Sunday, July 7, 2019

Penyusutan Metode Saldo Menurun | Declining Balance Method

Tulisan aku sebelumnya wacana penyusutan aset tetap, kalau belum membacanya, silahkan baca di:

Kali ini akan aku bahas mengenai Metode Penyusutan Saldo Menurun

Tulisan aku sebelumnya wacana penyusutan aset tetap Penyusutan Metode Saldo Menurun | Declining Balance Method
Metode Saldo Menurun

Penyusutan Aset Tetap Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)

Pada dasarnya, Aset Tetap dianggap akan memperlihatkan bantuan terbesarnya pada awal awal masa penggunaan.

Ya ini alasannya ialah mesin masih dalam kondisi gress, segar dengan kekuatan yg masih optimal.

Masih jauh dari masa aus (rusak) mesin atau aset tetap yg lainnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, bantuan aset terbesar tersebut mulai menurun, kinerjanya tak lagi sanggup maksimal, mesin tak lagi muda dan turun performa, gedung mulai reyot reyot, kendaraan mulai mogok mogok dan lain sbgnya.

Metode ini sesuai kalau dipergunakan untuk jenis aset tetap yg tingkat kehausannya tergantung dari volume produk yg dihasilkan, yaitu jenis aset mesin produksi.

Rumus Depresiasi Saldo Menurun

Penyusutan = [(100% : Umur Ekonomis) x 2] x Nilai Perolehan/Nilai Buku

Contoh kasus penyusutan metode saldo menurun:

Supaya lebih mudah, kita gunakan teladan kasus sebelumnya yg kita kerjakan memakai metode garis lurus

Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 6 Juni 2014, harga perolehan mesin tersebut sebesar Rp 13,000,000 dan mesin tersebut ditaksir mempunyai umur hemat 10 tahun

Apabila nanti sudah tidak dipakai lagi atau aset ditarik penggunaannya, diperkirakan mesin tersebut masih sanggup ditimbang kiloan, besi tuanya sanggup dijual seharga Rp 1.000,000.

Dalam pencatatan sayantansi aset tetap, perusahaan memakai metode penyusutan saldo menurun.

Penyusutan tahun 2014 = [(100% : 10) x 2 ] x 7/12 x 13.000.000
= Rp 1.516.710

Notes :
Karena selama tahun 2014 aset hanya dipakai 7 bulan, maka dikali 7/12

Penyusutan tahun 2015 = [(100% : 10) x 2 ] x (13.000.000 - 1.516.710)
= Rp 2.296.658

Notes :
Nilai buku aset tahun 2015 dikurangi penyusutan aset tahun sebelumnya, sebesar Rp 1.516.710

Untuk tahun tahun setelahnya, cara pengerjaanya sama, sampai 10 tahun masa pengoperasian mesin tersebut.

Lalu ketika pencatatan, jurnal nya ialah sama dengan metode garis lurus, cuma beda di angka saja.

31 Desember 2014

Debit | Depreciation Rp 1.516.710
Kredit | Accumulated Depreciation Rp 1.516.710

Untuk tahun berikutnya juga sama jurnalnya

31 Desember 2015

Debit | Depreciation Rp 2.296.658
Kredit | Accumulated Depreciation Rp 2.296.658


Jurnal jurnal penyusutan tahun tahun berikutnya sama saja, jadi tidak perlu dijelaskan lagi. :)

# Pada simpulan periode, penyusutan ini juga harus dilsayakan jurnal pembiasaan !

Jurnal pembiasaan ini untuk mengsayai adanya beban pada aset mesin ini. pembiasaan atas penyusutan aset tetap ini sejumlah sayamulasi penyusutan selama periode berjalan.

Pencatatan dalam jurnal penyesuaian:

Contoh Jurnal Penyesuaian Aset Tetap Mesin Tahun 2014 :

Debit | Accunulated Depreciation Rp 1.516.710
Kredit | Depreciation Expense Rp 1.516.710

Jurnal Penyesuaian tahun 2015 :

Debit | Accumulated Depreciation Rp 2.296.658
Kredit | Depreciation Expense Rp 2.296.658


Untuk jurnal pembiasaan tahun tahun berikutnya, cara pengerjaanya sama saja.

Notes:
Dengan memakai metode penyusutan saldo menurun ini, jumlah angka penyusutan tiap tahun akan mengalami penurunan penyusutan tiap tahunnya.

Hal ini memperlihatkan bahwa aset tetap (khususnya mesin) memperlihatkan kinerja, manfaat terbaiknya terhadap perusahaan berada pada ketika awal awal aset tetap tersebut digunakan, semakin usang semakin menurun kinerja aset tetap tersebut alasannya ialah keausan.

Selanjutnya, penyusutan aset tetap metode jumlah angka tahun.

Baca di : Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun