Friday, July 12, 2019

Perolehan Aset Tetap

Perolehan Aktiva Tetap


Banyak macam cara dalam proses perolehan aset tetap, nanti aku akan posting satu satu dan pola kasusnya, diantaranya
  • Dibeli secara tunai 
  • Dibeli dengan cara mencicil
  • Pertukaran
  • Dibangun sendiri
  • Dibeli dengan saham
Pada konsep dasarnya, perolehan aset tetap disayai sebesar HARGA PEROLEHAN.

Apa itu harga perolehan ?

Harga perolehan yaitu SELURUH BIAYA yg dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap tersebut mulai dari biaya pembelian sampai semua biaya yg timbul sampai aset tetap tersebut siap dipakai atau dioperasikan.

Singkatnya:

Harga beli + semua biaya yg timbul dari proses pembelian sampai aset siap digunakan


 Banyak macam cara dalam proses perolehan aset tetap Perolehan Aset Tetap
Perolehan Aktiva Tetap

Aset Tetap Dibeli Tunai

Aset tetap yg diperoleh dengan dibeli secara tunai dicatat sebesar nominal yg dibayarkan.

Biasanya terdiri atas harga beli aset tetap termasuk juga didalamnya bea impor dan PPN masukan ditambah dengan semua biaya yg dikeluarkan untuk mendapat aset tetap tersebut

Seperti beban angkut, biaya pasang, ongkos balik nama, beban bongkar muat, juga biaya ibarat membayar profesional yg dibutuhkan.

Dan apabila dalam pembelian tunai aktiva tetap terdiri dari banyak sekali macam aset tetap, maka harga pokok masing masing aset tersebut ditetapkan berdasar harga pasar relatif.

Apabila harga pasar relatif tidak diketahui, maka alokasi harga perolehan aset sanggup dilsayakan berdasar surat bukti dari suatu entitas/lembaga independen contohnya pajak.

Contoh Soal

PT Blimbing yg beroperasi di  Kota Malang membeli sebuah mesin dari perusahaan supplier di Surabaya seharga Rp 1000, Pph 22 sebesar 7.5%

PT Blimbing, mesin dikirim via kurir yg ditunjuk, ongkos kirim dari Surabaya ke Malang sebesar Rp 100, dan instalasi pemasangan mesin memakan biaya Rp 50, dan asuransi pengiriman sebesar Rp 15

Bagaimanakan perlsayaan sayantansi atas pembelian mesin tersebut ?

* Penilaian Aset:

Jika di uraikan, semua pengeluaran untuk memperoleh mesin tersebut yaitu sbg berikut :

Pembelian 1000
Pph 22 75
Ongkos Kirim 100
Asuransi 15
Biaya Instalasi    50
 Total Biaya 1240

Total biaya yg dikeluarkan sebesar Rp 1.240 merupakan harga perolehan atas mesin tersebut

* Pengsayaan Aset (pencatatan)

Pencatatan wajar:

Debit | Mesin Rp1.240
Credit | Kas Rp1.240

Pencatatan tidak wajar:

Debit |Mesin 1000
Debit | Pph 22 75
Debit | Ongkos Kirim 100
Debit | Asuransi 15
Debit | Biaya Instalasi 50
Credit  | Kas 1240


Pertanyaannya: 

Apa alasan mengapa pada penjurnalan yg pertama dikatakan masuk akal sedangkan penjurnalan kedua tidak masuk akal ? 

Ini dikarenakan, hendaknya pengeluaran/biaya yg dikeluarkan disayai dikala periode dimana manfaat atas pengeluaran tersebut akan didapat/diperoleh.

Dalam pola tadi, apabila dilsayakan penjurnalan ibarat yg kedua, maka ketika penutupan buku akan terlihat beban yg sangat tinggi.

Bahkan mungkin sanggup menakibatkan PT. Blimbing terlihat ibarat mengalami kerugi yg sangat besar alasannya yaitu pembebanan biaya kirim dan biaya instalasi secara bersamaan. 

Sementara itu mesin yg diperoleh masih belum menghasilkan produk (output)

Mesin masih tidak memperlihatkan manfaat 

Sedangkan pada periode berikutnya keuntungan akan nampak tinggi alasannya yaitu biaya yg disayai dikala pembelian mesin yg sudah dimanfaatkan tidak ada alasannya yaitu sudah disayai dikala periode pembelian..

Pencatatan akan menjadi masuk akal kalau semua biaya biaya yg dikeluarkan tadi dikapitalisi atau disayai sbg Harga Perolehan mesin 

Kemudian pembebanannya dialokasikan secara sedikit demi sedikit pada periode berikutnya, periode dimana manfaat dari mesin tersebut dirasakan.

Pembelian Aset Tetap secara Gabungan (Lumpsum)


Apabila aset tetap yg dibeli secara gabungan, atau lebih dari satu jenis aset tetap, harga perolehannya dialokasikan atau dibagi kepada masing masing aset tersebut.

Pengalokasian harga perolehan campuran berdasar pada perbandingan nilai masuk akal pada tiap aset yg bersangkutan.

Contoh :

Suatu tanah, bangunan dan peralatan diperoleh dengan harga Rp.8000, berdasarkan taksiran fiskus, harga masing-masing aktiva tersebut yaitu :

Tanah Rp. 3.100, bangunan Rp. 2.500 dan peralatan Rp. 1.500

Maka untuk memilih harga perolehan masing-masing aktiva tersebut yaitu :

 Banyak macam cara dalam proses perolehan aset tetap Perolehan Aset Tetap
Perolehan Aset Tetap

Dan jurnalnya sbg berikut:

Debit | Land 3.500
Debit | Building 2.800
Debit | Equipment 1.700
Credit  |
Cash
8.000

Aset yg di catat yaitu harga perolehan bukan taksiran dari fiskus, tapi sehabis ditambahi pembagian selisih harga beli secara keseluruhan yg sudah didistribusikan.


Baca juga lanjutan goresan pena ini wacana perolehan aset tetap: