Tuesday, April 16, 2019

Hutang Lancar, Jenis Jenisnya Dan Mengapa Dibutuhkan

Utang lancar yaitu kewajiban untuk mengeluarkan sumber daya yg dimiliki, yg mengandung nilai ekonomi untuk membayar kewajiban yg muncul atas insiden masa kemudian dalam jangka waktu yg pendek. Begitulah pengertian utang lancar berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Ribet kan?

Agar tidak terlalu ribet, aku mencoba menjelaskannya semudah mungkin. Seperti apa itu utang lancar. Mengapa utang lancar diperlukan? dan contohnya?

Utang lancar yaitu kewajiban untuk mengeluarkan sumber daya yg dimiliki Hutang Lancar, Jenis Jenisnya dan Mengapa Dibutuhkan

Pengertian Utang Lancar

Utang lancar yaitu kewajiban yg harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Sekali lagi satu tahun. Tidak boleh lebih. Begitu aturannya. Menurut standar sayantansi yg berlsaya.

Untuk itu, utang lancar juga sering disebut dengan utang jangka pendek. Atau kewajiban jangka pendek. Atau kewajiban lancar. Dalam bahasa inggris: current liabilities.

Apanya yg lancar?

Maksudnya jatuh temponya yg sebentar. Lebih dari itu, tidak disebut utang lancar lagi.

Semakin cepat, semakin lancar.

Mengapa harus tidak lebih dari satu tahun? sejujurnya ini agak membingungkan.

Ini unik. Jika lebih dari satu tahun, namanya sudah lain. Bukan utang lancar lagi tapi utang jangka panjang. Atau utang tidak lancar. Atau paling tidak disebut dengan utang jangka menengah.

Terserah saja mau disebut yg mana. Yang jelas, bukan hutang lancar.

Mengapa satu tahun?

Mungkin menyerupai konsesi dimasyarakat ini: setir kendaraan (di Indonesia) ada disebelah kanan.

Kenapa tidak di kiri? menyerupai dinegara lain? atau mengapa harus makan dengan tangan kanan? dan mengapa tangan kiri itu tidak sopan?

Atau mungkin alasan ini: alasannya yaitu periode sayantansi itu lamanya satu tahun. Tutup bukunya selama satu tahun.

Kaprikornus utang yg jatuh temponya kurang dari satu tahun disebut utang lancar. Sepertinya, alasan ini yg masuk akal.

Pokoknya. Aturannya sudah menyerupai itu. Standar sayantansinya begitu. Kita nurut saja.

Mengapa Butuh Utang Lancar? 

Alasannya sama dengan alasan jenis utang yg lainnya: kebutuhan.

Dan kebutuhannya tidak sanggup dipenuhi. Atau belum sanggup dipenuhi dalam jangka waktu yg singkat. Oleh arus kas yg ada. Maka munculla utang lancar ini. Sebagai solusi pembayaran sementara.


Jenis Jenis Utang Lancar

Jenis utang lancar sanggup klasifikasikan 2 golongan. Yang pertama: utang yg sudah niscaya jumlahnya. Yang kedua: utang yg sanggup ditaksir jumlahnya.

B. Utang yg Bisa Tentukan Jumlahnya

Utang lancar jenis ini sanggup ditentukan jumlahnya. Juga tanggal jatuh temponya. Secara pasti: kapan harus membayar atau mencicil.

#1. Utang Usaha

Utang perjuangan atau utang dagang (account payable) ada alasannya yaitu adanya pembelian barang atau jasa secara kredit. Barang atau jasa sudah diterima, namun belum dibayar. Barang dan jasanya bekerjasama eksklusif dengan operasional perusahaan.

Contoh:
  1. Perusahaan dagang: membeli persediaan barang dagang
  2. Perusahaan manufaktur: membeli bahan. bsaya atau bahan. bsaya penolong
  3. Perusahaan jasa: membeli barang operasional unuk usaha
Utang perjuangan tidak ada surat perjanjian tertulis. Cukup dengan faktur penjualan. Karena sudah "langganan". Pembeli dan penjualnya sudah saling percaya. Jatuh temponya tidak lebih dari 3 bulan. Atau hanya 1 bulan saja. Atau bahkan cuma 2 ahad saja.

Bagaimana kalau ternyata ada surat perjanjian tertulis?

Itu beda lagi. Namanya yaitu wesel bayar. Atau utang wesel. Bukan utang perjuangan lagi. Nanti akan dijelaskan.

Contohnya: perusahaan mebel membeli bahan. bsaya secara kredit. Bahan bsaya itu dipakai dalam aktivitas operasional. Maka itu pembelian itu menjadikan utang usaha. 

Tapi, contohnya perusahaan mebel tersebut membeli tanah dan bangunan untuk workshop secara kredit. Itu tidak termasuk utang usaha. Karena tidak bekerjasama eksklusif dengan operasional. Hutang menyerupai itu disebut dengan investasi.

Walaupun nanti gedung tersebut dijadikan daerah produksi. Namun biasanya, jatuh temponya lama: lebih dari satu tahun. Maka transaksi itu menghasilkan utang jangka panjang. Bukan utang usaha.

Penjelasan yg lebih rinci, pola dan juga perlsayaan sayantansinya silahkan anda baca di:

Pengertian Hutang Usaha: Ciri Ciri, Contoh dan Perlsayaan Akuntansinya

#2. Wesel Bayar

Wesel bayar sama dengan utang usaha. Penyebabnya juga sama: pembelian barang secara kredit. Tapi ada bedanya. Wesel bayar membutuhkan surat perjanjian tertulis. Resmi. Ada tanda tangan kreditur dan debiturnya.

Beda dengan utang usaha. Yang buktinya hanya nota penjualan saja.

Wesel bayar lebih formal. Lebih resmi. Ada hitam diatas putihnya.

Apa ada bunganya?

Ada wesel bayar yg berbunga. Ada juga yg tidak. Tergantung dari perjanjiannya. Tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak.

Oh ya, ini lagi. Utang perjuangan sanggup bermetamorfosis wesel bayar. Nota penjualan diganti dengan perjanjian utang piutang wesel. Itu sanggup terjadi kalau debiturnya tidak bayar. Dan berubahnya status ini disepakati oleh kedua belah pihak.

Tapi anda harus hati hati. Membedakan wesel bayar. Karena ada wesel bayar yg bukan utang lancar. Tapi utang jangka panjang. Bedanya terdapat pada jatuh temponya.

Wesel bayar dengan jatuh tempo diatas satu tahun: bukan utang lancar. Tapi utang jangka panjang.

#3. Hutang Dividen

Dividen yaitu belahan keuntungan perusahaan yg dibagikan kepada pemegang saham. Kenapa ada hutang dividen?

Karena perusahaan sudah berjanji membayar dividen. Tapi belum dibayar: munculah hutang dividen.

Kapan hutang ini muncul?

Secara resmi. Hutang dividen akan muncul saat perusahaan mengumumkan akan membagikan keuntungan yg dihasilkan.

Hutang dividen wajib dibayar secara tunai. Dalam tempo satu tahun sehabis pengumuman dilsayakan. Pembayarannya sanggup memakai uang tunai atau non tunai. Tergantung jenis dividen yg dibagikan.

#4. Hutang Gaji dan Upah

Yang ini terang utang lancar. Hutang kepada pegawai. Upah dan gaji. Pegawai rasanya tidak akan sanggup menunggu tunggakan pembayaran honor berbulan bulan. Harus segera ditunaikan.

Efeknya sanggup gawat: mogok kerja. Sudah banyak kasusnya. Juga efek buruknya.

Contohnya perusahaan ini: PT Kertas Leces. yg menunggak pembayaran honor hingga 6 tahun. Nasibnya: pailit.

Kasihan karyawannya. Kerja rodi.

Padahal dulu perusahaan kertas ini berjaya. Ekspor ke banyak negara. Padahal karyawan yaitu ujung tombaknya. Kini nasibnya tragis.

#5. Hutang Bonus

Hutang bonus sama dengan utang gaji. Bedanya: tidak semua karyawan mendapat bonus. Hanya karyawan yg memenuhi kriteria tertentu yg mendapatkannya. Hutang ini harus dibayarkan sebelum ganti periode. Ganti tahun.

Hutang bonus yaitu reward untuk pegawai. Bonus sanggup meningkatkan produktifitas karyawan.

# 6. Uang Muka dan Penghasilan yg Diterima di Muka

Atau down payment. Ketika perusahaan mendapat pesanan dari pelanggan. Dan pelanggan memperlihatkan uang muka sbg tanda jadi. Atau bahkan membayar penuh diawal. Maka perusahaan mempunyai utang lancar yg harus dibayarkan kepada pelanggan. Tidak berupa uang. Tapi berupa barang atau jasa yg dipesan.

Utang ini akan berakhir kalau perusahaan telah menunaikan kewajibannya: memperlihatkan pesanan pelanggan.

B. Utang yg Bisa Ditaksir Jumlahnya

Utang lancar jenis ini jumlahnya belum pasti. Juga jatuh temponya. Tapi sanggup ditaksir dengan melsayakan perhitungan. Berikut contohnya:

#1. Hutang Pajak Penghasilan

Hutang lancar kepada pemerintah. Dalam bentuk pajak. Atas pendapatan kena pajak yg dihasilkan oleh perusahaan. Utang ini sanggup ditaksir jumlahnya: hitung berdasarkan keuntungan yg dihasilkan periode sebelumnya. Dihitung sesuai dengan hukum pajak. Dikalikan tarif pajaknya.

Hutang ini dihentikan menjadi hutang jangka panjang. Harus hutang lancar. Pembayarannya dihentikan telat. Jika telat: denda melayg. Jika tidak dibayar: eksekusi menantang.

#2. Hutang Hadiah

Dalam melsayakan promo produk. Salah satu caranya yaitu dengan memperlihatkan iming iming hadiah kepada pelanggan. Agar mereka tertarik dengan produknya.

Hadiah ini biasanya diundi. Menggunakan kupon. Pelanggan mengumpulkan kupon undian. Waktunya perusahaan yg menentukan. 

Kelak, saat sudah datang waktu undian. Perusahaan wajib melunasi hadiah. Wajib memperlihatkan hadiah yg dijanjikan kepada pemenang undian.

Utang hadiah ini muncul saat perusahaan tetapkan untuk mengadakan undian berhadiah. Jatuh temponya: ditentukan sendiri oleh perusahaan.

#3. Hutang Garansi

Garansi menempel pada suatu produk. Perusahaan sanggup memperlihatkan garansi untuk kenyamanan pelanggannya. Dari bahaya rusaknya kualitas produk yg dibelinya. Hutang garansi tidak akan jatuh tempo hingga ada yg pelanggan yg mengklaim kerusakan barang.

**

Tambahan.. Ada jenis hutang lancar yg sebelumnya bukan hutang lancar.

# Utang Jangka Panjang yg Akan Jatuh Tempo

Ini yaitu utang jangka panjang yg berubah. Menjadi utang lancar. Atau utang jangka pendek.

Ada pendapat: utang ini tetap hutang jangka panjang. Bukan utang lancar. Tapi nyatanya: ada kebutuhan kas yg harus dipersiapkan untuk pembayaran.

Ada utang yg harus segera dibayar. Dalam jangka pendek. Tidak lebih dari satu tahun. Harus sudah lunas. Walau itu utang jangka panjang sekalipun. Jika anda berbeda pendapat. Beri tahu aku di kolom komentar. Mari diskusikan. Terima kasih.