Saturday, May 4, 2019

Njlimet ?? Pembahasan Teori Akuntansi

adalah suatu bab atau cabang dari keseluruhan ilmu  NJLIMET ?? Pembahasan TEORI AKUNTANSI
Teori Akuntansi

Teori Akuntansi

Pengertian teori sayantansi adalah suatu bab atau cabang dari keseluruhan ilmu sayantansi yg terdiri atas pernyataan yg sistematis mengenai prinsip serta metodologi yg membedakannya dengan praktek.

Teori sayantansi merupakan sebuah sistem yg bersifat konprehensif dimana didalamnya termasuk postulat serta teori yg saling berkaitan.

Juga sanggup dikatakan bahwa teori sayantansi merupakan konsep yg menyajikan dengan sistematis mengenai citra terhadap fenomena fenomena sayantansi dan menjelaskan hubungan diantara vairabel yg ada pada struktur sayantansi yg nantinya sanggup dengan terang mengambarkan serta meramalkan fenomena fenomena yg akan mungkin terjadi.

Hendriksen, spesialis sayantansi mengemukakan teori sayantansi sbg sebuah susunan prinsip yg sanggup memberi kerangka pola secara umum darimana sebuah praktek sayantansi sanggup dinilai.

Teori sayantansi yg dirumuskan tidak akan sanggup mengikuti perkembangan ekonomi, teknologi, sosial serta ilmu pengetahuan yg cepat.

Tidak ada atau belum ditemukan teori sayantansi yg sangat lengkap di setiap kurun waktu.

Teori sayantansi harus mencakup seluruh literatur sayantansi yg memberi pendekatan yg saling berbeda antara satu dengan yg lain

American Accounting Association (AAA) menyatakan bahwa:

adalah suatu bab atau cabang dari keseluruhan ilmu  NJLIMET ?? Pembahasan TEORI AKUNTANSI
Teori Akuntansi
  • Tidak ada satupun teori sayantansi yg lengkap yg sanggup mencsayap serta memenuhi seluruh harapan di waktu dan keadaan dengan efektif.
  • Pada literatur sayantansi yg ada, isinya bukan merupakan teori sayantansi, namun kumpulan teori teori yg sanggup dirumuskan mengatasi perbedaan perbedaan persyaratan yg diinginkan oleh para pengguna laporan keuangan

Menemukan rumus teori sayantansi tidak sanggup dengan hanya mengandalkan teori sayantansi, mempergunakan literatur sayantansi serta disiplin ilmu yg lain yg masih relevan.

Namun teori sayantansi merupakan instrumen yg sangat penting didalam penyusunan dan memverifikasikan prinsip sayantansi yg diharapkan untuk menyusun laporan keuangan.

Fungsi Teori Akuntansi

Vernon Kam [1986] menyatakan bahwa fungsi teori sayantansi yakni sbg berikut ini:
  1. Menjadi pegangan untuk forum penyusunan standar sayantansi didalam menyusun standartnya
  2. Memberi kerangka referensi dalam menuntaskan permasalahan sayantansi dalam hal tidak terdapat standar resmi
  3. Menentukan batas didalam hal melakukan judgment didalam penyusunan sebuah laporan keuangan
  4. Meningkatkan keyakinan dan pemahaman pengguna laporan keuangan terhadap informasi yg terdapat pada laporan keuangan
  5. Meningkatkan mutu kualitas laporan keuangan yg sanggup diperbandingkan kehandalannya

Sedangkan Hendriksen [1982] menyatakan ihwal fungsi teori sayantansi sbg berikut:
  1. Memberi kerangka referensi yg digunakan sbg dasar dialam menilai mekanisme serta praktek sayantansi
  2. Memberi anutan fundamental pada praktek dan mekanisme sayantansi yg baru

Sifat Teori Akuntansi

Teori Akuntansi mempunyai sifat sifat yg diungkapkan beberapa hebat menyerupai berikut ini:
  1. Berkaitan erat dalam penyusunan sebuah kebijakan sayantansi
  2. Mempunyai prinsip atau metode yg logis dan bekerjasama erat dalam menyusun sebuah kerangka umum
  3. Sanggup menunjukkan klarifikasi mengenai praktek sayantansi, menjelaskan serta menjawab semua fenomena yg ada dalam penerapan sebuah metode para praktek sayantansi
  4. Merangkup semua literatur sayantansi serta memberi pendekatan pendekatan yg beda
  5. Bisa meramalkan, memproyeksikan serta menemukan tanda-tanda ataupun insiden sayantansi yg tidak sanggup diketahui dengan pasti
  6. Memeriksa, memverifikasi dan menyusun prinsip prinsip sayantansi

Metode dalam Perumusuan Teori Akuntansi

Perumusan teori sayantansi terdapat beberapa metode yg digunakan menyerupai pendapat dari Belkaoui dan Godfrey menyerupai beriktu ini:

1. Metode Deskriptif | Pragmatic

Metode ini menganggap sayantansi sbg sebuah seni yg tidak sanggup dirumuskan, metode perumusan sayantansi bersifat menjelaskan atau mendeskripsikan serta menganalisa praktek yg ada dan yg diterima ketika ini

2. Metode Psychological Pragmatic

Metode ini mengamati reaksi dari pengguna laporan keuangan terhadap output sayantansi yg telah disusun dari aneka macam standar, prinsip, anutan atau aturan. Hal ini juga seringkali disebut sbg behavioral accounting

3. Metode Normatif | 1950 - 1960

Metode ini menganggap sayantansi sbg sebuah norma peraturan yg wajib diikuti tanpa memperdulikan apakau dipraktekan, berlsaya ketika ini atau tidak

4. Metode Positive | 1970

Metode yg dimulai dari sebuah metode ilmiah yg diterima umum dan sedang berlsaya. Berdasar Teori sayantansi positif ini, dirumuskan permasalahan penelitian untuk mengamati fenomena positif yg tidak terdapat didalam teori.

        Baca juga : + Fungsi dan Tujuan Akuntansi + Prinsip Prinsip Akuntansi

Teori Akuntansi di Indonesia

Hingga ketika ini, Indonesia masih belum berusaha untuk merumuskan sebuah teori atau standar sayantansi sendiri. Indonesia masih mengadopsi teori sayantansi yg berkiblat ke Amerika yg berasal dari International Accounting Standard Committee (IASC) sbg dasar pola dalam pengembangan ilmu sayantansi di Indonesia.

Indonesia masih setia mengadopsi anutan dari IASC dengan beberapa perubahan. minor ihwal Standar Akuntansi Keuangan ataupun pernyataan Standar Pemeriksaan.

Upaya terbaru yakni perumusan prinsip sayantansi Indonesia oleh Profesi Akuntansi walaupun masih belum menyentuh dasar dasar teori sayantansi.

Standar Akuntansi yg berlsaya di Indonesia ketika ini masih belum mempergunakan secara penuh Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting Standard).

Indonesia masih setia memakai standar yg digunakan oleh United Stated Generally Accepted Accounting Standard (US GAAP), tetapi terdapat beberapa bab yg telah mengadopsi standard IFRS yg sifatnya hanya harmonisasi sebagian.

Harmonisasi standart IFRS ini bertujuan biar sayantansi indonesia sanggup menghasilkan informasi keuangan yg sanggup dibandingkan dengan yg lain, memudahkan analisis kompetisi ataupun hubungan baik dengan supplier, investor, kreditor dan pelanggan.

Harmonisasi bukannya tanpa kendala !!

Nasionalisme, budaya, sistem pemerintahan pada masing masin gnegara yg berbeda tentu menjadi kendala yg signifikan sehingga sayantansi di Indonesia sulit untuk mengadopsi secara penuh.

Perbedaan kepentingan antara perusahaan nasional dengan perusahaan multinasional serta biaya perubahan. prinsip sayantansi yg tinggi juga menjadi kendala tersendiri dalam proses harmonisasi standar sayanntasi antar negara