Tuesday, July 30, 2019

Manajemen Keuangan: Apakah Harus Ada? (Prinsip Dan Konsep)

Manajemen keuangan yakni catat mencatat uang saja. Paham sayantansi dan menjadi tanggung jawab bab keuangan.

Begitulah anggapan umum. Dan Itu tidak salah. Tapi administrasi keuangan tidak hanya itu. Manajemen keuangan lebih luas dari itu.

Pengertian Manajemen Keuangan

Definisinya kira kira ibarat ini:
Pengertian administrasi keuangan yakni semua kegiatan organisasi untuk mengusahakan: mendapatkan, mengalokasikan, memakai dana organisasi secara efektif dan efisien.
Awalnya, administrasi keuangan hanya untuk memperoleh dana saja. Manajer keuangan mencari dana untuk kebutuhan perusahaan.

Mencarinya bisa dengan ini: utang, atau tambahan. modal pemiliknya.

Bisa juga dari sisa keuntungan tahun sebelumnya (laba ditahan).

Namun tuntutan jaman sudah berubah. Persaingan industri semakin ketat. Membuat tugas administrasi keuangan bertambah. Lebih komplek.

Juga lebih detail: Menggunakan dana sekaligus mengelola aset perusahaan. Aset yg diperoleh dari dana yg berhasil dikumpulkan.

Manajemen merencanakan kebutuhan dana. Kemudian mencarinya. Dan menggunakanya: membeli aset atau belanja modal. Tidak hingga disana: juga mengelola asetnya.

Seperti itu ilmu administrasi keuangan yg modern. Tidak sebatas mengurusi sayantansi. Akuntansi atau keuangan hanya sebagian kecil.

 Manajemen keuangan yakni catat mencatat uang saja Manajemen Keuangan: Apakah Harus Ada? (Prinsip dan Konsep)

Kita bisa merangkumnya. Dan mendefinisikan sendiri.

Manajemen keuangan yakni sebuah proses didalam kegiatan yg bekerjasama dengan keuangan perusahaan yg dimulai dengan cara mendapat dan menggunakan.

Penggunaan dana yg diperoleh harus sempurna sasaran, efektif dan efisien biar tujuan keuangan yg telah direncanakan bisa terealisasi.

Perlukah Manajemen Keuangan? Seberapa Penting?

Perlu.

Dan juga penting.

Tidak peduli bisnisnya: industri manufaktur, jasa ataupun perdagangan.
Tidak peduli skalanya: besar, menengah, kecil bahkan jualan kacang goreng sekalipun.

Semua butuh administrasi keuangan.

Ah masa....?

Jual kacang goreng?

Ini serius. Mungkin perjuangan kecil tidak mengenal kata "Manajemen". Semua dikelola sendiri. Seadanya dan semampunya.

Usaha kecil itu: pemiliknya memproduksi sendiri, mereka kulakan sendiri, diangkut sendiri, dijual sendiri, dijalani sendiri. Pemilik sekaligus kuli, sekaligus sales. Tidak terlihat: administrasi keuangan.

Tunggu dulu, lihatlah ini:

Sebelum berjualan. Setidaknya mereka sudah niscaya memikirkan ini:
  1. Berapa modal yg dibutuhkan. 
  2. Dari mana modalnya. 
  3. Peralatan (aset) apa yg harus dibeli. 
  4. Bagaimana cara memakai dan merawat peralatannya. 
  5. Keperluan bahan. bsayanya. 
  6. Harga jualnya. 
  7. Cicilannya (kalau hutang). 
  8. Sewa tempatnya. 
  9. Meningkatkan produksinya. 
  10. Dan lain lainnya.
Lihatlah. Mereka sudah melsayakan ini: merencanakan kebutuhan dana, memakai dan mengelolanya. Tanpa disadari. Tanpa berguru teori. Tanpa ilmu administrasi modern. Seperti di perusahaan perusahaan besar.

Memang sederhana. Tapi tetap: itu yakni ilmu administrasi keuangan.

Baygkan. Untuk menjual gorengan: butuh administrasi keuangan. Yang modalnya kecil itu. Yang perputaran uangnya kecil itu. Yang untungnya kecil itu. Apalagi perjuangan yg lebih besar. Bahkan perusahaan yg sangat besar.

Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan tidak hanya berbicara wacana pencatatan sayantansi saja.

Lebih dari itu. Manajemen keuangan yakni bab yg penting dan tidak bisa dianggap sbg suatu kegiatan yg hanya menjadi urusan orang orang keuangan.

Manajemen keuangan muncul untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.

Untuk itu diharapkan prinsip-prinsip keuangan yg mendasarinya. Perhatikan infografis berikut:

 Manajemen keuangan yakni catat mencatat uang saja Manajemen Keuangan: Apakah Harus Ada? (Prinsip dan Konsep)
7 prinsip administrasi keuangan

1. Consistency (Prinsip Konsistensi)

Prinsip konsistensi maksudnya: tidak berubah. Kebijakan dan sistem keuangan perusahaan harus sama disetiap periode.

Konsisten disini bukan berarti tidak bisa dirubah sama sekali. Boleh dilsayakan penyesuaian. Terlebih jikalau ada: perubahan. kondisi. Internal atau eksternal.

Jika ada perubahan.: harus diumumkan. Juga disertai alasannya. Alasan yg terang dan bisa diterima.

Bagaimana jikalau tidak konsisten? mengambarkan pertanda buruk.

Orang akan menilai: ada manipulasi pengelolaan keuangan. Apalagi jikalau tidak disertai alasan yg jelas. Dan masuk akal. Informasi ibarat ini pengaruhnya besar. Bisa meruntuhkan nilai perusahaan: harga saham.

Misalnya ini: kebijakan pencatatan penyusutan pada aset perusahaan. Secara teknis: ada beberapa cara dalam mencatatan penyusutan. Jika telah menentukan salah satu teknik. Maka sebaiknya teknik itu dipakai terus.

Penyusutan yakni biaya. Artinya mengurani laba. Jika teknik penyusutannya berubah: biaya yg dihasilkan juga ikut berubah. Endingnya: keuntungan perusahaan juga ikut berubah. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

Maka keuntungan yg dihasilkan tidak stabil. Jika dibandingkan dengan periode periode sebelumnya. Investor tahu: perusahaan yg tidak stabil itu tidak bagus. Pandangan ini bisa membuat. harga saham turun.

2. Accountability (Prinsip Akuntabilitas) 

Prinsip sayantabilitas yakni sebuah kewajiban aturan maupun susila yg menempel pada tiap tiap individu, kelompok maupun perusahaan dalam menawarkan klarifikasi bagaimana penggunaan dana atau kewenangan yg telah diberikan.

Tiap individu atau kelompok harus bisa menjelaskan mengenai penggunaan dana dan hal hal apa saja yg telah dicapainya.

Prinsip ini dibutuhkan sbg bentuk pertanggungjawaban kepada pihak yg berkepentingan supaya semua mengetahui bagaimana kewenangan dan dana yg didapat tersebut dipergunakan.

3. Transparancy (Prinsip Transparansi)

Manajemen harus terbuka terhadap pekerjaanya, memberi warta wacana semua kegiatan yg dilsayakan kepada yg berkepentingan.

Termasuk memberi laporan keuangan yg lengkap, wajar, sempurna waktu dan sayarat yg bisa diakses dengan gampang oleh pihak yg membutuhkan.

Penyimpangan terhadap prinsip transparansi ini bisa mengindikasikan bahwa administrasi telah menyembunyikan sesuatu, dan hal ibarat ini sangat bisa merusak perusahaan.

4. Viability (Prinsip Kelangsungan Hidup)

Seluruh pengeluaran operasional maupun yg berada ditingkat yg strategis harus disesuiakan dengan dana yg ada, hal ini harus dilsayakan supaya kesehatan keuangan perusahaan bisa tetap terjaga.

Pemilik perusahaan tentu ingin kelangsungan usahanya tidak berhenti, beroperasi terus menerus secara berkelanjutan.

Manajemen keuangan wajib menyusun planning keuangan yg bisa memperlihatkan sejauh mana sebuah perusahaan bisa menjalankan planning strategisnya dalam memeuhi kebutuhan keuangan yg diperlukan.

5. Integrity (Prinsip Integritas)

Setiap individu harus mempunyai tingkat integritas yg mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

Selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan menawarkan warta keuangan yg lengkap dan tingkat kesayaratan yg tinggi pada pencatatan keuangan perusahaan.

6. Stewardship (Prinsip Pengelolaan)

Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan efektif dana yg sudah didapat dan menjamin dana yg diperoleh tersebut akan dipakai sebaik mungkin.

Manajemen keuangan harus melsayakannya dengan hati hati dikala menyusun  planning strategis, mengidentifikasi resiko keuangan dan menyusun serta membuat. sistem pengendalian keuangan yg paling sesuai dengan aksara perusahaan.

7. Accounting Standards (Prinsip Standar Akuntansi) 

Sistem sayantansi keuangan yg dipakai harus sesuai dengan prinsip dan standar aturan sayantansi yg berlsaya umum.

Prinsip ini bertujuan supaya laporan keuangan yg dihasilkan administrasi bisa dengan gampang dipahami dan dimengerti oleh semua pihak yg berkepentingan.

Konsep Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan yakni administrasi mengenai fungsi keuangan, dan fungsi administrasi keuangan berbicara wacana bagaimana mempergunakan dan menempatkan dana yg ada.

Fungsi yg ada dalam perusahaan harus dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi-fungsi yg ada saling berkaitan satu sama lain.

Manajemen keuangan mempunyai tiga kegiatan yg utama :
  1. Perolehan Dana, merupakan kegiatan yg bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
  2. Penggunaan Dana, suatu kegiatan dalam memakai atau menginvestasikan dana yg ada pada banyak sekali bentuk aset
  3. Pengelolaan Aset (Aktiva), kegiatan ini yakni kegiatan yg dilsayakan sesudah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (aktiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
Bisa dilihat, fungsi pengambilan keputusan administrasi keuangan yakni keputusan wacana pendanaan, investasi dan administrasi aset.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan utama dari suatu perusahaan yakni untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan.

Saham yg beredar yakni bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik bisa dicerminkan dari harga pasar perusahaan itu.

Sedangkan harga perusahaan tersebut yakni hasil dari perjuangan administrasi dalam memperoleh pendanaan, hasil dari keputusan investasi dan semua kegiatannya dalam mengelola aset perusahaan.

Jadi, administrasi keuangan bertujuan MEMAKSIMALKAN nilai dari perusahaan. administrasi harus bisa menekan perputaran uang yg tidak perlu. kegiatan yg bisa merugikan perusahaan.
   
          Baca lebih lanjut : SIMPEL ! Tujuan Manajemen Keuangan dalam Perusahaan

Fungsi Manajemen Keuangan

1. Investment Decision (Keputusan Investasi)

Investasi berarti penanaman modal pada aset riil atau aset finansial (surat berharga).

Dalam keputusan investasi, administrasi harus memutuskan dana yg ada akan diinvestasikan dalam bentuk apa ?

Membeli aset kemudian kemudian mengelolanya ataukah bermain dengan surat berharga ?

Keputusan ini sangat strategis yg sangat besar lengan berkuasa secara pribadi terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta ajaran dana perusahaan pada masa mendatang.

2. Financing Decision (Fungsi Pendanaan)

Fungsi pendanaan ini mempelajari banyak sekali sumber dana perusahaan yg bisa diperoleh, baik berupa penambahan. modal maupun hutang.

Fungsi ini memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yg bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yg berasal dari luar perusahaan (eksternal).

3. Deviden Decision (Keputusan Deviden)

Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menygkut hal hal ibarat :
  1. Besaran prosentase keuntungan yg akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
  2. Tingkat stabilitas deviden yg akan dibagikan oleh manajemen
  3. Stock devidend (dividen saham)
  4. Stock split (pemecahan saham)
  5. Penarikan saham yg telah beredar
Sebagai tambahan. berikut aku berikan hal hal sedikit mendetail yg dilsayakan oleh administrasi keuangan :
  • Perencanaan atas keuangan, administrasi keuangan menyusun planning pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga kegiatan yg lain pada periode tertentu.
  • Melsayakan penganggaran keuangan perusahaan, ini yakni tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
  • Pengelolaan keuangan perusahaan, dalam hal ini, administrasi keuangan mempergunakan dana yg ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan banyak sekali cara yg bisa ditempuh
  • Pencarian sumber dana, administrasi keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yg akan dipakai kegiatan operasional perusahaan
  • Penyimpanan keuangan, administrasi keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yg telah dikumpulkan.
  • Pengendalian atas keuangan, administrasi keuangan mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yg ada dalam perusahaan yg dirasa belum maksimal
  • Melsayakan investigasi keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilsayakan oleh administrasi keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yg merugikan terjadi
  • Pelaporan keuangan perusahaan, administrasi keuangan menyediakan warta keuangan wacana kondisi kekinian keuangan perusahaan yg bisa dijadikan bahan. penilaian nantinya.

Fungsi administrasi keuangan lainnya jikalau dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
  • Pengawasan terhadap biaya
  • Penetapan kebijakan harga
  • Peramalan keuntungan dimasa mendatang
  • Pengukuran biaya untuk modal kerja
Baca juga : 5 Fungsi Utama Manajemen Keuangan [+LEBIH RINCI]