Saturday, July 6, 2019

Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun

Postingan aku sebelumnya ihwal penyusutan aset tetap, jikalau belum membaca, silahkan baca di:
Kini saatnya membahas penyusutan dan pola soal penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun
 Postingan aku sebelumnya ihwal penyusutan aset tetap Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun
Metode Jumlah Angka Tahun


Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun | Sum of The Years Digit Method


Pada dasarnya, Metode penyusutan aset tetap menurut jumlah angka tahun memiliki dasar konsep yg ibarat dengan konsep metode penyusutan saldo menurun.

Metode jumlah angka tahun merupakan penyusutan dipercepat berdasar pada pertimbangan biaya maintenance (perawatan) serta perbaikan aktiva tetap semakin usang cenderung bertambah seiring pertambahan. usia aktiva tetap itu sendiri.

Layaknya metode saldo menurun, semakin usang aset tetap beroperasi, maka tingkat aus-nya semakin tinggi.

Butuh biaya pemeliharaan yg makin tinggi dengan bantuan bagi perusahaan yg menurun, tidak se "joss" ketika awal awal aset tetap tersebut di peroleh.

Mesin contohnya, makin usang makin menurun performanya. tidak ibarat awal awal mesin baru, mesin yg lebih usang cenderung menurun performanya.

Nilai penyusutan yg berkurang pada periode berikutnya akan diimbangi oleh meningkatnya biaya maintenance dan juga perbaikan.

Mesin renta kerjanya sudah tidak optimal, cepat rusak pula

Dalam memilih tarif penyusutan aset tetap dalam bentuk penggalan yg diitung dengan cara:
  • Pembilang (numerator) memakai angka tahun dimulai tahun yg terbesar ke tahun terkecil.
  • Penyebut (denumerator) ialah jumlah angka tahun.

Contoh, jikalau umur irit aset ialah selama 4 tahun maka penyebut bilangan (angka) pecahannya ialah jumlah angka tahun yaitu 1 + 2 + 3 + 4 = 10.

Angka pembilang tahun ke-1 hingga tahun ke-4 masing-masing ialah 4,3,2, dan 1.

Tarif penyusutan tahun ke-1 ialah 4/10, tahun ke-2 ialah 3/10, tahun ketiga 2/10 serta terakhir tahun keempat 1/10.

Contoh soal penyusutan metode jumlah angka tahun


Pada tanggal 2 Januari 2014, PT Foraz membeli sebuah mesin untuk meningkatkan produksinya.

Harga perolehan Mesin Sebesar Rp 135.000.000,00 dengan taksiran nilai sisa (salvage value) sebesar Rp 15.000.000,00.

Dan ditaksir, mesin tersebut hanya bisa berproduksi hingga dengan 4 tahun !

Perhitungan:

JAT (Jumlah Angka Tahun) : 1+2+3+4 = 10

Dasar Penyusutan = Rp 135.000.000,00 - Rp 15.000.000,00
= Rp 120.000.000,00

Tahun           Tarif            Dasar Penyusutan                     Penyusutan
  1.                 4/10             Rp. 120.000.000,00                   Rp. 48.000.000,00
  2                  3/10             Rp. 120.000.000,00                   Rp. 36.000.000,00
  3                  2/10             Rp. 120.000.000,00                   Rp. 24.000.000,00
  4                  1/10             Rp. 120.000.000,00                   Rp. 12.000.000,00

Pencatatan:
     Jurnalnya sama saja dengan metode garis lurus ataupun saldo menurun.

31 Desember 2014

Debit | Depreciation Rp 48.000.000
Kredit |
Accumulated Depreciation
Rp 48.000.000

Untuk tahun berikutnya juga sama jurnalnya

31 Desember 2015

Debit | Depreciation Rp 36.000.000
Kredit |
Accumulated Depreciation
Rp 36.000.000

Begitupun dengan jurnal jurnal tahun berikutnya, sama. hanya angka yg berbeda :)
tidak perlu aku tulis, nanti jadi panjang.. he he

Praktis bukan?

eh tunggu,.. bagaimana jikalau aset tetap yg diperoleh, tidak pada awal tahun?

Pada pola di atas tanggal 2 januari, bagaimana jikalau seandainya aset tetap diperoleh misalnya,  terjadi pada bulan 12 Agustus ?

heh ?

Ok, aslinya dasarnya sama saja, tapi pengerjaannya agak lebih usang sedikit.

Pada tahun 2014, aset cuma dipakai selama 5 bulan saja.

Perhitungan tarifnya tetap, hanya di bagi selama 5 bulan dari 12 bulan yg ada 

Penyusutan tahun 2014 = 4/10 x 5/12 x  120.000.000
= Rp 20.000.000

Penyusutan tahun 2014 : 4/10 x 7/12 x 120.000.000 = Rp 28.000.000
: 3/10 x 5/12 x 120.000.000 = Rp 15.000.000 (+)
= Rp 43.000.000

# Dari mana angka 7/12 ?

# Dan mengapa tarif tahun 2015 masih memakai tarif tahun pertama (4/10)?

Karena pada tahun pertama, tarif 4/10 hanya dipakai selama 5 bulan saja.

Maka sisanya 7 bulan dipakai pada penyusutan tahun ke dua, dan sesudah tahun kedua dihitung dengan tarif tahun pertama selama 7 bulan, (7/12)
Maka sisa 5 bulan berikutnya memakai tarif tahun berikurnya (3/10)

Begitu juga dengan tahun tahun berikutnya, pengerjaannya sama saja.

Pencatatan jurnalnya pun juga sama saja, tapi hanya berbeda di angka penyusutannya yg dihasilkan.

Notes:
      Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun ini jarang sekali digunakan, alasannya pertimbangan perpajakan, di sini, hukum perpajakan membatasi metode ini.

Laporan pajak tidak bisa memakai metode ini dalam pelaporannya.

         Selanjutnya : Penyusutan Aset Tetap Metode Satuan Jam Kerja