Saturday, July 13, 2019

Keputusan Investasi

Pengertian keputusan investasi yaitu kebijakan administrasi dalam memakai dana perusahaan yg ada pada sebuah aset yg diharapkan akan menawarkan keuntungan dimasa yg akan datang.

Proses pengambilan keputusan investasi modal umumnya juga sering disebut dengan Capital Budgeting. Capital budgeting merupakan proses perencanaan serta pengambilan keputusan yg berafiliasi dengan pengeluaran dana yg return atau masa kembalinya dalam waktu yg relatif panjang. Lebih dari satu tahun buku.

Menurut Sutrisno [2007:121-122], sebuah perencanaan kebijakan investasi mempertimbangkan hal-hal ibarat ini:

  • Dana perusahaan yg dikeluarkan akan terikat dalam jangka waktu yg panjang. Perusahaan harus menunggu dalam tempo yg panjang untuk mendapat dana tersebut kembali beserta return yg diinginkan.
  • Dana perusahaan yg dikeluarkan dalam investasi nominalnya sangat besar.
  • Keputusan investasi perusahaan mengharapkan keuntungan pada masa yg akan datang. Kesalahan perhitungan bisa menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
  • Keputusan investasi akan berdampak jangka panjang bagi perusahaan. Kesalahan pengambilan keputusan akan berakibat jelek dalam jangka panjang. Tidak bisa diperbaiki tanpa munculnya kerugian yg sangat besar.
Keputusan investasi yg ibarat apa yg harus dijalankan ?

Kebijakan Investasi yg diambil yaitu investasi yg paling menguntungkan. Return yg didapat paling tinggi. Biaya yg paling murah. Waktu pengembalian yg paling cepat dan resiko yg seminimal mungkin.

Untuk memperoleh return investasi yg paling menguntungkan, ada beberapa gosip dan hal-hal yg dibutuhkan dalam mengambil keputusan investasi perusahaan:
  1. Alternatif pilihan investasi
  2. Estimasi Arus kas (cashflow)
  3. Penilaian Investasi
  4. Penilaian kembali investasi yg diputuskan

1. Alternatif Pilihan Investasi

Jenis investasi yg bisa menawarkan opsi alternatif dalam keputusan investasi ada beberapa macam, diantaranya :
  1. Penggantian Aktiva (replacement)
  2. Perluasan (expansion)
  3. Investasi yg tidak sanggup diukur (non measurable profit investment)
  4. Investasi yg tidak menghasilkan laba

# Investasi Penggantian Aktiva (Replacement Investment)

Penggantian aktiva tetap perusahaan yaitu mengganti aktiva perusahaan yg usang dengan yg aktiva baru. Contohnnya mesin dan peralatan. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan mengeluarkan investasi besar untuk mengganti aktivanya. 
  1. Aktiva yg usang sudah tidak sanggup memenuhi peningkatan kebutuhan produksi perusahaan.
  2. Aktiva yg usang dalam operasinya membutuhkan biaya yg tinggi. 
  3. Aktiva yg usang kondisinya sudah terlalu aus. Sering rusak sehingga aktiva tidak bisa beroperasi untuk sementara waktu sebab perbaikan.
  4. Aktiva yg usang membutuhkan maintenance yg sering dengan biaya pemeliharaan yg tinggi.
  5. Kualitas atau output yg dihasilkan aktiva usang kurang bagus
  6. Kecepatan operasi aktiva usang tidak cukup cepat. Tidak bisa mengimbangi peningkatan kebutuhan produksi.
Perkembangan teknologi yg menghadirkan aktiva sejenis yg lebih unggul dari aktiva perusahaan yg usang akan mendorong perusahaan untuk mengganti aktivanya.

Aktiva yg sejenis yg bisa berproduksi lebih banyak, lebih cepat, output lebih anggun dengan biaya operasional yg hemat dan biaya perawatan yg minim.

Penggantian aktiva bisa meningatkan kapasitas produksi perusahaan (baik kuantitas, kualitas) lebih efisien. Menekan biaya produksi sehingga keuntungan perusahaan perusahaan akan meningkat.

# Investasi Perluasan (Expansion Investment)

Investasi ekspansi yaitu investasi yg bertujuan untuk menambah kapasitas produksi perusahaan jauh lebih besar daripada kapasitas sebelumnya. Pengeluaran investasi peluasan bisa berbentuk pembangunan pabrik baru, ekspansi atau penambahan. gudang, menambah jumlah mesin.

# Investasi yg tidak bisa diukur labanya (Non-measurable profit investment)

Sebenarnya investasi ini juga bertujuan utama mencari laba. Namun keuntungan yg yg akan diperoleh oleh investasi ini sangat sulit untuk diukur dengan angka. Misalnya, pengeluaran biaya promosi yg masih untuk jangka panjang, investasi penelitian produk yg bisa memakan banyak biaya dalam waktu yg lama, pengembangan dan penambahan. skil karyawan dengan mengadakan agenda pendidikan karyawan.

Output investasi yg dilsayakan ibarat teladan tersebut sulit untuk diukur secara angka-angka. Investasi yg berhasil tentu akan meningkatkan pendapatan perusahaan, berapa angka-angka yg bisa diukur oleh investasi tersebut. Hampir tidak bisa diukur.

# Investasi yg tidak menghasilkan keuntungan (Non-profit Investment)

Setiap investasi yg dilsayakan perusahaan sudah tentu sebab ingin mendapat keuntungan. Lho kok ada investasi yg tidak menghasilkan keuntungan ?

Investasi yg tidak menghasilkan keuntungan kadang harus dilsayakan sebab adanya paksaan, peraturan atau syarat kontrak yg disetujui perusahaan.

Contohnya, Investasi pengelolaan air limbah produksi. Pembangunan dan pengelolaan air limbah tentu membutuhkan investasi yg besar tanpa adanya return yg akan didapat tetap harus dilsayakan sebab adanya peraturan perundang-undangan yg mengaturnya. Tidak melakukan maka akan ada hukuman oleh otoritas terkait yg bisa mengancam keberlangsungan hidup perusahaan.

Umumnya, perusahaan mempunyai beberapa tawaran proyek investasi,, tidak hanya satu. Tapi sebab adanya keterbatasan, perusahaan harus menentukan salah satu atau beberapa diantaranya menurut tingkat prioritas kebutuhan perusahaan.

Terdapat paling tidak 2 jenis penganggaran tawaran proyek investasi modal, yaitu:
  1. Proyek Independen (independent project)
  2. Proyek Saling Ekslusif (mutual exclusive project)

# Proyek Independen (Independent Project)

Proyek independen yaitu investasi modal yg tidak berkaitan dengan proyek perusahaan yg lain. Adanya proyek atau investasi ini tidak akan mensugesti proyek atau investasi perusahaan yg lainnya. 

Contohnya tawaran proyek pembelian mesin boiler untuk produksi dan investasi pembangunan gedung kantor.

Kedua jenis investasi tersebut tidak saling terkait.

# Proyek Saling Ekslusif (Mutual Exclusive Project)

Proyek saling eklusif merupakan investasi perusahaan yg saling berkaitan dengan investasi atau proyek perusahaan yg lain. Investasi ini akan menghalangi atau mengganggu proyek perusahaan yg lainnya. 

Misalnya tawaran investasi Container Crane otomatis perusahaan pelabuhan. Container crane otomatis akan berakibat dalam penggunaan container crane manual.

Penggunaan container crane otomatis akan menimbulkan container crane manual tidak dijalankan. Kecuali perusahaan memperluas dermaga lagi dan akomodasi pendukungnya sehingga yg manual bisa beroperasi lagi di titik lokasi yg berbeda.

2. Estimasi Aliran Kas

Salah satu gosip yg paling dibutuhkan dalam pengambilan keputusan investasi yaitu estimasi pedoman kas (cashflow). Estimasi arus kas investasi harus memperhatikan hal hal ibarat berikut :
  1. Estimasi beban, pendapatan dan pengeluaran modal
  2. Estimasi asumsi pembiasaan arus kas dengan tingkat inflasi dan pajak.
Dan secara umum, ada 3 arus kas yg perlu diperhatikan :
  1. Initial Cashflow 
  2. Operatinal Cash flow
  3. Terminal Cash flow

# Initial Cashflow (Aliran Kas Permulaan)

Initial cashflow yaitu pengeluaran kas yg dibutuhkan pertama kali ketika melsayakan investasi. Misalnya ketika perusahaan tetapkan untuk investasi menambah mesin produksi, maka initial casflow yg dimaksud yaitu harga perolehan pembelian mesin tersebut sampai mesin tersebut siap untuk dioperasionalkan. Mulai dari harga pembelian, biaya instalasi, biaya uji coba, pajak, balik nama dan yg lainnya.

# Operational Cashflow (Aliran Kas Operasional)

Operational cashflow yaitu pedoman kas keluar yg dibutuhkan selama investasi dijalankan. Estimasi arus kas operasional ini harus diestimasikan dengan sempurna sebab menygkut perjalanan investasi yg bisa mensugesti hasil dari investasi.

Misalkan, ketika sebuah perusahaan telah tetapkan keputusan investasi untuk membeli mesin baru, harga mesin gres yg dibayarkan yaitu Initial cashflow (aliran kas permulaan) dan ketika mesin tersebut dioperasikan, mesin tersebut membutuhkan biaya operasional, mulai dari biaya bahan. bakar, biaya operator, biaya maintenance dan perawatan. Dan bahkan juga biaya perbaikan.

Biaya biaya tersebut tentu akan menimbulkan adanya pedoman kas keluar yg bisa mensugesti keuntungan perusahaan. Biaya-biaya tersebut harus diestimasikan sedetail mungkin supaya tidak terjadi kesalahan dalam pembuatan keputusan investasi.

# Terminal Cashflow (Aliran Kas Akhir Investasi)

Terminal cashflow yaitu pedoman kas yg akan diterima oleh perusahaan diakhir periode investasi. Bisa juga dikatakan sbg nilai sisa investasi yg telah berakhir.

Katakanlah perusahaan menginvestasikan dalam bentuk mesin. Umur hemat mesin yg diestimasikan bisa beroperasi secara normal selama 20 tahun. Ketika telah berproduksi selama 20 tahun. Umumnya mesin tersebut masih ada nilainya. Masih ada harganya. Bahkan masih bisa berfungsi secara normal. Itulah terminal cashflow.

Bahkan tidak bisa berfungsi dan mesin hancur sekalipun masih bisa dijual "kiloan". Masih ada nilainya. Nilai pedoman kas terakhir ini harus diestimasikan dengan detail, termasuk juga adanya imbas penyusutan mesin sebab mungkin saja bisa besar lengan berkuasa pada keputusan investasi. Walau dalam kenyataannya nilai sering diabaikan.

3. Penilaian Investasi

Penilaian investasi bertujuan untuk menilai tawaran keputusan investasi yg ibarat apa yg layak dijalankan. Yang memberi keuntungan yg paling maksimal dengan resiko paling minim yg bisa diperoleh perusashaan. 

Ada beberapa faktor yg bisa mensugesti penilaian keputusan investasi. Seperti estimasi jumlah investasi, estimasi waktu pengembalian investasi, estimasi arus kas, risiko investasi dan bagaimana dampak investasi tersebut terhadap keuntungan higienis perusahaan.

Ada terdapat 2 kategori metode penilaian investasi yg umum digunakan:
  1. Model Non-Diskonto
  2. Model Diskonto

A. Model Non-Diskonto

Model non-diskonto yaitu metode penilaian yg tidak memperhatikan nilai waktu dari uang.

Metode non diskonto sendiri terdapat 2 pendekatan metode dalam perhitungannya:
  1. Payback period (PP)
  2. Tingkat pengembalian sayantansi (accounting rate of return/ARR)

# Payback Period

Analisa penilain investasi metode payback period merupakan metode untuk mengetahui jangka waktu pengembalian sebuah investasi. Seberapa cepat pengembalian dana investasi yg dikeluarkan akan kembali ibarat awal seluruhnya.

Dengan analisa metode payback period juga bisa diketahui berapa cepat waktu investasi bisa dikembalikan ketika titik impas atau BEP (break even point)

Lebih cepat waktu pengembalian investasi, maka risiko investasi semakin kecil dan investasi tersebut semakin layak untuk diambil atau dijalankan. Usulan investasi mana yg paling cepat pengembaliannya, itulah yg akan dipilih.

# Average Rate of Return /ARR 

Analisa metode penilaian investasi ARR menilai seberapa besar keuntungan atau keuntungan perusahaan dibandingkan dengan rata-rata nilai dari investasi.

Metode ARR mengukur dari tingkat keuntungan perusahaan. Bukan arus kas investasi.

Jika pada hasil perhitungan ARR lebih tinggi dari tingkat return yg diinginkan, maka investasi tersebut laya untuk diijalankan. Berlsaya juga sebaliknya.

B. Model Diskonto

Model diskonto yaitu metode penilaian yg secara tidak eksklusif memperhatikan nilai waktu dari uang dan melibatkan konsep diskonto arus kas investasi.

Metode diskonto mempunyai 2 pendekatan metode dalam perhitungannya:
  1. Net present value
  2. Internal rate of return

# Net Present Value (NPV)

Metode penilaian net present value (NPV) menghitung selisih antara nilai kini dari investasi dengan nilai kini dari penerimaan kas return dimasa yg akan datang.

Metode NPV memerlukan data perihal asumsi biaya operasiona, pemeliharaan, biaya investasi dan estimasi keuntungan return dari investasi yg direncanakan.

# Internal Rate of Returrn (IRR)

Metode internal rate of return (IRR) menghitung tingkat suku bynga yg menyamakan nilai kini dari investasi dengan nilai kini adri penerimaan arus kas dimasa yg akan datang.

Untuk lebih terperinci dan spesifik, bisa dibaca di : Metode Penilaian Investasi

4. Penilaian Kembali Keputusan Investasi (Pasca Audit)

Penilaian kembali keputusan investasi (pasca audit) merupakan langkah lanjutan sehabis tawaran keputusan investasi dipilih dan dijalankan. Pasca audit bertujuan untuk mengetahui kinerja dari sebuah investasi yg dijalankan. Sesuai dengan apa yg diinginkan atau tidak. Mengevaluasi investasi dan jika perlu mengusulkan adanya tindakan perbaikan. Atau bahkan menghentikan proyek.

Pasca audit juga bisa menjadi indikator apakah gosip dan data-data yg dipakai untuk bahan. pertimbangan dalam membuat. keputusan investasi cukup sayarat atau tidak.

Dan pasca audit bisa menawarkan feedback kepada manajer untuk memperbaiki pengambilan keputusan investasi dimasa yg akan datang.