Apa Itu Dividen ?
Pengertian dividen ialah bab keuntungan higienis perusahaan yg dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan sahamnya pada perusahaan.Kita semua tahu bahwa salah satu tujuan perusahaan ialah untuk menghasilkan laba.
Dan deviden ialah keuntungan yg dibagikan kepada pemilik perusahaan. Simpel bukan ?
Dari sudut pandang investor atau pemegang saham, deviden ialah sumber pendapatan mereka selain capital gain.
![]() |
| Pembagian Deviden |
Apakah keuntungan wajib dibagikan ?
Tidak.
Laba higienis yg dihasilkan oleh perusahaan tidak harus dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden.
Ketika perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan dividen, untuk apa keuntungan yg dihasilkan tersebut ?
Laba tersebut akan dijadikan laba ditahan.
Laba akan dipakai kembali oleh perusahaan untuk mendanai kegiatannya.
Untuk diinvestasikan kembali.
Biasanya keuntungan yg ditahan akan dipakai kembali untuk membiayai:
- Kegiatan operasional
- Ekspansi atau pengembangan usaha
- Membayar utang
Kebijakan Dividen
Ketika perusahaan berhasil memperoleh laba.Muncul pertanyaan...
Apakah keuntungan akan dibagikan dalam bentuk dividen ataukah ditahan untuk dipakai kembali?
Mana yg lebih baik?
![]() |
| faktor dividen |
Sebelum membagikan dividen, ada beberapa hal yg perlu dipertimbangkan oleh manajemen. Diantarnya:
#1. Kebutuhan dana untuk membayar utang dan bunganya.
Ketika perusahaan mempunyai utang jangka panjang dan akan segera jatuh tempo.
Sebaiknya administrasi mengurungkan niatnya terlebih dahulu untuk membagikan dividen.
Laba sebaiknya ditahan untuk melunasi utang dan bunganya yg segera jatuh tempo agar bisa terhindar dari risiko gagal bayar dan dipailitkan oleh kreditur.
#2. Kestabilan laba
Apabila perusahaan bisa menghasilkan keuntungan yg cenderung stabil disetiap periode, dewan direksi perusahaan bisa memutuskan untuk membagikan dividen.
Namun apabila perusahaan tidak bisa menghasilkan keuntungan dengan konsisten, maka sebaiknya administrasi perusahaan bermain kondusif untuk tidak membagikan dividen.
Ketidakstabilan pembagian dividen pada setiap periode bisa berdampak jelek terhadap harga saham perusahaan.
Investor tidak ada yg menyukai ketidakpastian dan ketidak-konsistenan.
#3. Kemampuan berhutang
Perusahaan yg mempunyai kemampuan berutang yg besar kemungkinan bisa membagikan dividen yg tinggi.Apabila perusahaan memerlukan dana dan jikalau pendanaan tersebut bisa diusahakan dengan meminjam utang, maka perusahaan bisa membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.
Laba ditahan tidak diharapkan lagi untuk dijadikan sumber dana perusahaan.
#4. Likuiditas perusahaan
Likuiditas ialah kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek memakai aktiva lancar.
Semakin likuid, maka semakin besar kemungkinan perusahaan bisa membagikan dividen.
Jika likuiditasnya rendah, sebaiknya administrasi tidak membagikan dividen alasannya ialah ada risiko perusahaan tidak bisa membayar utang jangka pendeknya.
Kewajiban jangka pendek biasanya berupa utang terhadap supplier atau utang bank dengan nominal yg tidak terlalu besar.
Walaupun nominalnya tidak terlalu besar, namun jatuh temponya sangat cepat.
#5. Tingkat Ekspansi Aktiva
Pertumbuhan perusahaan membuat. kebutuhan perusahaan terhadap aktiva semakin tinggi.
Semakin tinggi kebutuhan aktiva, maka semakin kecil peluang dividen dibagikan alasannya ialah keuntungan akan dipakai untuk mengadakan aktiva perusahaan yg dibutuhkan.
Prosedur Pembayaran Dividen
Secara umum, pembagian dividen terdiri dari 5 prosedur.#1. Declaratin Date (Tanggal Deklarasi)
Tanggal deklarasi ialah tanggal dimana dewan direksi perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen kepada para pemegang saham dan jumlah nominal yg akan dibagikan.
Biasanya pengumuman dilsayakan bertepatan dengan rapat umum pemegang saham (RUPS)
#2. Holder of Record Date (Tanggal Pencatatan)
Tanggal pencatatan ialah tanggal dimana perusahaan akan mencatat para pemegang saham yg berhak mendapatkan dividen yg akan dibagikan.
#3. Cum-Dividend
Cum dividend ialah hari terakhir investor bisa melsayakan jual beli saham perusahaan yg masih mengandung hak mendapatkan dividen.
Apabila investor mempunyai saham perusahaan pada tanggal cum dividen, maka investor tersebut berhak atas dividen yg dibagikan.
#4. Ex-Dividend Date (Tanggap pemisahan dividen)
Ex dividen date ialah tanggal dimana pembeli saham pada tanggal ini tidak akan mendapatkan bab dividen yg dibagikan.
#5. Payment Date (Tanggal Pembayaran)
Payment date ialah tanggal pembayaran dividen yg dilsayakan oleh perusahaan sesuai dengan nominal yg telah ditentukan.Apa dividen bisa kuat terhadap harga saham ?
Bisa iya bisa juga tidak.
Ada beberapa pendapat yg menyatakan bahwa dividen bisa kuat terhadap harga saham dan ada yg beropini sebaliknya.
# Sinyal Dividen
Dividen bisa saja kuat terhadap harga saham perusahaan.
Menurut Battacharya dalam teori hipotesis sinyal dividen yg ia ciptakan, pengumuman pembagian dividen ialah sinyal dari perusahaan bahwa perusahaan berkinerja baik yg bisa menghasilkan keuntungan dan bisa dibagikan kepada pemegang saham.
Dalam banyak kasus, ada beberapa perusahaan yg tidak mau untuk tidak membagikan atau sekedar memotong jumlah dividen yg akan dibagikan.
Perusahaan percaya bahwa dengan memangkas deviden, investor akan menilai bahwa perusahaan sedang berada pada kondisi yg tidak bagus. Tidak memenuhi sasaran yg diharapkan.
Kondisi ini membuat. investor kurang yakin dengan prospek perusahaan dimasa depan dan memutuskan untuk tidak lagi berinvestasi di perusahaan tersebut.
Mereka akan menjual saham yg dimilikinya.
Hasilnya, harga saham akan turun.
Begitu juga sabaliknya.....
Apabila perusahaan membagikan atau bahkan menambah jumlah dividen.
Investor akan menilai bahwa perusahaan berkinerja dengan baik.
Melebihih expektasi yg diharapkan dan mempunyai prospek yg cerah.
Harga sahampun akan mengalami kenaikan.
# Dividen Tidak Relevan
Ada juga yg beropini bahwa dividen tidak akan kuat terhadap harga saham perusahaan.
Menurut Mogdiliani dan Miller yg mencetuskan teori dividen tidak relevan menyatakan bahwa nilai perusahaan tidak akan dipengaruhi oleh pembagian dividen perusahaan.
Menurutnnya, nilai perusahaan hanya di pengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mencari laba. Bukan pembagian dividennya.
Jadi, apakah dividen menghipnotis harga saham ?
Hal ini kembali kepada preferensi dan pandangan subjektif investor sendiri terhadap pembagian dividen.
Jenis Jenis Dividen
Deviden yg dibagikan kepada pemegang saham bukan hanya berupa uang tunai.
Walaupun uang tunai ialah dividen yg paling sering digunakan, ternyata dividen juga bisa dibayarkan dengan bentuk lain.
Setidaknya ada 5 macam dividen, antara lain:
# 1. Dividen Tunai
Sesuai dengan namanya, dividen tunai dibagikan dalam bentuk uang kas.
Mungkin inilah jenis dividen yg paling banyak dipakai oleh perusahaan alasannya ialah paling gampang dan paling disenangi oleh pemegang saham.
# 2. Dividen Saham
Sesuai dengan namanya, deviden saham ialah deviden yg dibayarkan memakai saham.
Dividen saham biasanya dilsayakan oleh perusahaan saat perusahaan kekurangan kas untuk membagikan dividen.
Misalnya, saat penjualan meningkat namun lebih banyak penjualan secara kredit sehingga menghasilkan piutang yg banyak dan kas yg minim.
Kondisi ini menjadi alasan perusahaan untuk membagikan dividen dengan saham.
Dan dengan tambahan. saham gres ini, jumlah saham para pemegang saham akan bertambah.
# 3. Dividen Properti
Dividen properti ialah pembagian keuntungan dalam bentuk barang atau aset perusahaan.
Makara perusahaan tidak akan mengeluarkan uang kas atau saham baru.
Properti yg dibagikan akan dinilai menurut nilai pasar properti yg bersangkutan.
Perhitungan deviden jenis ini lebih sulit daripada dividen saham dan dividen tunai.
Oleh alasannya ialah itu, dividen properti sangat jarang sekali diaplikasikan oleh perusahaan.
# 4. Dividen Skrip
Dividen skrip ialah dividen dalam bentuk surat utang.
Pemegang saham akan mendapatkan surat utang perusahaan.
Maksudnya begini...
Surat komitmen utang dalam dividen skrip menyatakan bahwa perusahaan berhutang kepada pemegang saham dan akan membayarkan pada waktu dan jumah tertentu sesuai dengan isi dari surat utang tersebut.
Makara saat membagikan dividen, perusahaan tidak akan mengeluarkan apapun untuk dibayarkan kepada pemegang saham.
Perusahaan akan membayarkan dividennya dilain waktu.
Biasanya...
Dividen skrip ini disertai dengan bunga.
Makara saat waktu pembayaran telah tiba, perusahaan akan membayarkan dividen plus bunganya.
Alasan perusahaan memakai dividen skrip biasanya alasannya ialah kekurangan uang kas atau uang kas yg tersedia akan dipakai terlebih dulu oleh perusahaan.
# 5. Dividen Likuidasi
Likuidasi adalah kebangkrutan.Ketika sebuah perusahaan membagikan dividen likuidasi, itu artinya perusahaan telah mengembalikan modal para pemegang saham alasannya ialah perusahaan bangkrut.
Perusahaan telah dipailitkan oleh pengadilan.
Tetapi, saat perusahaan sedang bangkrut, perusahaan tidak bisa serta merta membagikan dividen likuidasi.
Dividen likuidasi gres bisa dilsayakan apabila masih ada sisa kekayaan perusahaan sesudah bankrut.
Ketika bangkrut, semua aset perusahaan dipakai untuk pembayaran utang dan kewajiban perusahaan yg belum terpenuhi.
Dan jikalau ada sisanya, maka perusahaan bisa membagikan dividen likuidasi kepada pemegang saham.
Namun apabila tidak tersisa, maka pemegang saham tidak akan mendapatkan aset apapun.
Menghitung Dividen
Ada beberapa hal yg harus diketahui untuk bisa menghitung dividen yg dibagikan oleh perusahaan, antara lain:
- Laba bersih
- Dividend payout ratio [DPR]*
- Jumlah saham yg beredar.
*DPR ialah rasio dividen yg akan dibagikan terhadap keuntungan higienis perusahaan.
Contohnya:
Perusahaan Nivia Rotan pada tahun berjalan berhasil membukukan keuntungan higienis sebesar Rp 1.000.000. PT Nivia Rotan mempunyai 10.000 lembar saham yg beredar.
PT Nivia Rotan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 30 % dari keuntungan bersih. Sisanya akan dipakai kembali untuk perluasan perusahaan.
Dengan data tersebut, kita bisa menghitung besaran deviden perlembar saham yg akan diterima oleh pemegang saham.
Setelah nominal dividen diketahui, kita bisa menghitung besaran dividen perlembar saham yg diterima oleh pemegang saham
Makara setiap lembar saham akan mendapatkan bab dividen sebesar IDR 30
# Tambahan.: Perlsayaan Akuntansinya
Pencatatan pembagian dividen dimulai semenjak dividen diumumkan oleh perusahaan.
Diatas telah dijelaskan bahwa tanggal pengumuman pembagian dividen tidak sama dengan tanggal pembayaran dividen.
Makara penjurnalan terhadap dividen akan dicatat sebanyak 2 kali.
Yaitu saat dividen diumumkan dan dividen dibayarkan.
![]() |
Notes:
* Ketika pengumuman: artinya perusahaan akan berjanji akan membayarkan dividen. Maka perusahaan artinya telah berhutang dividen kepada pemegang saham yg diambilkan dari keuntungan ditahan. Utang dividen disayai alasannya ialah dividen belum dibayarkan.
* Ketika pembayaran: Perusahaan telah melunasi utang dividennya (mendebit utang dividen) dengan mengeluarkan uang tunai (menkredit kas)
Penutup
Dividen besar atau kecil ?
Dari sisi perusahaan.
Sebenarnya baik tidaknya tergantung pada kebutuhan perusahaan itu sendiri.
Perusahaan yg sedang membutuhkan dana untuk pengembangan perjuangan atau sekedar melunasi hutang tentu ingin dividen yg dibagikan kecil bahkan kalau perlu tidak membagikan dividen.
Sedangkan bagi perusahaan yg sudah "well established". sudah dalam top performance, kinerjanya sudah stabil cenderung membagikan dividen dengan nominal yg besar.
Dari sudut pandang investor, investor cenderung ada dua tipe.
Tipe pertama ialah investor jangka pendek.
Investor jangka pendek ini umumnya mengharapkan dividen yg besar.
Menginginkan keuntungan dividen yg maksimal alasannya ialah belum tentu diperiode yg akan tiba masih menjadi pemegang saham.
Mereka gampang sekali memperjual belikan sahamnya.
Sedangkan investor jangka panjang umumnya tidak keberatan jikalau dividen yg dibagikan sangat kecil bahkan tidak dibagikan sekalipun selama perusahaan bisa memanfaatkannya untuk pengembangan perjuangan perusahaan.




