perusahaan, pemasok akan selalu berusaha untuk memenuhinya.

#4. Metode analisa ABC

Metode analisa ABC ialah metode penggolongan persediaan yg dibedakan menurut nilai persediaan.

Nilai persediaan yg dimaksud ialah nilai total dari persediaan, bukan nilai atau harga persediaan per unit.

Persediaan akan digolong ke dalam kelas kelas.

Seperti kelas A, kelas B, kelas C dan seterusnya.

Untuk apa ada peng-kelas-an menyerupai ini?

Pembagian kelas menyerupai ini untuk memudahkan perlsayaan persediaan perusahaan.

Setiap item persediaan mempunyai perlsayaan yg berbeda-beda.

Misalnya pabrik furniture/mebel.

Persediaan bahan. bsaya bisa berupa kayu, cat (coating), psaya dan mur.

Persediaan kayu, walaupun secara jumlah kuantitas tidak sebanyak cat dan psaya. Tapi nilai nominal kayu ialah yg paling besar.

Perusahaan bisa menggolongkannya kedalam kelas A.

Perawatan kayu berbeda dengan perawatan cat dan psaya. Kayu lebih sulit. Kayu yg berkualitas tinggi dihentikan ditempatkan ditempat yg lembab. Tidak boleh terkena air. Tidak boleh ditumpuk rapat sehingga memakan banyak daerah digudang. Dijaga biar tidak dimakan rayap. Kadar air kayu harus dijaga dan perlsayaan khusus lainnya.

Intinya ada biaya tambahan. biar kualitas kayu terjaga.

Cat atau jenis coating lainnya menyerupai thinner, melamine dan sejenisnya mempunyai nilai yg mungkin dibawah kayu namun lebih tinggi nilainya dibandingkan psaya yg kuantitas per unitnya sangat banyak.

Cat/Coating bisa dimasukkan ke dalam kelas B

Walaupun ada teknik khusus biar kualitas cat masih terjaga namun secara umum perlsayaan penyimpanan cat digudang lebih praktis daripada kayu,

Yang terakhir psaya dan mur.

Psaya secara kuantitas paling banyak jumlahnya, namun secara nilai, psaya nilainya paling sedikit daripada kayu dan cat.

Psaya bisa dimasukkan kedalam kelas C

Selain hanya membutuhkan sudut ruangan yg kecil, penyimpanan psaya juga sangat mudah, tinggal diletakkan begitu saja. Dimana saja. Tidak memerlukan banyak perlsayaan khusus.

Walaupun ada yg hilang atau rusak, nilai nominalnya tidak terlalu material.

Penentuan kelas kelas tersebut tidak mutlak dan bisa berbeda beda tergantung kebijakan manajemen dan perusahaan.

Kelasnya punya pun bisa lebih dari sekedar kelas A, kelas B, kelas C. Bisa kelas D dan seterusnya kalau diperlukan.

Yang perlu diperhatikan ialah nilai dari persediaan, biaya persediaan per jenis item, kesulitan dan risiko terhadap kerusakan dalam penyimpanan digudang.

#5. Metode Periodic Review

Pendekatan metode periodic review ialah metode pemesanan barang yg dilsayakan dengan jarak waktu atau interval waktu yg sama.

Pemesanan material bahan. dijadwal secara rutin sehingga manajer keuangan bisa memperkirakan dan mempersiapkan biaya yg akan dikeluarkan.

Keunggulan metode periodic review ini salah satunya ialah untuk meredam fluktuasi naik turunnya undangan dan kebutuhan persediaan.

Metode ini juga relatif praktis dilsayakan lantaran tidak membutuhkan proses manajemen yg panjang lantaran pemesanan persediaan sudah terencana secara rutin.

Namun, metode ini juga mempunyai sejumlah kelemahan.

Salah satunya ialah setiap kali pemesanan material jumlahnya sangat tergantung pada sisa persediaan yg ada pada ketika pemesanan, sehingga ketika pemesanan material dilsayakan, jumlah pesanan tidak sama.

Hal ini bisa berpotensi membuat. stok persediaan habis terlebih dahulu sebelum waktu pemesanan material berikutnya tiba.

Untuk itu, safety stock atau stok persediaan yg kondusif untuk berjaga jaga harus besar.

Sehingga terkadang membutuhkan biaya persediaan yg besar pula.

Hubungan Manajemen Persediaan dengan Manajemen Lain

Manajemen persediaan berada diposisi yg penting bagi manajemen manajemen yg lain. Ada beberapa divisi manajemen yg kegiatannya berkaitan dengan persediaan barang seperti:

# Manajemen Pembelian

Manajemen persediaan bekerjasama dengan manajer pembelian mengenai prioritas dan orientasi pembelian material dengan kuantitas yg besar supaya bisa mendapatkan potongan harga dari pemasok (supplier).

Semakin banyak barang yg dibeli, biasanya pemasok akan memperlihatkan potongan harga bahkan menggratiskan ongkos pengiriman ke gudang perusahaan.

# Manajemen Produksi

Hubungan ini sangat jelas, manajemen produksi tentu saja membutuhkan persediaan bahan. bsaya untuk memulai acara produksinya.

Manajemen produksi ingin memastikan bahwa kebutuhan bahan. bsaya bisa terpenuhi sesuai dengan standar kualitas dan kuantitas yg dibutuhkan.

Komunikasi diantara dua divisi ini sangat penting biar kelancaran produksi barang tidak mengalami kendala dan bisa menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.

# Manajemen Keuangan

Hubungan dengan manajemen keuangan tidak jauh dari duduk kasus pembelian material.

Manajemen selalu menyoroti efisiensi anggaran pengeluaran.

Manajemen keuangan lebih tertarik dengan pembelian material dalam jumlah yg besar lantaran bisa berpotensi mendapatkan potongan harga dari pemasok barang.

Namun dalam hal tertentu manajemen keuangan bisa menyarankan untuk melsayakan pembelian dalam jumlah yg kecil, menyesuaikan dengan kebutuhan biar tidak menyimpan terlalu banyak persediaan.

Peran manajemen persediaan dalam hubungannya dengan manajemen lain ialah menjaga perputaran persediaan dengan rekonsiliasi dengan manajemen yg lain yg bekerjasama dengan persediaan.