Tuesday, July 9, 2019

Pengertian Kebijakan Dividen Dan Jenis Jenisnya

Pengertian Dividen

Pengertian dividen ialah pembagian keuntungan perusahaan yg diterima para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikiannya yg berasal dari keuntungan dari hasil operasi perusahaan selama suatu periode.

Dividen ialah BAGIAN keuntungan dari perusahaan yg diputuskan untuk dibagikan atau didistribusikan kepada para pemilik saham (common stock). Dalam banyak kasus, tidak semua keuntungan yg dihasilkan perusahaan dibagikan semua kedalam dividen.

Ada sebagian sebagian yg akan dipakai kembali untuk membiayai acara dan pengembangan perjuangan perusahaan. Ini disebut dengan Laba Ditahan (retained earning). Besar kecilnya tergantung pada kebijakan dividen dan hasil RUPS perusahaan.

Dividen ialah hak dari pemegang saham. Dividen hanya akan diperoleh kalau perusahaan menghasilkan cukup keuntungan untuk dibagikan. Dan kalau direksi perusahaan menilai perusahaan dirasa layak membagikan dividen.

Apabila perusahaan telah memutuskan membagi laba, maka semua pemilik saham akan mendapatkan hak yg sama sesuai persentase kepemilikan sahamnya. Namun pembagian dividen pemilik saham jenis preferen akan lebih diprioritaskan dibandingkan pemilik saham biasa.

Jenis Jenis Dividen


 Pengertian dividen ialah pembagian keuntungan perusahaan yg diterima para pemegang saham ses Pengertian Kebijakan Dividen dan Jenis Jenisnya

1. Dividen Kas (Cash Dividend)

Pembayaran dividen dalam bentuk uang kas. Dibandingkan dengan jenis dividen lain, deviden kas lebih sering dipakai oleh perusahaan dan umumnya juga lebih disukai oleh para pemilik saham.

2. Dividen Aktiva selain Kas (Property Dividend)

Dividen yg dibagikan dalam bentuk barang atau aktiva selain kas. Dividen properti ini yg dibagikan ialah penggalan dari aktiva yg tidak akan mengganggu keberlangsungan hidup bisnis perusahaan. Dan barangnya bisa dibagi rata kepada para pemegang saham.

Pemilik saham akan mendapatkan dengan nilai sebesar harga pasar dari aktiva yg dibagikan tersebut.

3. Dividen Utang (Scrip Dividend)

Dividen utang ialah kesepakatan tertulis untuk membayar jumlah deviden kas tertentu kepada pemilik saham dikemudian hari. Janji ini umumnya berupa surat promes. Deviden utang ini bisa terjadi apabila keuntungan perusahaan mencukupi namun saldo kas perusahaan tidak cukup untuk membayarnya.

4. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Dividen likuidasi ialah deviden yg muncul dikala administrasi direksi ingin melikuidasi usahanya dan mengembalikan seluruh aktiva higienis yg tersisa kepada pemilik saham dalam bentuk kas tunai.

5. Dividen Saham (Stock Dividend)

Dividen saham ialah dividen yg dibayarkan dalam bentuk saham yg pembagiannya sesuai dengan persentase kepemilikan saham. Tidak berbentuk uang kas tunai.

Jumlah saham yg beredar akan meningkat namun kapitalisasi pasar besarnya tetap tidak berubah sebab setiap penambahan. saham gres diikuti dengan penurunan nilai saham. Sedikit banyak menyerupai dengan stock split atau pemecahan saham. Tujuannya untuk bisa mempertahankan tingkat modal perusahaan.

Pengertian Kebijakan Dividen

Pengertian kebijakan dividen ialah keputusan direksi apakah keuntungan yg dihasilkan perusahaan pada selesai periode dibagikan kepada para pemilik saham (dividen) atau keuntungan tersebut ditahan sbg penambah modal perusahaan yg akan dipakai dalam kegiatan, atau investasi pengembangan perusahaan dimasa mendatang.

Kebijakan dividen selalu berkaitan eksklusif dengan keputusan pendanaan perusahaan.

Kebijakan dividen ialah salah satu fungsi administrasi keuangan yg berkaitan bersahabat dengan struktur modal perusahaan.

Makara dikala dalam sebuah perusahaan berhasil mendapatkan keuntungan. Ada beberapa pilihan yg bisa dilsayakan atas keuntungan yg diraih tersebut :
  1. Laba dibagikan kepada para pemegang saham (dividen)
  2. Laba dipakai kembali untuk acara dan perluasan perjuangan (laba ditahan)
  3. Laba dibagi antara dividen dan sebagian lagi dipakai untuk keuntungan ditahan.
Apabila administrasi perusahaan mengambil keuntungan dibagikan sbg dividen, maka sumber pendanaan internal akan berkurang. Laba ditahan berkurang.

Demikian juga sebaliknya, apabila perusahaan menentukan opsi untuk tidak membagikan deviden, maka dana internal perusahaan akan membesar.

Laba ditahan ialah salah satu sumber pendanaan perusahaan yg sangat penting untuk dipakai dalam membiayai pertumbuhan perusahaan. Semakin besar keuntungan ditahan, maka akan semakin berpengaruh struktur modal dan posisi keuangan perusahaan.

Semua langkah yg diambil dalam kebijakan dividen ialah bahwa setiap keputusan yg diambil harus tetap memperhatikan tujuan utama dari perusahaan, yaitu kesejahteraan pemilik perusahaan dan meningkatkan nilai dari perusahaan.

Hal lain yg perlu diperhatikan ialah kepentingan para pemegang saham, kepentingan perjuangan perusahaan dan bahkan kepentingan masyarkat sekitar dan pemerintah.

Tipe Kebijakan Dividen

 Pengertian dividen ialah pembagian keuntungan perusahaan yg diterima para pemegang saham ses Pengertian Kebijakan Dividen dan Jenis Jenisnya

#1. Kebijakan Dividen Stabil

Jenis kebijakan dividen yg stabil ialah jumlah nominal dividen yg dibayarkan tetap disetiap periodenya.

Nominal pembayaran dividen tidak akan naik dan turun. Stabil diangka yg sama.

Alasan perusahaan yg melsayakan kebijakan dividen stabil ini ialah untuk membuat kesan terhadap pemegang saham (investor) bahwa pembayaran dividen yg stabil mengindikasikan kinerja perusahaan juga stabil dari tahun ketahun.

Walaupun perusahaan secara sayantansi mengalami kerugian, pemegang saham akan tetap mendapatkan dividen dengan jumlah sama menyerupai tahun sebelumnya.

#2. Kebijakan Dividen Rasio Tetap

Maksud dari kebijakan dividen rasio yg tetap ialah bahwa dividen dibagikan berdasarkan rasio yg tetap disetiap periodenya.

Besar kecil jumlah nominal dividen yg dibagikan tidak sama dari tahun ketahun. Tergantung pada keuntungan yg dihasilkan.

Misalnya, apabila perusahaan memutuskan dividen ratio sebesar 40 persen dari keuntungan higienis yg dihasilkan.

Maka setiap tahun, dividen yg dibagikan sebesar 40 persen dari keuntungan higienis perusahaan. Setiap tahun, keuntungan yg dihasilkan jumlahnya tentu berbeda beda. Kadang naik kadang turun.

Maka jumlah nomina dividen yg dibayarkan kepada pemegang saham akan berbeda beda setiap tahunnya yg diambilkan dari 40 persen dari keuntungan yg dihasilkan.

#3. Kebijakan Dividen Fleksibel

Pada tipe kebijakan dividen ini, besar kecil dividen yg dibayarkan setiap tahunnya akan diubahsuaikan dengan kondisi finansial perusahaan.

Setiap waktu perusahaan akan selalu mengalami perubahan., baik kondisi internal maupun eksternal. Untuk itu, dividen yg dibagikan akan mengikuti perkembangan kondisi perusahaan yg berbeda beda setiap tahunnya.

Bahkan apabila kondisi keuangan perusahaan dirasa tidak memungkinkan, maka dividen tidak akan dibayarkan.

#4. Kebijakan Dividen Residual

Tipe kebijakan dividen residu ialah dividen dibayarkan hanya apabila ada keuntungan yg tersisa sehabis perusahaan melsayakan investasi.

Apabila keuntungan yg diinvestasikan kembali tidak tersisa, maka tidak ada pembagian dividen.

Makara keuntungan yg dihasilkan akan dipakai untuk investasi, gres sehabis investasi dilsayakan dan ternyata masih ada sisa laba, maka sisa tersebut dibagikan dalam bentuk dividen.

Biasanya, tipe investor yg bahagia dengan kebijakan dividen residual ini ialah investor jangka panjang yg tidak mengharapkan dividen, namun lebih mengharapkan perkembangan perusahaan.

#5. Kebijakan Dividen Rendah + Ekstra

Maksudnya ialah Kebijakan dividen yg dibayarkan secara rutin disetiap periode dengan jumlah yg rendah.

Ketika kondisi keuntungan normal, dividen yg dibagikan akan tetap rendah.

Namun walaupun ditetapkan rendah, dikala perusahaan berhasil meraih keuntungan yg tinggi, perusahaan akan menambah "ekstra" dividen tersebut.

Penambahan. dividen ekstra ini biasanya akan direspon baik oleh pasar dan harga saham perusahaan mengalami kenaikan.

Pengumuman Dividen 

Pengumuman dividen ialah sebuah informasi yg sangat direspon pasar. Pengumuman keuntungan dan pengumuman dividen sering dipakai manajer perusahaan untuk memperlihatkan informasi bahwa perusahaan tersebut berprestasi dan mempunyai prospek yg cerah.

Bahkan berdasarkan pendapat Aharony dan Swary [1980] dalam Nurhidayati [2006] menyatakan bahwa informasi pengumuman dividen lebih bernilai daripada pengumuman informasi keuntungan (earning) perusahaan.

Ada anggapan bahwa dengan adanya pembayaran dividen yg besar ada kecenderungan nilai saham perusahaan akan meningkat. Hal ini ialah anggapan investor yg melihat bahwa perusahaan tersebut bisa untuk membagikan keuntungan.

Namun pembayaran dividen yg besar juga berdampak pada kemampuan modal perusahaan untuk melsayakan pengembangan usaha. Usaha yg tidak berkembang akan menimbulkan turunnya nilai saham perusahaan.

Pada kondisi pasar modal yg sempurna. Penundaan membayar dividen kepada para pemilik saham yg bertujuan untuk melsayakan pengembangan perjuangan dan investasi yg menguntungkan akan berdampak pada kenaikan nilai saham.

Sepanjang perusahaan mempunyai planning pengembangan dan investasi yg returnnya meyakinkan. Perusahaan akan memakai keuntungan yg dihasilkan tersebut untuk mendanai rencananya.

Apabila terdapat kelebihan keuntungan yg digunakan, maka kelebihan keuntungan tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham. Namun apabila tidak ada kelebihan keuntungan maka tidak ada dividen yg bisa dibagikan kepada pemegang saham.

Walaupun pada kenyataannya, ada sejumlah perusahaan yg membayar dividen dengan stabil dan cenderung menghindari pengurangan dividen yg dibayarkan. Hanya sebab administrasi ingin memperlihatkan bahwa perusahaannya mempunyai kemampuan menghasilkan keuntungan yg besar dan mempunyai prospek yg manis yg bisa membayar deviden kepada para pemegang sahamnya.