Setidaknya, ada 6 teori struktur modal yg banyak dikenal. Struktur modal yaitu persentase sumber dana perusahaan: hutang dan modal (saham/kepemilikan) perusahaan. Atau perbandingan antara: modal sendiri dan modal dari hutang.
Modal sanggup berasal dari: setoran modal (saham) dan keuntungan ditahan.
Utang sanggup berupa: obligasi dan hipotik. Atau wesel
Didalam laporan keuangan, struktur modal akan terlihat menyerupai ini:
Yang bertanda merah: itulah struktur modal.
Ya. Hanya itu.
Tapi pembahasannya: tidak "hanya itu" itu. Lebih kompleks. Tidak sesederhana kelihatannya.
Bahkan pengaruhnya: merubah harga saham. Saham sanggup naik, sanggup turun. Bahkan sanggup membuat.: kegagalan perusahaan.
Pengelola struktur modal sangat penting. Sampai muncul jago ahli manajemen. Yang fokus mempelajari struktur modal perusahaan. Hingga memunculkan teori struktur modal.
Teori Struktur Modal
- Teori pendekatan tradisional
- Teori pendekatan MM (Modigliani dan Miller)
- Teori trade off
- Teori pecking order
- Teori asimetri informasi dan signaling
- Teori keagenan
1. Teori Pendekatan Tradisional
Benar benar teori yg tradisional.
2. Teori Pendekatan Modigliani and Miller (Teori MM)
# Teori MM Tanpa Pajak
Nama lengkapnya: Franco Modigliani. Orang amerika kelahiran italia. Dan Merton Howard Miller. Kelahiran Boston, Amerika. Keduanya sama sama lulusan Carnigie Mellon Univercity. Kampus di negara kepingan Pennsylvania, Amerika. Disana, keduanya mengambil jurusan: Administrasi industri (GSIA).Pengalamannya didunia bisnis memang minim. Tapi mereka berdua terus melsayakan penelitian. Yang bekerjasama dengan dunia bisnis. Hingga pada tahun 1958, mereka menemukan teori yg mereka namakan: M&M Theorem (teori MM).
Sesuai dengan abreviasi nama keduanya: MM. Teorinya ini bahkan mengantarkan mereka mendapat nobel ekonomi.
Teori yg mereka paparkan: mengejutkan. Katanya: struktur modal TIDAK MEMPENGARUHI nilai perusahaan. Saya ulangi: tidak mempengaruhi.
Bertentangan dengan teori tradisional. Yang terkenal sebelumnya. Yang telah dipercaya banyak orang. Tentu saja: teori ini banyak yg menentangnya. Namun keduanya tetap pada pendiriannya.
Menurutnya: nilai perusahaan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan itu sendiri. Alias keuntungan yg dihasilkan dan resikonya. Tidak dipengaruhi oleh faktor yg lain. Termasuk struktur modalnya.
Kinerja perusahaan bagus: nilai perusahaan naik
Kinerja perusahaan jelek: nilai perusahaan turun
Diutak atik bagaimanapun struktur modalnya: sama sekali tidak berpengaruh.
Ternyata: asumsi yg digunakan diteori ini: dinilai tidak reliable. Begini asumsinya:
![]() |
| infografis: teori struktur modal mm tanpa pajak |
# Kelemahan Teori MM Tanpa Pajak
Asumsi tersebut dikritik. Hampir semua asumsinya: sulit ditemui. Di dunia nyata.Terutama asumsi ini: tidak ada pajak. Pajak diabaikan. Dalam perhitungan.
Hampir semua negara di dunia: terdapat pajak. Apalagi pajak yg berkaitan dengan keuntungan perusahaan. Hampir niscaya ada.
Memang ada beberapa negara yg bebas pajak. Umumnya negara negara kecil. Kecil sekali. "tidak ada" dalam peta. Penduduknya sedikit. Itupun jumlahnya sedikit sekali. Hanya ada beberapa. Contohnya ini: Cayman Islands.
Pernah mendengar? kebanyakan belum. Jumlah penduduknya: 60 ribu jiwa. Jumlah itu lebih kecil daripada jumlah penduduk Kraksaan. Sebuah kecamatan kecil di kabupaten probolinggo. Jatim.
Atau bila seluruh penduduknya berkumpul Gelora Bung Karno: masih kurang. Kapasitasnya lebih dari 80 ribu.
Coba anda cari di google map lokasinya. Dinegara itu: banyak perusahaan besar berdiri. Tapi hanya suratnya saja. Akta lahirnya saja. Kegiatan usahanya ada ditempat lain. Dinegara lain. Akta perusahaannya sengaja didirikan dinegara itu. Agar bebas pajak.
Memang ada negara negara kaya. Yang juga bebas pajak. Tapi juga tidak banyak. Seperti swiss, dan negara negara minyak. Seperti Bahrain, Yaman, Qatar. Tapi yg bebas pajak yaitu penghasilan rakyatnya. Pajak korporasi: tetap ada.
Kaprikornus asumsi yg digunakan MM tidak relevan. Dengan kondisi yg ada. Bisa dipakai: hanya dinegara negara tertentu. Yang jumlahnya 1-2 saja.
# Teori Struktur Modal MM dengan Pajak
Setelah banyak dikritik. Dan dipikirkan kembali. Tahun 1963: Modigliani dan Miller merevisi teorinya. Tidak lagi mengabaikan pajak. Pajak dimasukkan kedalam perhitungan teorinya.Hanya menambah variabel hutang: teorinya beda.
Hasilnya: hutang sanggup mempengaruhi nilai perusahaan. Dengan kata lain: struktur modal mempengaruh saham.
Tidak sama dengan teori sebelumnya. Yang mereka buat sendiri.
Teorinya begini: hutang sanggup membantu perusahaan menghemat pajak.
Pajak yaitu kewajiban kepada negara. Artinya: ada ajaran kas keluar. Semakin besar pajaknya: semakin besar alian kas keluar.
Semakin besar kas keluar: semakin menurun nilai perusahaan.
Hutang ternyata sanggup membantu alur itu. Membantu ajaran kas keluar itu. Membantu menaikkan nilai perusahaan itu. Senjatanya ini: bunga utang.
Disemua hukum wacana pajak dinegara, sedunia: bunga utang mengurangi pajak. Bunga utang akan menguranig keuntungan sesudah pajak (EBIT).
Pajak yg berkurang: ajaran kas keluar berkurang.
Aliran kas keluar berkurang: nilai perusahaan meningkat.
Kesimpulan teori MM dengan pajak: semakin banyak utang, semakin tinggi nilai perusahaan.
Untuk menaikkan nilai perusahaan, saran teori MM ini: perbanyak hutang.
# Kelemahan Teori MM dengan Pajak
Teori MM pertama yg mengabaikan pajak: dikritik.Teori MM yg memperhitungkan pajak: dikritik
Yang dikritik yaitu ini: mengabaikan risiko hutang. Ini kelemahannya.
MM tidak memperhatikan bahwa ada risiko disetiap hutang: risiko gagal bayar.
MM menyarankan: perbanyak utang. Agar nilai perusahaan meningkat. Tanpa melihat bahwa: ada risiko pada utang.
Semakin besar utang: semakin besar risiko.
Semakin besar risiko: nilai perusahaan semakin turun. Begitu kira kira maksud dari para pengkritik.
Bahwa: utang ada batasannya. Di titik tertentu. Ini yg tidak diperhatikan oleh MM.
3. Teori Pecking Order
Majalah bisnis dunia: Fortune. Hampir setiap tahun merilis: orang terkaya dunia, negara terkaya, dan semua ter - ter lainnya. Termasuk juga perusahaan terkaya dunia.Tahun 1961 Majalah itu merilis: 500 perusahaan terkaya didunia. Ada orang yg penasaran. Mengapa mereka sanggup kaya. 500 perusahaan itu kemudian diteliti: nilai perusahaannya dan komposisi struktur modalnya. Juga acara keuangannya.
Penilitinya: Gordon Donaldson. Orang skotlandia. Inggris Raya. Tidak semua perusahaan diteliti. Hanya sampelnya saja: 175 perusahaan.
Hasilnya. Gordon menemukan: kemiripan acara pendanaan. Yang menyerupai adalah: urut urutan sumber dana nya.
Ternyata, pendanaan perusahaan ada urutannya. Diawali dari: yg tidak berisiko kemudian yg berisiko.
Kira kira, urutannya begini
# Pilihan Pertama: Laba Ditahan
Pilihan pendanaan yg tidak berisiko pertama: pendanaan dari internal perusahaan.Pendanaan dari internal: laba ditahan. Tidak ada yg lain.
Laba ditahan yaitu yg paling tidak berisiko. Bahkan ada yg bilang: tidak punya risiko.
Laba ditahan yaitu sisa keuntungan perusahaan di tahun sebelumnya. Yang tidak dibagikan menjadi dividen.
Sisa keuntungan digunakan. Untuk perluasan perusahaan. Tentu tidak mengandung risiko. Bahkan tanpa perlu mengeluarkan biaya modal. Untuk mendapatkannya. Gratis.
Bagaimana kalau tidak punya keuntungan ditahan? atau keuntungan ditahan tidak mencukup jumlahnya?
Pilihan berikutnya: pendanaan dari eksternal.
Pendanaan dari eksternal: ada banyak. Yang dipilih dulu: yg punya risiko paling rendah. Kalau tidak ada: pilih yg akhirnya lebih tinggi. Begitu seterusnya.
Kedua: Utang
Pendanaan eksternal dengan risiko rendah yg pertama: utang.Risiko hutang tidak besar. Tidak menjadikan harga saham turun. Begitu kira kira kata teori ini.
Alasannya:
- Hutang sanggup jadi leverage (pengungkit) performa perusahaan.
- Jumlah dan persentase saham beredar tetap. Tidak berubah. Jumlah saham milik investor: tidak akan berkurang.
- Bunga menjadi pengurang pajak.
Ketiga: Penerbitan Saham Baru
# Kelemahan Teori Pecking Order
Rencana ekspansi: berjalan lebih lama.
Cenderung main aman. Menghindari risiko. Dalam dunia bisnis: high risk high return. Bergeraknya ada pakem pakemnya. Kurang luwes.
Anda sanggup membaca teori pecking order lebih lanjut disini:
Penjelasan Teori Pecking Order dalam Struktur Modal
4. Teori Keagenan (Agency Approach)
# Agen Bekerja untuk Kepentingan Sendiri
Awalnya, sebab ada batasan diantara keduanya. Meski administrasi ditunjuk oleh investor. Tapi ruang gerak investor dibatasi. Tidak boleh ikut campur. Terutama dalam hal teknis. Kecuali: investor merangkap jadi manajemen. Dan langkah langkah strategis perusahaan. Yang diputuskan investor. Dalam RUPS.
Batasan ini membuat. administrasi punya celah: bermain curang. Untuk manfaatnya sendiri. Manajemen menjalankan perusahaan: dengan caranya sendiri. Dengan metodenya sendiri. Dengan perkiraannya sendiri. Yang dilsayakannya sendiri.
Mereka hanya perlu: melaporkan kegiatannya. Pada pemilik perusahaan. Sebagai bentuk tanggung jawabnya.
Proses pelaporan ini: ada celah kecurangan. Manajemen laba.
Manajemen sanggup melaporkan angka yg bukan angkanya. Bisa menuliskan kegiatan yg tidak dilsayakannya. Tanpa ketahuan.
Pemilik memang akan menyidik laporannya: audit laporan keuangan. Tapi itupun sanggup dihindari. Bisa disembunyikan. Bisa tidak ketahuan. Bisa ada suap suapan. Dan tindakan lainnya.
# Asimetri Informasi
Tugas administrasi yaitu menjalankan perusahaan. Setiap hari. Mereka akan ada di perusahaan itu. Mereka keluarpun, hanya untuk keperluan perusahaan itu.Sampai mereka hafal. Dengan sudut sudut perusahaan. Hafal dengan data data perusahaan. Tahu dengan detail rencana perusahaan. Mencermati angka angkanya. Kenal para suppliernya. Dekat dengan pelanggannya.
Manajemen tahu prospeknya. Tahu peluangnya. Tahu hambatannya. Tahu permasalahnnya. Juga solusinya.
Intinya: administrasi sangat banyak wacana perusahaan. Dan detail detailnya. Informasinya lebih lengkap dibandingkan pemilik perusahaan itu sendiri: para pemegang saham.
Pemegang saham tidak tahu sedetail manajemen. Karena mereka tidak menjalankannya.
Informasi jadi tidak seimbang. Manajemen lebih tahu daripada pemegang saham.
Ini dinamakan: asimetri informasi.
Atau ketimpangan informasi. Antara administrasi dan pemegang saham.
Apa masalahnya?
Seperti yg dijelaskan tadi: administrasi laba.
Ketidaktahuan pemegang saham sanggup dimanfaatkan manajemen. Untuk mengambil keuntungan pribadi. Seperti dikala anda membeli durian. Pedagang lebih tahu: durian manis dan durian jelek. Anda tidak tahu. Pedagang sanggup saja menawarkan durian yg tidak bagus. Dengan harga mahal. Karena anda tidak tahu. Penjual sanggup saja menawarkan informasi yg tidak benar. Atas durian yg anda beli.
Pedagang durian mendapat keuntungan. Karena adanya asimetri informasi.
Karena adanya duduk masalah keagenan di atas. Teori keagenan ini menyarankan untuk memperbanyak hutang dalam struktur modal perusahaan.
Hutang akan membuat. administrasi semakin diawasi. Oleh kreditor. Yang memberi utangan. Kreditur tidak mau kehilangan uang. Mereka sebisa mungkin akan mengawasi manajemen. Kreditur ingin perusahaan mempunyai arus kas yg lancar. Agar sanggup membayar utangnya. Beserta bunganya.
Kreditur ingin: memastikan perusahaan sanggup bayar utang. Untuk itu mereka juga akan turut mengawasi.
Semakin banyak yg mengawasi. Manajemen akan kesulitan untuk bermain curang: administrasi laba.
Artikel lebih lengkap wacana teori keagenan sanggup anda lanjutkan disini:
Penjelasan Teori Keagenan: Masalah dan Cara Mengatasinya
5. Teori Asimetri Informasi dan Signaling
Inti signaling theory (teori sinyal): administrasi menawarkan informasi. Dan informasi yg ditangkap oleh investor yaitu sinyal. Sinyal apa?
Jika informasi yg diberikan: bagus. Maka investor akan menangkap sinyal bagus: kenaikan harga saham.
Informasi yg diberikan manajemen. Terutama informasi yg sifatnya strategis. Yang mensugesti struktur modal apalagi. Akan selalu menjadi sinyal bagi investor. Bisa bagus. Bisa jelek.
Jika dihubungkan dengan asimetri informasi. Teori ini: titik temunya.
Pembagian informasi berarti perjuangan untuk menyamakan tingkat kepemilikan informasi. Walaupun mungkin masih tidak menghilangkan asimetri sepenuhnya. Setidaknya: gapnya diperkecil.
Bagaimana sinyal yg baik itu? Kabar menyerupai apa?
Menurut teori ini, kabar baik itu menyerupai ini: perusahaan mencari utang. Atau memenuhi kebutuhannya dengan berhutang. Seperti menerbitkan obligasi. Bukan dengan menerbitkan saham baru.
Lho.. kok bisa? menambah utang justru info bagus?
Bagus dari sisi investor. Atau calon investor. Pemegang saham perusahaan.
Bahkan sanggup menaikan nilai saham mereka.
Begini kira kira alurnya.
Teori signal terang mengatakan: utang membuat. harga saham meningkat. Seperti pada infografis diatas.
Anda baiklah atau tidak?
Namun investor memilik gayanya masing masing. Punya analisisnya masing masing. Memiliki pandangannya masing masing. Teori signal tidak sanggup dipaksakan. Untuk yg tidak setuju.
Yang niscaya baiklah yaitu ini: informasi yg diberikan akan berdampak pada harga saham. Bisa bagus. Bisa tidak bagus.



