Tuesday, July 2, 2019

Aset Hilang Dicuri Maling? Begini Perlakuan Akuntansinya

Berbicara aktiva tetap, sudahkan Anda membaca perlsayaan sayantansi aktiva tetap ?

Bagaimana seandainya jikalau aset tetap yg dimiliki oleh perusahaan datang tiba saja hilang tercuri maling ?

Bagaimana perlsayaan sayantansi aset yg hilang ?

 Bagaimana seandainya jikalau aset tetap yg dimiliki oleh perusahaan datang tiba saja hilang  Aset Hilang Dicuri Maling? Begini Perlsayaan Akuntansinya
Aktiva Hilang Tercuri

Aset tetap hilang tercuri ?

Memang insiden menyerupai ini sangat mungkin terjadi.

Hilang alasannya ialah sistem keamanan yg kendor terhadap pihak luar, bahkan keterlibatan orang orang dalam perusahaan itu sendiri. pasti dapat terjadi kapan pun.

Aset tetap yg hilang merupakan salah satu alasan penarikan aset tetap (plant asset retirement).

Selain hilang, aset yg terbakar atau rusak juga merupakan alasan penarikan aset dengan kasus yg khusus, nanti akan aku tulis di lain postingan.

Di goresan pena ini akan aku bahas perlsayaan dan mekanisme pembatalan aset tetap yg hilang dicuri maling.

Aset Tetap Hilang Tercuri (Theft Asset)

Dalam kasus menyerupai ini aset tetap yg hilang tentu harus dihapus dari buku atau catatan perusahaan.

Pengahapusan buku atas aset tetap dilsayakan menurut bukti surat kehilangan dari pihak pihak kepolisian.

Tetapi bagaimana seandainya jikalau surat laporan kehilangan dari pihak kepolisian tidak ada ?

Maka tidak dapat dilsayakan penghapusan, pembuktiannya sangat sulit dikala laporan keuangan kepada stake holder, mereka bakal tidak percaya.

Untuk itu dibutuhkan surat lapor kehilangan dari pihak kepolisian sbg dasar pembatalan aset tetap.
Contoh Kasus

Pada tanggal 6 Juni 2014, PT.Foraz kehilangan mesin printing yg dahulu dibeli pada tanggal 01 Maret 2014 dengan harga perolehan Rp 160,000,000.

Atas kehilangan tersebut pihak PT. Foraz telah melaporkannya kepada pihak kepolisian dengan surat lapor no. 0606/IV/SLK/POLRI/2014 tertanggal 06 Juni 2014.

Sekedar diketahui, PT Foraz Dalam menghitung penyusutannya memakai metode garis lurus.

Diperkirakan umur hemat mesin printing diperkirakan 4 tahun, dan PT Foraz tidak memperkirakan nilai sisa atau nilai residu pada aset mesin printing tersebut (nilai residu 0)

Bagaimana mekanisme pembatalan mesin printing tersebut ?

Prosedur penghapusannya aslinya sederhana saja:
Langkah pertama :

Update nilai buku mesin printing

Upadate nilai buku dengan menghitung penyusutan mesin printing dari tanggal perolehan mesin sampai tanggal hilangnya mesin printing tersebut.

Penyusutan 01 Maret – 06 Juni 2014:

Mesin printing telah dipergunakan selama 3 bulan

Penyusutan = 3/12 x (160,000,000/4) = Rp 10.000.000

Kemudian selanjutnya kita sayai penyusutan mesin printing tersebut dengan jurnal :

Debit | Depreciation Rp10.000.000
Kredit | Accumulated Depreciation Rp10.000.000

Notes:
Penjurnalan diatas untuk:
  • Mengsayai biaya penyusutan sebesar Rp 10.000.000
  • Mengsayai sayamulasi penyusutan dengan besaran nominal yg sama.

Maka, nilai buku handycam per 06 Juni 2014, tanggal dimana aset tersebut hilang tercuri:
Perolehan mesin printing - Akumulasi penyusutan

Rp 160.000.000 - Rp 10.000.000
= Rp 150.000.000

Makara dikala aset tersebut hilang, nilai bukunya sebesar Rp 150.000.000 

Langkah berikutnya:

Hapus nilai mesin printing yg hilang


Aset tetap yg hilang dihapuskan dengan jurnal :

Debit | Accumulated Depreciation Rp10.000.000
Debit | Rugi Kehilangan Aktiva Tetap Rp150.000.000
Kredit | Aktiva Tetap - Mesin Printing Rp160.000.000

         Kesimpulan : kerugian disayai sebesar nilai buku aset tetap yg hilang.

Pelaporan Penghapusan Aset Tetap yg Hilang

Di selesai periode, mesin printingnya sudah tidak kelihatan lagi pada neraca alasannya ialah saldo-nya sudah NOL sedangkan kerugian yg dialami diklasifikasikan ke dalam kelompok pos pos luar biasa (extra ordinary items).

Dan dalam catatan laporan keuangan diberikan klarifikasi mengenai terjadinya extraordinary items tersebut.

Bagaimana perlsayaan sayantansi jikalau aset tetap terbakar atau rusak?

Silahkan baca disini: Aktiva tetap yg terbakar atau rusak