Saturday, June 1, 2019

Manajemen Taktik Sektor Publik

Manajemen Strategi Sektor Publik - Siagian [2004] mengemukakan administrasi strategi sbg suatu rangkaian keputusan serta tindakan yg disusun oleh administrasi puncak dan lalu diimplementasi oleh semua jajaran entitas atau organisasi dalam kerangka pencapaian tujuan yg ditetapkan organisasi tersebut.

Manajemen taktik yakni sebuah pendekatan yg sistematis dalam membuat. formulasi, mewujudkan serta mengawasi taktik yg dipilih.

Manajemen strategi tidak hanya digunakan pada sektor swasta namun juga telah diterapkan pada sektor publik.

Penerapan administrasi taktik pada ke-2 jenis entitas tersebut aslinya tidak berbeda jauh. Hanya saja pada institusi sektor publik tidak menekankan pada tujuan organisasi dalam mencari keuntungan namun lebih kepada pelayanan untuk masyarakat.

sbg suatu rangkaian keputusan serta tindakan yg disusun oleh administrasi puncak dan ke Manajemen Strategi Sektor Publik
manajemen strategi

Manajemen Strategi Sektor Publik

Anthony dan Young [2003] menyatakan pengutamaan organisasi sektor publik lebih ditekankan kedalam 7 hal berikut :
  1. Tidak mempunyai tujuan mencari keuntungan atau keuntungan.
  2. Ada pertimbangan khusus menygkut pembebanan pajak
  3. Orientasi kegiatan hanya berfokus pada pelayanan semata
  4. Banyak menghadapi permasalahan yg tidak mengecewakan besar pada tujuan dan juga strategi
  5. Dalam hal keuangan. Sektor publik tidak bisa menggantunkan dan mengharapkan pada klien.
  6. Dominasi profesional.
  7. Besarnya imbas politik yg dihadapi.

Manajemen Strategi juga telah diterapkan di Indonesia, diantaranya berada dibidang pendidikan.

Nawawi [2003] menyatakan Departemen Pendidikan Nasional menjalankan proses administrasi taktik dengan cara mengendalikan taktik serta pelaksanaan pendidikan nasional yg diwujudkan didalam sistem pendidikan nasional baik itu pendidikan secara formal ataupun pendidikan yg non formal.

Proses administrasi taktik dijalankan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi pendidikan yaitu warganegara yg kompetitif dan berkualitas.

Nutt dan Backoff [1992] pada Salusu [2006: 496 - 498] menyatakan ada beberapa alasan perlunya perubahan. taktik yg juga sekaligus memberi petunjuk mengenai bagaimana manfaat manajemen taktik untuk organisasi sektor publik ataupun organisasi nirlaba sbg berikut :
  1. Organisasi sektor publik yg gres ataupun yg berkembang harus memikirkan sasaran dan tujuan yg diprioritaskan.
  2. Kebutuhan dalam mempertahankan stabilitas pembiayaan yg membutuhkan taktik gres dalam mencari sumber dana baru
  3. Keinginan dalam membuatkan pelayanan, dengan seiring semakin tersedianya sumber daya, mendorong administrasi untuk melsayakan perubahan. atas kebijakan, prosedur, bahkan sampai prioritas kepada klien yg dilayani.
  4. Perluasan peranan alasannya yakni desakan oleh publik, guna memenuhi kebutuhan mereka. Perubahan. kepemimpinan umumnya diikuti dengan visi yg gres yg menuntut para pemangku memahami kebijakan yg baru.
  5. Tuntutan yuridis didalam planning yg memungkinkan perubahan. suatu mekanisme kalau ada desakan dari pemerintah untuk mendapat santunan yg dibutuhkan.
  6. Tuntutan akan integrasi antar departement, biro, bagian, seksi dan yg lainnya seringkali terjadi didalam organisasi sektor publik yg akan menuntut suatu pembiasaan misi, visi tujuan, dan aneka macam mekanisme lainnya.
  7. Koordinasi tindakan yg menuntut adanya perubahan. dalam akal internal
  8. Ancaman politik yg menuntut para pemangku untuk menyesuaikan kebijakan organisasi-nya dengan bahaya tuntutan tersebut.

Mengapa organisasi sektor publik memerlukan administrasi strategis dalam melsayakan aktivitasnya?

Karena instansi atau organisasi sektor publik membutuhkan planning yg strategis untuk menggapai tujuan yg dirinci acara dan acara yg bisa bersinergi.

Terlebih lagi dengan struktur organisasi yg besar serta sangat kompleks, dengan menerapkan administrasi strategi, para pemangku kepentingan bisa memotivasi serta mengarahkan para pegawai yg lalu bisa meningkatkan kinerja organisasi.

Sektor publik pun bisa merumuskan taktik ke masa depan dan melihat bahaya dan peluang yg ada serta memutuskan tujuan yg terperinci pada masa mendatang

Dengan penerapan administrasi strategi, diharapkan instansi sektor publik sanggup :
  • Menjadi instansi yg reaktif didalam menghadapi suatu perubahan. situasi.
  • Mengelola sumber daya untuk hasil yg optimal.
  • Mengubah orientasinya menjadi instansi yg berorientasi pada masa mendatang.
  • Menjadikan instansi adaftif serta fleksibel, mengurangi alur birokrasi yg rumit dan lebih terbuka atau transparan.
  • Menjadikan instansi sektor publik bisa memenuhi ekspentasi para pengguna layanan

Kendala Manajemen Strategi Sektor Publik

Kendala administrasi taktik sektor publik bisa terjadi dikarenakan karakteristik yg dimiliki organisasi sektor publik berbeda dengan huruf pada organisasi swasta.

Kendala tersebut diartikan sbg kondisi yg tetap [struktural atau prosedural] yg kecenderungannya ada dalam beberapa periode dan administrasi harusnya mengikuti keadaan serta mengatasi hambatan tersebut.

Kendala hambatan yg serint terjadi pada sektor publik diantaranya :
  • Ada perbedaan yg fundamental dalam undang - undang, dimana sektor publik memakai konstitusi dari negara, hal ini bisa membuat. sektor publik lebih ksaya dan ketika menyusun suatu acara acara harus mengeceknya dulu dengan undang - undang apakah acara tersebut tidak melanggar undang-undang atau tidak. 
  • Karena merupakan perpanjangan tangan pemerintahan, maka organisasi publik bersifat lebih terbuka kepada lingkungan eksternal dibandingkan dengan sektor swasta. Hal ini mengakibatkan kinerjanya menjadi sorotan kalau visi maupun misi dan acara yg dijalankan jauh dari cita-cita para pengguna layanan. Secara tidak pribadi besar lengan berkuasa terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Bahkan bisa berdampak pada stabilitas keamanan.
  • Prosedur pemerintahan yg sering kali rumit, ksaya dan berjenjang sehingga membutuhkan waktu yg sangat usang dalam mengatasi sebuah masalah. Sudah menjadi diam-diam umum pegawai yg hadir pada sektor pemerintahan bukan alasannya yakni kompetensi, kemampuan atau skil dan pengalamannya. Tapi alasannya yakni menjamurnya kongkalikong dan nepotisme dalam perekrutan pegawai organisasi. Dan ini hampir terjadi disemua lini.
  • Proses pengukuran kinerja pada instansi pemerintahan jauh lebih sulit dibanding dengan organisasi pada sektor swasta. Produk yg dihasilkan (output) maupun tujuan dalam sektor swasta sangat terperinci yaitu produk ataupun jasa yg dijual dan mencari laba, sedangkan pada sektor pemerintahan mempunyai wilayah kerja yg jauh lebih luas dan rumit didalam mengukur tujuan maupun hasilnya.
  • Keterbatasan akan informasi menjadi hambatan dalam menghasilkan keputusan yg tepat. Hal ini terjadi alasannya yakni adanya pembelokan dari tujuan insentif yg bekerjasama dengan penerapan administrasi strategi. Para manajer pelaksana bisa saja memberi informasi yg keliru semoga kinerja mereka terkesan positif dimata atasan walaupun pada kenyataannya, kondisinya berbanding terbalik dengan apa yg dilaporkan. Istilah yg sering didengar yakni ABS atau Asal Bapak Senang.
Baca juga: Fungsi Manajemen Strategi Komprehensif

Konteks Manajemen Strategis pada Sektor Publik 

Menurut Ring dan Perry (1985), ada beberapa konteks yg ada pada administrasi strategis sektor publik. Berikut diantaranya :
  • Policy Ambiguity. Pola arah taktik pada sektor publik dinilai tidak terperinci arahnya alasannya yakni struktur oganisasi yg sangat kompleks dan tidak efisien.
  • The Openness of Goverment. Peranan media sangat besar dalam mengungkap proses pengambilan keputusan dan juga penerapannya.
  • Attentive Publics. Terdapat banyak kepentingan dan acara tertentu dari beberapa kelompok yg mempengaruhi pemerintahan.
  • The Time Problem. Manajemen strategik sangat memperhatikan masa jabatan serta peraturan-peraturan yg membatasi waktu.
  • Shaky Coalitions. Aliansi koalisi politik ketika perencanaan bisa berubah komposisinya ketika pelaksanaan.

Ring dan Perry juga menawarkan solusi atas konteks yg bisa menjadi hambatan tersendiri pada strateegi sektor publik tersebut :
  • Maintaining Flexibility. Implementasi administrasi taktik pada prosesnya diharapkan bisa mengikuti keadaan dengan gampang atas aneka macam perubahan. yg terjadi pada internal maupun eksternal organisasi.
  • Bridging Competing Worlds. Organisasi sektor publik bersifat terbuka dan berpotensi mempunyai ikatan dengan aneka macam kelompok dan juga kepentingannya. Pemerintah selsaya otoritas dituntut bisa berlsaya adil terhadap semua pihak.
  • Wielding Influence, Not Authority. Kemampuan untuk berpolitik sangat diharapkan dalam administrasi strategik. Tujuannya untuk menjalin korelasi dan menawarkan kesan positif apabila berkonfrontasi dengan pihak-pihak tertentu.
  • Minimizing Disconntinuity. Mengontrol koalisi politik yg ada semoga tetap stabil dan tidak terpecah.

Model Manajemen Strategis Sektor Publik

Umumnya terdapat empat model taktik pada sektor publik yg dikenal [Joyce,1999] :
  1. Model perencanaan klasik
  2. Model perencanaan taktik visioner
  3. Model bisnis
  4. Model peramalan

#1. Model Perencanaan Klasik

Model ini hanya memfokuskan kepada kegiatan formalitas pemerintahan dalam menyusun planning strategis yg lalu akan diberikan kepada unit-unit organisasi yg ada dinaungannya.

Model perencanaan klasik ini kemungkinan akan sulit berjalan secara maksimal alasannya yakni pandangan formalitas birokrat yg ksaya. Terlebih unit-unit orgnisasi yg berada dibawahnya tidak mempunyai kesepakatan dan tujuan yg sama.

#2. Model Bisnis

Model perencanaan taktik visioner lebih berfokus kepada korelasi antara organisasi dengan organisasi yg berada dibawahnya. 

Dengan adanya sifat transaksional yg umumnya berbentuk bonus. Maka akan ada lebih banyak insentif bagi sebuah organisasi dalam menjalankan strateginya.

#3. Model Perencanaan Strategis Visioner

Orientasi pada model perencanaan strategis visioner ini berada pada contoh pikir yg bersifat jangka panjang. Manajer akan melsayakan kegiatan yg bisa mempersiapkan organisasi pada ketika ini menuju masa yg akan tiba yg diinginkan.

#4. Model Peramalan

Model ini berkonsentrasi pada pengambanan spesialisasi organisasi dan pengembangan kekerabatan dengan organisasi yg lain untuk mencapai tujuan dan visi organisasi.

Peran Pemimpin dan Komitmen Pegawai

Salah satu kunci kesuksesan administrasi taktik pada sektor publik terletak pada Leadership. Dengan hak dan wewenang yg dimiliki, para pemimpin bisa mendorong dan memaksa para pemimpin pemimpin kecil dibawahnya untuk merancang dan mengimplementasikan keputusan-keputusan yg berkaitan erat dengan taktik pelayanan publik.

Peran pemimpin bukanlah tugas yg gampang mengingat pemimpin pada organisasi publik dikelilingi oleh ribuah konflik kepentingan yg teruma kepentingan yg bisa merugikan.

Strategi yg akan dijalankan administrasi puncak tidak akan pernah memuaskan semua pihak. Pasti akan ada pihak-pihak yg akan dirugikan. Ketika keputusan dijalankan niscaya akan menumui pro dan kontra. Pihak yg oke dan pihak yg tidak setuju. Mau tidak mau harus berani menjalankan. Pemimpin dituntut mengambil keputusan yg mempunyai manfaat maksimal dengan kerugian seminimal mungkin.

Pelaksanaan taktik yg maksimal dibutuhkan pegawai yg mempunyai komitmen, skil, pengetahuan dan pengalaman yg mumpuni untuk mengeksekusi taktik yg telah diputuskan untuk mencapai tujuan yg diinginkan. Komunikasi yg baik antara pegawai dan administrasi atas harus selaras dan serasi untuk menghindari kesalahpahaman dalam mengeksekusi taktik manajemen.

Referensi :
Ibrahim, Amin. 2008. Pokok-Pokok Administrasi Publik dan Implementasinya. Bandung: Refika Aditama