Wednesday, July 31, 2019

4 Fase Sejarah Administrasi Dan Perkembangannya

Sejarah Manajemen - Beberapa jago beropini awal mula sejarah administrasi tidak mempunyai sejarah pra-modern, dan hanya merupakan membuktikan pertanda.

Beberapa jago yg lain mengemukakan bahwa semenjak dulu telah terdeteksi tindakan yg seolah-olah administrasi pada masa pra modern akhir.

 Beberapa jago beropini awal mula sejarah administrasi tidak mempunyai sejarah pra 4 Fase Sejarah Manajemen dan Perkembangannya

Piramida Mesir, salah satu tumpuan adanya acara yg paling tidak terdeteksi sbg manajemen.

4.500 tahun yg lalu. Piramida Mesir dibangun oleh ratusan ribu orang. Selama 20 tahun.

Bisa dibaygkan, bila piramida tersebut dibangun tanpa ilmu manajemen. Mustahil terbangun.

Untuk membangun piramida itu, niscaya dilsayakan ini: perencanaan (planning), pengorganisasian pekerja dan juga bahan. bsaya (organizing), pengarahan pekerja (actuating). Dan juga mengenalikan pengendalian (controlling). Untuk memastikan semua yg direncanakan bisa berjalan dengan baik.

Mirip ilmu administrasi kan?

Tapi rasanya tidak memuaskan. Anda mungkin mencari sejarah ilmu administrasi modern. Manajemen yg ada diperusahaan perusahaan. Orang orang modern. Orang orang rapi berdasi. Dikantor. Benar?

Sejarah Perkembangan Manajemen

Perkenalkan orang yg bercerita perihal ilmu manajemen: Daniel Wren. Orang Amerika. Lahir tahun 1932 dan besar di Columbia. Negara kepingan Missuori. Wilayah yg dilintasi sungai Missuori yg terkenal itu. Sungai terpanjang di Amerika itu.

Daniel Wren muda kuliah di Universitas Missuori jurusan manajemen. Tahun 1964 beliau mengambil S3 di Universitas Illnois dan mendapatkan gelar PhD. Jurusan bisnis.

Awal karirnya sbg pengajar di Universitas Negeri Florida. Hingga beliau menjadi profesor disana tahun 1963. Dikampus itu. Dia menulis banyak buku. Salah satu bukunya menceritakan sejarah manajemen.

Dia menceritakan perkembangan ilmu administrasi kedalam empat tahapan. Dimulai dari tahap ajaran awal. Lalu era administrasi sains. Lalu fase insan sosial. Dan yg terakhir: era modern

# Fase 1: Pemikiran Awal Manajemen

Pemikiran awal manajemen, berdasarkan Wren, terjadi sebelum kala 20. Pada waktu itu, ada 2 insiden penting.

Peristiwa pertama: Buku Adam Smith

Tahun 1776 ketika Adam Smith memunculkan kepercayaan ekonomi klasic "The Wealth of Nation"  yg dalam buku yg ia terbitkan mengemukakan perihal keungulan hemat yg akan didapat oleh organisasi atas pembagian kerja.

Pembagian kerja atau division of labor ini oleh Adam Smith yaitu mengenai perincian pekerjaan pekerjaan kepada kiprah yg lebih spesifik serta berulang.

Dengan meneliti sebuah industri pabrik peniti sbg penelitian, Adam Smith mengungkapkan bahwa dengan 10 orang menjalankan kiprah khusus perusahaan bisa memproduksi sekitar 48 ribu peniti dalam sehari.

Namun apabila tiap orang bekerja sendiri menuntaskan pada tiap tiap kepingan dari pekerjaan, menghasilkan 10 peniti saja sehari sudah sangat bagus.

Adam Smith berkesimpulan bahwa suatu pembagian kerja bisa meningkatkan tingkat produktifitas dengan:
  1. Menghemat waktu
  2. Meningkatkan ketrampilan para pekerja
  3. Menciptakan mesin serta inovasi yg lain yg bisa menghemat tenaga kerja
Peristiwa kedua: Revolusi industri di Inggris (Britania)

Akibat insiden ini membuat. para manajer kala itu memerlukan teori yg bisa membantu dalam meramalkan permintaan, kecukupan bahan. bsaya, memperlihatkan kiprah tugas untuk bawahan, mengarahkan acara sehari hari dan yg lainnya sehingga menimbulkan ilmu manajemen kemudian mulai dikembangkan oleh ahli.

# Fase 2: Era Manajemen Sains

Manajemen sains atau administrasi ilmiah dipopulerkan oleh jago administrasi Frederick Winslow Taylor yg ditulis dalam bukunya yg berjudul "Principles of Scientific Management" (1911).

Taylor memaparkan administrasi sains sbg penggunaan metode yg ilmiah dalam memilih cara terbaik untuk menuntaskan suatu pekerjaan.

Dalam perkembangannya, administrasi juga didukung oleh banyak sekali ajaran pemikiran yg gres dari Henry Gantt dan Gilberth.

Henry Gantt mengemukakan pandangan gres bahwa seorang mandor seharusnya bisa untuk memperlihatkan pendidikan kepada para pekerja atau karyawan untuk lebih bersifat rajin dan kooperatif.

Kemudian beliau mendesain sebuah grafik untuk berupaya membantu administrasi yg bisa dipergunakan dalam merancang serta mengontrol pekerjaan yg kemudian diberinama Gantt Chart.

Sementara itu, Lillian Gilbreth dan Frank yg merupakan pasangan suami istri membuat alat yg bisa mencatat gerakan yg dilsayakan oleh pekerja serta usang waktu yg mereka habiskan dalam gerakan tersebut.

Alat ini digunakan untuk mewujudkan sistem produksi yg efisien yg disebut sbg "micromotion"

Era administrasi sains juga diramaikan oleh teori administratif. Yaitu teori perihal hal apa yg harus dilsayakan oleh manajer serta bagaimana membentuk sebuah praktek administrasi yg baik.

Henry Fayol, seorang industriawan dari Prancis mengemukakan gagasan perihal lima fungsi administrasi yg utama.

Fungsi fungsi administrasi menurut Henry Fayol tersebut antara lain
  1. Merancang
  2. Mengorganisasi
  3. Memerintah
  4. Mengkoordinasikan
  5. Mengendalikan
Gagasan fungsi administrasi berdasarkan henry fayol ini kemudian digunakan sbg kerangka kerja dalam buku asuh ilmu administrasi pada tahun 1950 dan terus berkembang hingga ketika ini.
 Beberapa jago beropini awal mula sejarah administrasi tidak mempunyai sejarah pra 4 Fase Sejarah Manajemen dan Perkembangannya
Henry Fayol
Pada era ini, Max Weber, spesialis sosiologi asal Jerman mengambarkan sebuah tipe ideal bagi organisasi yg disebut dengan birokrasi.

Bentuk organisasi yg bercirikan dengan pembagian kerja, hirarki yg didefinisikan secara jelas, peraturan serta ketetapan yg sangat rinci, dan sejumlah hubungan impersonal.

Namun begitu, Max Weber sadar bahwa birokrasi yg ideal tidaklah ada dalam realita.

Max Weber bermaksud menggambarkan tipe organisasi itu dengan menjadikan landasan dalam berteori mengenai bagaimana pekerjaan bisa dijalankan dalam kelompok yg besar.

Teori tersebut telah menjadi tumpuan bagi banyak organisasi besar pada masa sekarang.

Pada tahun 1940 an, Patrick Blackett menelurkan ilmu perihal riset operasi yg merupakan ilmu kombinasi dari mikroekonomi dan teori statistika.

Riset operasi ini lebih familiar dikenal dengan 'manajemen sains' dengan mencoba pendekatan ilmiah dalam menuntaskan duduk kasus yg ada pada administrasi khususnya dibidang operasi dan logistik. Tahun 1946, Peter F Drucker menerbitkan buku mengenai administrasi terapan. "Concept of the Corporation".

Buku ini menugaskan penelitian mengenai organisasi.

Fase 3: Era Manusia Sosial

Pada selesai era administrasi sains ditandai dengan adanya madzab perilsaya dalam ajaran perihal manajemen.
>
Mahzab ini tidak memperoleh pengsayaan luas hingga tahun 1930-an.

Yang menjadi katalis utama atas kelahiran mahzab ini yaitu studi penelitian yg dikenal dengan eksperimen Hawthrone.

Eksperimen ini dilaksanakan pada tahun 1920 an hingga 1930 an yg bertempat di pabrik Hawthrone yg dimiliki Western Electric Company.

Pada awalnya, kajian ini hanya bertujuan untuk mempelajari efek penerangan lampu terhadap produktifitas kerja. >

Dan hasil kajiannya mengindikasikan insentif semisal jabatan, usang jam kerja, upah, periode istirahat mempunyai efek yg sedikit terhadap output para pekerja dibandingkan tekanan kelompok, rasa kondusif dan penerimaan kelompok.

Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa norma sosial atau standar kelompok yaitu penentu yg utama perilsaya kerja tiap individu

Ahli lainnya. Mary Parker Follet menerbitkan bukunya yg berjudul "Creative Experience" - 1924 berisikan suatu filosofi bisnis yg lebih mengutamakan integrasi sbg sebuah cara dalam mengurangi konflik tanpa dominasi maupun kompromi.

Follet beropini bahwa kiprah pemimpin yaitu memilih tujuan sasaran organisan serta mengintegrasikannya dengan tujuan kelompok dan tujuan individu, organisasi harus berdasarkan pada budbahasa kelompok daripada individualisme.

Kaprikornus dengan demikian para manajer dan karyawan harusnya menjadikan mereka sbg mitra, bukan sbg lawan.

Buku "The Functions of the Executive" yg diterbitkan pada tahun 1938 oleh Chester Barnard menggambarkan teori perihal organisasi dalam upayanya merangsang orang lain untuk menyidik sifat sistem koperasi.

Menelaah perbedaan antara motif eksklusif dengan organisasi, Barnard kemudian menjelaskan dikotomi "efektif - efisien".

Efektivitas berdasarkan Barnard saling berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi merupakan sejauh mana motif motif para individu bisa terpuaskan.

Barnard memandang organisasi formal sbg suatu sistem yg terpadu yg menjadikan kerjasama, tujuan, dan kominikasi sbg elemen yg universal.

Sementara itu pada organisasi yg bersifat informal, kekompakan, komunikasi dan pemeliharaan perasaan harga diri sangat diutamakan.

Barnard juga mengembankan teori "penerimaan otoritas" yg berlandaskan pada gagasan pandangan gres bahwa atasan hanya mempunyai wewenang bila bawahannya mendapatkan otoritas.

# Fase 4: Era Modern

Dalam era modern administrasi ditandai dengan munculnya konsep administrasi kualitas total pada kala ke 20 yg kenalkan oleh jago administrasi W. Edwards Deming dan Joseph Juran.

Deming yg di Jepang dianggap sbg bapak kontrol kualitas beropini bahwa dominan permasalahan dalam hal kualitas bukanlah berasal dari kesalahan para pekerja, tetapi pada sistemnya.

Dia menekankan akan pentingnya peningkatan kualitas dengan menyusun teori lima langkah reaksi berantai. Apabila kualitas bisa ditingkatkan maka:
  1. Berkurangnya biaya alasannya yaitu biaya untuk perbaikan berkurang, kesalahan yg sedikit, minim terjadi penundaan serta pemanfaatan yg jauh lebih baik atas waktu serta material
  2. Produktifitas meningkat
  3. Pangsa pasar yg meningkat dikarenakan peningkatan terhadap kualitas serta penurunan harga
  4. Keuntungan meningkat sehingga bisa perusahaan bisa bertahan
  5. Jumlah pekerjaan bertambah.