Wednesday, July 24, 2019

Akuntansi Biaya

Pengertian Akuntansi Biaya

Pengertian sayantansi biaya ialah suatu proses pencatatan, pengolongan, peringkasan serta penyajian atas biaya pembuatan (produksi) dan penjualan produk atau jasa dengan memakai cara tertentu serta penafsirannya.

Akuntansi biaya ini sanggup dipakai dalam pemenuhan kebutuhan pihak eksternal (investor atau kreditor) dan pihak internal (manajemen) perusahaan.

Informasi biaya untuk internal perusahaan biasanya disajikan menyesuaikan dengan kebutuhan manajemen.

Sedangkan yg disajikan untuk pihak eksternal berbentuk laporan keuntungan rugi dan neraca perusahaan.

Khusus manajemen perusahaan, informasi biaya ini begitu penting dan sangat membantu mereka dalam pengambilan sebuah keputusan dalam operasional perusahaan.

 Pengertian sayantansi biaya ialah suatu proses pencatatan Akuntansi Biaya


Abdul Halim menambahkan mengenai definisi dari sayantansi biaya, menurutnya :

"Akuntansi biaya ialah sayantansi yg berbicara mengenai penentuan harga pokok (cost) atas suatu produk yg dihasilkan (atau produk yg dijual dipasar) baik itu untuk pemenuhan pesanan dan para pemesan ataupun untuk dijadikan persediaan barang dagang yg nantinya akan dijual".

Tujuan Akuntansi Biaya 

Tujuan sayantansi biaya antara lain:

#1. Perencanaan serta pengendalian biaya

Manajemen menyusun estimasi pendapatan dan biaya dalam pencapaian tujuan yg ditetapkan perusahaan.

Dasar estimasi biaya tersebut ialah data historis, namun fakor lain yg berpotensi mempunyai imbas terhadap biaya juga dipertimbangkan.

Kemudian manajemen akan menelaah apakah biaya-biaya yg terjadi telah sesuai dengan perencanaan estimasi biaya yg telah disusun.

Apabila ada penyimpangan maka manajemen harus menganalisa apa yg menjadi penyebabnya dan memepertimbangkan tindakan koreksi yg dibutuhkan
  • Untuk memilih harga pokok dari suatu produk ataupun jasa yg diproduksi oleh perusahaan dengan sempurna serta teliti serta meringkas semua biaya produksi atau penyerahan jasa. 
Biaya yg disajikan merupakan biaya historis perusahaan. Umumnya penentuan harga pokok produknya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari manajemen puncak dan pihak eksternal.

Maka dari itu, proses penyusunan sayantansi biaya ini dalam penentuan harga pokoknya berdasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yg berlsaya

#3. Pengambilan Keputusan Manajemen

Keputusan khusus ini menygkut masa mendatang. Maka informasi sayantansi yg relevan dengan pengambilan suatu keputusan khusus selalu berafiliasi dgn informasi yg akan datang.

 Laporan sayantansi biaya yg bertujuan untuk pengambilan sebuah keputusan merupakan kepingan dari "sayantansi manajemen"

Pengklasifikasian Biaya

Pengklasifikasian atau penggolongan biaya merupakan suatu proses mengelompokkan dengan sistematis atas seluruh elemen yg ada menjadi kelompok kelompok tertentu biar lebih ringkas supaya sanggup menyajikan informasi yg lebih rinci

Biaya merupakan suatu pengorbanan dari sumber ekonomi yg sanggup diukur dalam satuan uang yg sudah terjadi atau mungkin akan terjadi untuk suatu tujuan tertentu.

Unsur unsur pokok dari biaya adalah:
  • Biaya ialah pengorbanan suatu sumber ekonomi
  • Diukur dengan satuan uang
  • Sudah terjadi atau berpotensi terjadi
  • Untuk suatu tujuan tertentu

Dalam sayantansi biaya, biaya dikelompokkan kedalam banyak sekali macam cara,

Umumnya biaya ditentukan berdasarkan tujuan yg ingin dicapai dengan pengelompokan tersebut. Didalam sayantansi biaya biasa dikenal dengan istilah different costs for different purposes. 

Ada 5 cara dalam penggolongan biaya:

1. Berdasarkan Obyek Pengeluaran.

Nama objek pengeluaran ialah dasar penggolongan biaya.

Contohnya bahan. bakar, maka seluruh pengeluaran yg terkait dengan bahan. bakar disebut dengan biaya bahan. bakar

2. Berdasarkan Fungsi Pokok dalam Perusahaan.

Pada perusahaan manufakture, terdapat 4 fungsi pokok, diantaranya: fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi administrasi, dan fungsi keuangan


A. Fungsi Produksi

Fungsi Produksi merupakan fungsi yg selalu berafiliasi dengan acara pengolahan raw material (bahan. bsaya) menjadi produk yg siap jual.

Berdasar pada fungsi produksi, biaya produksi sanggup dikelompokkan kedalam beberapa kelompok:
Biaya Bahan Bsaya, bahan. yg diproses (diolah) menjadi kepingan produk selesai, pemakaian-nya sanggup diidentifikasi atau merupakan kepingan integral pada product tertentu.

1. Biaya Tenaga Kerja Langsung, merupakan imbalan (balas jasa) yg diberikan kepada tenaga kerja (karyawan) pabrik yg keuntungannya terasa secara eksklusif pada produk yg dihasilkan perusahaan

2. Biaya Overhead Pabrik, merupakan biaya produksi yg selain dari biaya tenaga kerja eksklusif (BTKL) dan biaya bahan. bsaya (BB). mempunyai elemen-elemen yg sanggup digolongkan kedalam:

Biaya bahan. bsaya penolong. Biaya listrik, air pabrik
Biaya tenaga kerja tak langsung Biaya insurance pabrik
Biaya depresiasi dan amortisasi aset tetap pabrik Biaya overhead lain - lain
Biaya reparasi dan maintenance aset tetap pabrik

B. Fungsi Pemasaran

Fungsi pemasaran merupakan fungsi yg terkait dengan acara penjualan produk jadi siap jual dan sanggup mendapat keuntungan yg sesuai dengan keinginan.

Biaya pemasaran merupakan biaya untuk menjalankan acara pemasaran, contohnya :

Biaya iklan Biaya angkut penjualan
Biaya promosi Biaya honor kepingan pemasaran

C. Fungsi Administrasi dan Umum

Fungsi ini merupakan fungsi yg terkait dengan acara dalam penentuan suatu kebijakan, pengarahan, serta pengawasan acara perusahaan secara menyeluruh suapa sanggup berjalan dengan efektif dan efisien.

Berdasarkan fungsi manajemen dan umum, biaya sanggup digolongkan kedalam biaya manajemen dan umum.

Yaitu biaya yg dikorbankan dalam mengkoordinir acara produksi dan pemasaran.

Contohnya, biaya honor divisi keuangan, sayantansi, biaya investigasi sayantan, biaya personalia dan lain lain


D. Fungsi Keuangan

Fungsi keuangan merupakan yg berkaitan dengan acara keuangan, penyediaan dana yg diperlukan oleh perusahaan.

Biaya ini dinamanakan biaya keuangan.

Contohnya biaya bunga.

3.  Berdasarkan Hubungan Biaya dengan yg Dibiayai

Pusat biaya sanggup dihubungkan dengan produk yg diproduksi (dihasilkan), departemen yg terdapat pada pabrik, wilayah pemasaran ataupun bagian-bagian didalam perusahaan.

Pengelompokan biaya berdasarkan objek atau sentra biaya sanggup dibagi menjadi;
  • Direct Cost (Biaya Langsung), merupakan biaya yg keuntungannya sanggup diidentifikasi dalam objek tertentu
  • Indirect Cost (Biaya tak Langusng), merupakan biaya yg keuntungannya tidak sanggup diidentifikasi dalam objek tertentu, atau dengan kata lain, biaya dimana keuntungannya dinikmati oleh beberapa objek atau sentra biaya
Dalam kaitannya dengan produk, biaya sanggup dibagi 2, yaitu:
  • Biaya Langsung Kepada Product, biaya raw material (bahan. bsaya) dan biaya tenaga kerja langung ialah biaya eksklusif terhadap product alasannya ialah sanggup diidentifikasi secara eksklusif pada produk.
  • Biaya Tidak Langsung kepada Product, Biaya overhead pabrik ialah biaya tidak eksklusif kedalam produk alasannya ialah tidak sanggup diidentifikasi secara eksklusif pada produk

Dilihat kaitannya dengan departemen-departemen yg terdapat dalam pabrik, biaya sanggup digolongkan menjadi biaya eksklusif departemen dan juga biaya tidak eksklusif departemen.

Tujuan dari sebuah departementalisasi ialah untuk ketelitian pembebanan harga pokok serta untuk pengendalian atas biaya.

Departement dalam pabrik sanggup digolongkan menjadi 2 kelompok:
  • Departemen produksi, departement produksi ialah kepingan yg ada dalam pabrik diaman dilaksanakan pengolahan bahan. bsaya (raw material) menjadi  produk jadi.
  • Departmen jasa, merupakan kepingan yg ada dalam pabrik yg menghasilkan jasa yg nantinya akan dimanfaatkan oleh departemen yg lain. baik departemen produksi ataupun departemen jasa yg lainnya.

4. Berdasarkan perilsaya biaya yg berkaitan dengan perubahan. volume aktivitas

Pengelompokan biaya sesuai dengan perubahan.nya pada kegiatan utama yg bertujuan untuk perencanaan serta pengendalian biaya, dan juga pengambilan suatu keputusan.

Tendensi perubahan. suatu biaya terhadap acara sanggup digolongkan menjadi:

a. Biaya tetap
  • Biaya yg jumlahnya tetap tidak dipengaruhi perubahan. atas volume kegiatan hingga suatu tingkatan tertentu.
  • Biaya satuan akan mengalami perubahan. yg berbanding terbalik dengan perubahan. atas volume aktivitas.
b. Biaya variabel
  • Biaya dimana jumlahnya akan mengalami perubahan. secara proporsional dengan perubahan. volume aktivitas.
  • Biaya satuan takterpengaruh oleh perubahan. volume aktivitas/kegiatan.
c. Biaya semi-variabel
  • Biaya dimana jumlahnya berubah sesuai dengan perubahan. volume aktivitas/kegiatan, namun perubahan.nya tak sebanding.
  • Biaya satuan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan. volume aktivitas/kegiatan namun sifatnya tak sebanding.

5. Berdasarkan Jangka Waktu Manfaat

Biaya sanggup dibagi menjadi dua jikalau berdasarkan pada jangka waktu manfaatnya:
  • Capital Expenditures (pengeluaran modal), merupakan pengeluaran suatu biaya yg mempunyai manfaat lebih dari satu tahun buku (periode sayantansi). Ketika pengeluaran ini terjadi, dikapitalisasi kedalam harga perolehan aset dan pembebanannya pada periode sayantansi diaman aset tersebut dimanfaatkan. Silahkan baca bahasan ini lebih lengkap dan perlsayaan sayantansinya di: pengeluaran modal.
  • Revenue Expenditures (Pengeluaran Pendapatan), pengeluaran ini menawarkan keuntungannya pada waktu periode sayantansi dimana pengeluaran itu terjadi. Umumnya, pengeluaran ini eksklusif dibebankan pada periode tersebut.
Untuk perbedaan capital expenditures dan revenue expenditures silahkan baca :

Perbedaan pengeluaran pendapatan dan pengeluaran modal.

Baiklah cukup hingga disini dasar dasar dari sayantansi biaya