Padahal, tujuan awal perusahaan dalam membeli aset tetap tersebut ialah untuk digunakan dalam operasi perusahaan selama umur manfaat ekonominya demi mempertahankan kelangsungan usaha.
Baik itu untuk tempat, peralatan, untuk produksi maupun kegunaan lainnya.
Intinya.... aset tetap pada awalnya tidak ditujukan untuk di jual kembali.
![]() |
Penghapusan Aktiva Tetap
Dalam kondisi tertentu, banyak alasan perusahaan harus memutuskan untuk melsayakan penjualan aset tetap, seperti:- Perusahaan berganti jenis produk, sehingga mesin atau peralatan tertentu tidak sanggup digunakan dan mubazir
- Membutuhkan dana atau kekurangan dana, untuk bayar utang atau modal kerja
- Perusahaan ditutup alasannya ialah alasan tertentu dan tidak berproduksi kembali
- Upgrade aktiva tetap, misal kendaraan beroda empat yg sudah renta yg biaya maintenance-nya mahal diganti dengan yg baru, atau komputer yg sudah tidak mendukung lagi diganti dengan yg lebih canggih
Bagaimana mekanisme dan perlsayaan sayantansi-nya?
Perlsayaan Akuntansi Penjualan Aset Tetap
Dua langkah yg dilsayakan dalam mekanisme penjualan aset tetap:- Update nilai buku aset tetap yg dijual
- Hapus aset tetap
Contoh Kasus:
Pada tanggal 6 Juli 2015, PT.Bunaji menjual aktiva tetap kendaraan kantor dengan harga Rp 150.000.000.
Kendaraan ini dibeli pada 02 February 2012 dan dikala itu harga pembeliannya menghabiskan dana sebesar Rp 240.000.000.
Beberapa catatan tambahan.:
PT. Bunaji menggunakan metode garis lurus dalam perhitungan penyusutan aset tetap tanpa nilai sisa (nilai residu).
Kendaraan diperkirakan mempunyai umur irit 10 Tahun.
Berikut posisi aset kendaraan PT Bunaji per 31 Des 2014 :
Baca juga: Penyusutan Metode Garis Lurus
Langkah Langkahnya:
# 1. Update Nilai Buku Aset Tetap
Menghitung penyusutan dari tangal 01 Januari – 6 Juli 2015
Penyusutan hanya dihitung sampai bulan juni saja.
Penyusutan 1 Jan - 6 Juli 2015 = 6/12 x (Rp 240.000.000/10)
Rp 12.000.000
Lalu jurnal beban penyusutan tersebut :
Jurnal tersebut menambah biaya penyusutan dan menambah sayamulasi penyusutan kendaraan sebesar Rp 12.000.000
Sehingga "Accum Deprec Kendaraan" per tanggal 6 Juli 2015 ialah sbg berikut :
Akumulasi / 6 juli 2015 = Penyusutan selama 2014 + Penyusutan selama 2015
= Rp 70.000.000 + Rp 12.000.000>
= Rp 82.000.000
= Rp 70.000.000 + Rp 12.000.000>
= Rp 82.000.000
Dan nilai buku kendaraan per 6 Juli 2015 ialah :
Nilai buku mesin per 6 Juli 2015 = Rp 240.000.000 – Rp 82.000.000
= Rp 158.000.000
= Rp 158.000.000
Langkah berikutnya ialah pembatalan aktiva tetap
# 2. Penghapusan Aktiva Tetap Kendaraan
Jurnal pembatalan atau penjualan aktiva tetap kendaraan adalah:Notes:
- Menghapus aset tetap kendaraan dan juga sayamulasi penyusutannya. pembatalan ini terjadi alasannya ialah posting aset tetap mesin dimasukkan di kredit dan sayamulasi penyusutan dicatat ke sisi debit.
- Mencatat kas masuk/mengsayai piutang sebesar harga penjualan. Apabila transaksi penjualannya secara tunai, maka sayan kas yg di pakai, tetapi apabila transaksi penjualan secara kredit, maka piutang yg dipakai.
- Mengsayai rugi penjualan aset tetap mesin sebesar selisih nilai buku terbaru/terupdate dengan harga nilai penjualan
Ya tinggal di balik saja jurnalnya, dari rugi menjadi sayan laba.
Misalnya, pada pola kasus yg sama, namun aktiva dijual seharga Rp 170.000.000 sehingga perusahaan mendapat keuntungan seebesar dari penjualan kendaraan tersebut.
# 3. Pelaporan Laba Rugi Penjualan Aset Tetap
Laba rugi penjualan aset tetap dilaporkan dalam laporan keuntungan rugi, didalam penjabaran pendapatan lain lain.Apabila ada kesalahan atau kekeliruan pada tulisan, penjumlahan dan yg lainnya pada goresan pena ini, silahkan tinggalkan komentar :)




