Apa Itu Kas ?
Pengertian Kas - Istilah kas atau yg juga sering ditulis cash sudah seringkali kita dengar, familiar ditelinga yg mempunyai arti tunai atau dibayar secara pribadi memakai uang.Lawan kata kas (cash) ialah kredit (dibayarkan kemudian, apakah itu dicicil atau dibayar sekaligus).
![]() |
| uang kas |
Di dalam pengertian sayantansi, Kas atau cash merupakan sebuah sebutan untuk account (rekening) yg sifatnya paling lancar dalam kelompok asset (aktiva)
Pada dalam penerapan pembukuan (bookkeepping), kas dipecah/dibagi lagi menjadi beberapa rekening dengan beberapa variasi
Ada yg membagi :
Petty Cash (Kas Kecil) dan General Cash (Kas Umum)
Petty Cash (Kas Keci) ldan Checking Account (Kas Bank)
Juga ada pula yg membagi
Petty Cash (Kas Kecil), Cash Bank A, Bank B
Pemecahan sayan kas ini dimaksudkan semoga mempermudah pengawasan dan proses pemeriksaan, sehubungan dengan pen-distribusi-an kas itu sendiri.
Umumnya, pemecahan rekening sayan kas ini terjadi sampai pada tingkatan general ledger (buku besar) saja, dan sedangkan pada Neraca umumnya dijadikan satu kelompok saja yaitu sayan Kas (Cash).
Hal ini dilsayakan semoga laporan menjadi lebih sederhana serta gampang dipahami bagi pengguna laporan
Lalu, bagaimana kekerabatan antara Kas/Cash (account) dengan "kas" (Cash : tunai)?
Tentu saja sangat berhubungan
Cash payment merupakan pembayaran yg berasal dari kas (Cash Account), yg berarti atas sebuah transaksi pembayaran yg menggunakan/berbasis Cash Payment akan mempengaruhi Cash Account (rekening kas)
Dalam sayantansi, kas diklasifikasikan kedalam Aktiva Lancar
Ikan Akuntansi Indonesia (IAI) mengungkapkan pengertian kas sbg berikut:
Namun hal ini tidak berarti sebuah perusahaan harus terus berusaha mempertahankan persediaan kas dengan jumlah yg sangat besar, alasannya makin besar rekening kas itu artinya makin besar dana yg menganggur (tidak digunakan) dan nantinya akan memperkecil keuntungan perusahaan yg akan didapat.
Demikian juga sebaliknya, apabila perusahaan hanya mengejar acara mencari laba/keuntungan saja tanpa memperhitungkan faktor yg lainnya maka seluruh kas yg dimiliki akan dalam keadaan bekerja (digunakan).
Apabila ini terjadi, artinya perusahaan akan mengalami posisi illikuid (tidak lancar) jikalau sewaktu waktu ada penagihan kewajiban (hutang) yg jatuh tempo dan perusahaan tidak sanggup untuk membayar dikarenakan tidak mempunyai persediaan kas baik di bank ataupun di brankas perusahaan.
Petty Cash (Kas Keci) ldan Checking Account (Kas Bank)
Juga ada pula yg membagi
Petty Cash (Kas Kecil), Cash Bank A, Bank B
Pemecahan sayan kas ini dimaksudkan semoga mempermudah pengawasan dan proses pemeriksaan, sehubungan dengan pen-distribusi-an kas itu sendiri.
Umumnya, pemecahan rekening sayan kas ini terjadi sampai pada tingkatan general ledger (buku besar) saja, dan sedangkan pada Neraca umumnya dijadikan satu kelompok saja yaitu sayan Kas (Cash).
Hal ini dilsayakan semoga laporan menjadi lebih sederhana serta gampang dipahami bagi pengguna laporan
Lalu, bagaimana kekerabatan antara Kas/Cash (account) dengan "kas" (Cash : tunai)?
Tentu saja sangat berhubungan
Cash payment merupakan pembayaran yg berasal dari kas (Cash Account), yg berarti atas sebuah transaksi pembayaran yg menggunakan/berbasis Cash Payment akan mempengaruhi Cash Account (rekening kas)
Pengertian Kas berdasarkan Ahli
Pengertian kas ialah modal kerja yg sifatnya sangat likuid (lancar). Semakin besar jumlah nominal kas yg terdapat pada suatu perusahaan artinya makin tinggi tingkat likuiditasnya.Dalam sayantansi, kas diklasifikasikan kedalam Aktiva Lancar
Ikan Akuntansi Indonesia (IAI) mengungkapkan pengertian kas sbg berikut:
“Kas terdiri atas saldo kas (Cash On Hand), rekening giro, atau setara kas (Cash Equivalent) ialah sebuah investasi yg bersifat sangat likuid, berjangka pendek dan sanggup dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko atas perubahan. nilai yg signifikan”.Ini membuktikan bahwa perusahaan mempunyai resiko yg relatif lebih kecil untuk tidak sanggup memenuhi kewajiban (hutang) finansialnya.
Namun hal ini tidak berarti sebuah perusahaan harus terus berusaha mempertahankan persediaan kas dengan jumlah yg sangat besar, alasannya makin besar rekening kas itu artinya makin besar dana yg menganggur (tidak digunakan) dan nantinya akan memperkecil keuntungan perusahaan yg akan didapat.
Demikian juga sebaliknya, apabila perusahaan hanya mengejar acara mencari laba/keuntungan saja tanpa memperhitungkan faktor yg lainnya maka seluruh kas yg dimiliki akan dalam keadaan bekerja (digunakan).
Apabila ini terjadi, artinya perusahaan akan mengalami posisi illikuid (tidak lancar) jikalau sewaktu waktu ada penagihan kewajiban (hutang) yg jatuh tempo dan perusahaan tidak sanggup untuk membayar dikarenakan tidak mempunyai persediaan kas baik di bank ataupun di brankas perusahaan.
