Friday, April 5, 2019

Pemasaran Dan Pemasaran Stratejik

Secara substantif pemasaran (atau administrasi pemasaran) dan pemasaran stratejik mempunyai perbedaan dalam beberapa aspek menyerupai kerangka waktu, proses keputusan, kekerabatan dengan lingkungan dan lainnya (Jain, 2000:32). Aspek waktu dari administrasi pemasaran bersifat jangka pendek dan keputusan yg diambil berkaitan dengan waktu tertentu, proses keputusan cenderung top-down, serta lingkungan dianggap konstan. Sedangkan pemasaran stratejik bersifat jangka panjang dan keputusan yg diambil mempunyai implikasi jangka panjang, proses keputusan cenderung bottom-up, serta lingkungan dianggap sering berubah dan dinamis.
Cravens dan Piercy (2003:31-32) mengemukakan bahwa pemasaran stratejik merupakan proses market-driven dari pengembangan taktik yg mempertimbangkan perubahan. lingkungan dan kebutuhan untuk memperlihatkan superior customer value. Fokus dari pemasaran stratejik adalah pada kinerja organisasi. Dalam hal ini, pemasaran stratejik menghubungkan organisasi dengan lingkungan serta memandang pemasaran sbg suatu fungsi yg mempunyai tanggungjawab melebihi fungsi lain dalam keseluruhan acara bisnis (Sucherly, 2004:20).
Proses pemasaran stratejik mencakup empat tahapan, yaitu: analisis situasi stratejik, penyusunan taktik pemasaran, pengembangan acara pemasaran, serta implementasi dan pengendalian taktik pemasaran. Ini sesuai dengan yg dikemukakan Cravens dan Piercy (2003:32), sbg berikut:
Strategic
situation
analysis
Designing
marketing strategy
Marketing
program
development
Implementing
and managing marketing strategy
Lingkungan Pemasaran

Pengertian dan Pembagian Lingkungan Pemasaran

Lingkungan pemasaran terdiri dari sejumlah pelsaya dan atau kekuatan yg terlibat dalam acara pemasaran dan mensugesti keberhasilan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong (2001:13) pelsaya dan kekuatan dalam lingkungan pemasaran mensugesti kemampuan administrasi dalam menyebarkan dan memelihara keberhasilan kekerabatan dengan pasar sasarannya.

Suppliers
Environment
Company
(marketer)

Competitors

End user market

Marketing Intermediaries


Pelsaya dan Kekuatan Utama
Dalam Sistem Pemasaran

Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan pemasaran mikro terdiri dari perusahaan, pemasok, perantara, konsumen dan pesaing (Kotler, 2000:76; Kotler dan Armstrong, 2001:88). Sedangkan lingkungan pemasaran makro terdiri dari kekuatan societal lebih luas yg mensugesti lingkungan mikro; mencakup demographic, economic, natural, technological, political dan cultural (Kotler, 2000:76; Kotler dan Armstrong, 2001:93).
Lingkungan Pemasaran Mikro
Sebagai salah satu pelsaya dalam lingkungan mikro, perusahaan mengelola kegiatan pokok mencakup produksi, keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, serta riset dan pengembangan. Kelima kegiatan pokok perusahaan ini merupakan lingkungan internal perusahaan (Kotler dan Armstrong, 2001:88-89; Czinkota dan Kotabe, 2001:57). Sedangkan pemasok, perantara, konsumen dan pesaing berada di luar perusahaan merupakan lingkungan eksternal perusahaan. Dengan demikian lingkungan mikro terdiri dari:
1) lingkungan mikro eksternal yg mencakup pemasok, perantara, konsumen dan pesaing; dan
2) lingkungan mikro internal yg mencakup produksi, keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, serta riset dan pengembangan.
Pelsaya utama dalam sistem pemasaran dan berada di luar perusahaan yg terdiri dari konsumen, pemasok, mediator dan pesaing menggambarkan kekuatan dalam lingkungan mikro eksternal. Sedangkan kegiatan pokok perusahaan yg terdiri dari produksi, keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, serta riset dan pengembangan menggambarkan kekuatan internal perusahaan. Menurut Bowman (1990:30) kekuatan-kekuatan dalam lingkungan mikro itu saling mempengaruhi.
Urban dan Star (1991:16-17); Holley dan Sounders (1993:101-126); Walker, Boyd dan Larreche (1999:130-132); serta Bowman (1990:30-40) mengidentifikasi sejumlah indikator kekuatan pelsaya dalam lingkungan mikro eksternal, sbg berikut:
1) Kekuatan konsumen mencsayap jumlah konsumen dibandingkan dengan jumlah produsen, kemudahan kondumen berpindah dari produsen satu ke yg lain, tingkat kepentingan barang yg dibeli konsumen, tuntutan konsumen dan daya beli konsumen;
2) Kekuatan pesaing mencsayap csayapan bisnis, penguasaan pangsa pasar, arah tujuan yg ingin dicapai, kinerja pesaing dan taktik pemasaran;
3) Kekuatan pemasok bahan. bsaya mencsayap jumlah pemasok bahan. bsaya, kemampuan pemasok dalam mengendalikan bahan. bsaya, kemampuan pemasok dalam mengendalikan harga bahan. bsaya, kekerabatan pemasok dengan perusahaan dan tingkat kepentingan bahan. bsaya yg dipasok;
4) Kekuatan mediator mencsayap tingkat saluran distribusi, jumlah mediator untuk setiap saluran distribusi, pemahaman mediator perihal pasar, pemahaman mediator perihal produk, kemampuan mediator dalam mendistribusikan dan menjual produk, serta kekerabatan mediator dengan perusahaan.
Indikator kekuatan internal yg tersebar pada fungsi atau bidang kegiatan perusahaan diidentifikasi oleh Jain (2000:65); Perreault dan McCarthy (1996:122-123) serta Urban dan Star (1991:18), sbg berikut:
1) Kekuatan produksi atau operasi mencsayap kapasitas produksi, akomodasi produksi, teknologi produksi yg digunakan, efisiensi produksi dan kemampuan mengendalikan pasokan bahan. bsaya;
2) Kekuatan keuangan mencsayap struktur dan nilai aset, kanal memperoleh kredit, alokasi dana untuk setiap kegiatan perusahaan, santunan sumber daya keuangan dalam memenuhi kebutuhan dana setiap kegiatan dan efisiensi penggunaan sumber daya keuangan;
3) Kekuatan sumber daya insan mencsayap jumlah pegawai, kualifikasi pegawai, perencanaan sumber daya manusia, penarikan dan pengembangan pegawai, serta sistem kompensasi.
4) Kekuatan pemasaran mencsayap gambaran perusahaan atau produk, pemahaman perihal pasar, jaringan distribusi, pengembangan produk, efektivitas promosi,penetapan harga, serta kekerabatan dengan konsumen, pemasok dan perantara;
5) Kekuatan riset dan pengembangan mencsayap kualitas riset, relevanasi riset dengan kebutuhan pengembangan, ketersediaan sumber daya riset, akad administrasi terhadap riset dan pemanfaatan hasilnya, kerjasama dengan pihak lain, serta waktu pelaksanaan riset.