Thursday, August 1, 2019

Harga Pokok Penjualan Pada Perusahaan Dagang

Harga Pokok Penjualan Usaha Dagang - Setelah sebelumnya aku membahas perihal basic mengenai Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold) atau yg biasa di singkat HPP atau COGS. Sekarang aku akan membahas mengenai Harga Pokok Penjualan untuk Perusahaan Dagang. kali ini bahasan akan mengenai alur COGS, jurnalnya, perhitungan dan juga pelaporan HPP-nya.

Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

Pada postingan sebelumnya, untuk perusahaan dagang, ntah itu berbentuk wholesaler ataupun retailer, penghitungan harga poko penjualan-nya lebih mudah, juga lebih sederhana dibanding perhitungan harga pokok penjualan pada perusahaan manufakture (industri), tetapi meskipun begitu, dalam perjuangan dagang mempunyai karakteristik yg khas:
  • Dalam perusahaan dagang tidak memakai mesin untuk produksi, maka dari itu tidak akan muncul penyusutan atas mesin. tapi mungkin akan ada beban penyusutan atas peralatan, misalnya peralatan packing.
  • Tidak ada Direct Labour Cost ( Tenaga Kerja Langsung),  sekalipun ada tenaga kerja yg terlibet secara eksklusif membawa barang dagang menjadi barang siap jual, biayanya susah untuk di-alokasi-kan sbg upah/biaya direct labour cost (tenaga kerja langsung). maka dari itu, upah menyerupai ini umumnya dibebankan menjadi bab biaya overhead yaitu ongkos packing
  • Cost dalam perusahaan mempunyai siklus yg lebih pendek
  • Untuk perjuangan dagang yg menjual barang dagang yg relatif sama dalam jenis barang, ukuran serta kualitas akan jadi dilema tersendiri. maka dari itu diharapkan penerapan metode tertentu untuk sanggup menilai barang persediaan, hal ini tentu akan besar lengan berkuasa secara eksklusif terhadap pembebanan biaya persediaannya atau inventori cost'nya

Struktur dari Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang


COGS atau harga pokok penjualan perusahaan dagang terdiri atas dua kelompok, Inventory (persediaan barang) dan Overhead.

Persediaan Barang [inventory]


Inventory merupakan persediaan barang dagang yg didapat/diperoleh dari sisa persediaan barang pada periode yg lalu. Didalam sayantansi biasa kita sebut opening balance (saldo persediaan awal) ditambahkan dengan pembelian barang dagang pada periode berjalan, dikurangi saldo selesai (sisa persediaan). Nah, itulah Inventori Cost yg harus dibebankan menjadi Harga Pokok Penjualan

Apabila dibentuk strukturnya, akan nampak menyerupai ini

A. Opening Balance.

B. Purchases
  • Purchasse
  • Freigth In
  • Discont
  • Return.
C. Sales.

D. Clossing Balance.

Overhead


Elemen Harga Pokok Penjualan [COGS] perusahaan dagang berikutnya ialah overhead. overhead merupakan cost yg mempunyai dampak secara tidak eksklusif atas HPP. beberapa overhead berikut yg umumnya muncul dalam perjuangan dagang:
  • Packing.
  • Warehousing
  • Frieght Out
Total sayamulasi dari semua elemen biaya diatas yaitu Harga Pokok Penjualan [COGS] dari perjuangan dagang.

Siklus serta Alur Transaksi dan Jurnal


Diatas telah disebutkan bahwa elemen pembentuk harga pokok penjualan perjuangan dagang terdiri atas inventori dan juga biaya overhead (overhad cost)

Alur serta siklus dari transaksi Inventory Cost :

Tiap-tiap prosess sayantansi yg berkaitan dengan Neraca slalu diawali dari: Opening Balance (saldo awal), kemudian dilanjutkan Current Activitiies (traksaksi debet-transaksi kredit) yg pada ujungnya bermuara ke Neraca lagi berupa Closing Balance (saldo akhir).

Pun sama halnya dengan inventori yg juga merupakan bab dari sebuah Neraca. maka alurnya juga berawal dari opening balance (saldo awal) inventory. selanjutnya apabila ada acara pembelian barang dagang, maka saldonya juga akan bertambah. dicatat dengan jurnal:

Debit | Persediaan (menambah persediaan di neraca)
Kredit | kas / utang dagang (mengurangi saldo kas di neraca)

Dan apabila ada transaksi penjualan barang dagang, maka saldo persediaan akan berkurang. Nah dikala terjadi transaksi penjualan barang dagang inilah Inventoroy Cost kita sayai, dengan menjurnal:

Debit | HPP (cogs) (menambah saldo HPP di lap. L/R)
Kredit | Persediaan (mengurangi persediaan di neraca)

Notes:
HPP atau COGS merupakan biaya yg akan menjadi salah satu faktor pengurang laba, kita ketahui bersama keuntungan yaitu elemen Neraca. persediaan yg berkurang pada aktiva diseimbang-kan oleh keuntungan pada pasiva yg juga berkurang sehingga laporan Neraca selalu dalam keadaan balance.

Dan alasannya yaitu ini yaitu juga sebuah transaksi penjualan, maka di waktu yg sama penjualan harus disayai, dicatat dengan jurnal:

Debit | Kas / Piutang (Menambah Kas/Piutang di Neraca)
Kredit | Penjualan (Menambah Saldo Penjualan di Laporan Laba Rugi)


Notes:
Penjualan yaitu pendapatan yg merupakan salah satu faktor yg menambahkan Laba. keuntungan merupakan elemen dari Neraca. kas atau piutang yg berkurang didalam aktiva akan diseimbang-kan oleh keuntungan pada sisi pasiva yg bertambah.
Apabila sanggup digambarkan dalam suatu skema, maka transaksi COGS atau harga pokok penjualan mempunyai alur menyerupai ini:

 Setelah sebelumnya aku membahas perihal basic mengenai Harga Pokok Penjualan pada Perusahaan Dagang
harga pokok penjualan perjuangan dagang

Ok, untuk tampaknya sudah terlalu panjang postingannya, next kita akan bahas perihal Perhitungan Harga Pokok Penjualan untuk Usaha Dagang, namun tidak kali ini, ini sudah terlalu panjang, biar yummy dibaca, aku akan tulis pada goresan pena berikutnya :
Contoh Soal Harga Pokok Penjualan Usaha Dagang