Tuesday, May 14, 2019

Mengapa Analisis Struktur Modal Dibutuhkan ?

Analisis struktur modal yaitu penilaian bersiklus terhadap semua komponen dalam struktur modal perusahaan.

Komponen yg dimaksud yaitu komponen pembiayaan ekuitas dan hutang perusahaan.

Mengapa analisis struktur modal perlu dilsayakan ?

Tujuan analisa struktur modal yaitu untuk mengevaluasi kombinasi antara ekuitas dan utang perusahaan.

Kita tahu bahwa sebuah utang terlebih lagi hutang jangka panjang yg berjumlah besar mempunyai risiko yg bisa membahayakan kelangsungan hidup perusahaan.

Utang yg tidak terkontrol bisa menjadikan perusahaan dipailitkan.

Ujungnya perusahaan bisa menuju kebangkrutan.

Dan bukan hanya itu saja. Struktur modal juga bisa menghipnotis harga saham perusahaan.

Setiap perubahan. yg terjadi pada struktur modal bisa mendapat respon banyak sekali macam oleh investor.

Ada yg merespon negatif dan ada juga yg merespon positif.

Untuk itulah struktur modal perusahaan perlu dianalisa.

Supaya struktur modal perusahaan bisa optimal bukan malah penuh risiko.

Maksud dari struktur modal optimal yaitu struktur modal yg menawarkan imbas terbaik bagi perusahaan. Struktur modal yg meningkatkan nilai perusahaan.

Kapan analisis struktur modal diharapkan ?

Umumnya, analisa struktur modal dipicu alasannya yaitu adanya tragedi ibarat berikut ini:

  1. Adanya kebutuhan dana untuk membeli aktiva tetap
  2. Kebutuhan dana untuk melsayakan sayaisisi
  3. Kondisi keuangan yg stabil dan mungkin utang yg ada perlu diganti atau dilunasi
  4. Adanya seruan pembagian dividen yg lebih besar
  5. Permintaan investor kunci atau pemegang saham dominan yg ingin membeli kembali saham yg dimiliki oleh investor lain
  6. Tingkat suku bunga yg berubah secara drastis.

Pendekatan Analisis Struktur Modal

Analisa struktur modal setidaknya bisa dilsayakan dengan 3 pendekatan yg berbeda.
  1. Analisis arus kas perusahaan
  2. Analisis EBIT - EPS
  3. Analisis rasio utang (leverage)

#1. Analisis Arus Kas Perusahaan

Baik atau tidak, berisiko atau tidak struktur modal perusahaan bisa dianalisa melalui arus kas perusahaannya.

Metode analisa arus kas ini sederhana tetapi keuntungannya sangat besar.

Pada dasarnya, metode ini ingin memastikan bahwa kondisi arus kas perusahaan mempunyai kemampuan untuk membayar beban struktur modal.

Beban struktur modal maksudnya yaitu beban yg muncul tanggapan pendanaan dari struktur modal perusahaan. Misalnya:
  1. Utang: Bebannya yaitu pokok dan bunga utang
  2. Saham: Bebannya bisa berupa dividen
Analisis arus kas dipakai untuk memilih apakah beban yg dihadapi perusahaan tidak terlalu tinggi.

Ketidak-mampuan arus kas perusahaan dalam membayar beban struktur modal bisa berakibat terjadinya "financial insolvensy"

Gordon donaldson dari universitas harvard menyarankan arus kas perusahaan harus didesain untuk menghadapi beban struktur modal dalam kondisi terburuk sekalipun.

#2. Analisis EBIT -  EPS

Analisa ini dipakai untuk melihat dampak struktur modal terhadap EPS pada tingkatan EBIT yg bervariasi.
  • EPS (earning per share) : Laba perlembar saham. (laba higienis dibagi jumlah saham yg beredar)
  • EBIT (earning before interest and tax) : Laba (operasional + non operasional) sebelum pembayaran beban bunga dan pajak. 
Seperti diketahui bahwa struktur modal yaitu persentase utang dan ekuitas perusahaan.

Dan utang perusahaan menghasilkan beban struktur modal berupa bunga.

Jumlah EPS sangat dipengaruhi oleh EBIT yg dihasilkan perusahaan.

Dan bunga bisa mengurangi EBIT yg berujung pada berkurangnya EPS.

Apabila EPS yg dihasilkan dari EBIT terlalu kecil, bisa disarankan perusahaan mengurangi persentase utang dalam pendanaannya dengan menambah saham gres atau dari keuntungan ditahan.

Apabila EPS yg dihasilkan masih besar, perusahaan bisa menambah pendanaannya dari utang.

#3. Analisis Rasio Utang

Analisa rasio utang mungkin yaitu analisa yg paling sering dipakai untuk memilih struktur modal perusahaan.

Analisis rasio utang bertujuan untuk mengetahui apakah persentase utang yg dimiliki perusahaan tidak membahayakan kondisi perusahaan itu sendiri.

Setidaknya teradapat 4 cara dalam menganalisa utang menurut rasio-rasio perusahaan.
  1. Long term debt to equity ratio (LDER)
  2. Long term debt to assets ratio (LDAR)
  3. Debt to equity ratio (DER)
  4. Debt to assets ratio (DAR)

1. Long Term Debt to Equity Ratio (LDER)

Long term debt to equity ratio (LDER) yaitu rasio yg mengukur persentase utang jangka panjang dibandingkan dengan jumlah modal sendiri yg dimiliki oleh perusahaan.

Tujuan LDER yaitu untuk mengukur modal perusahaan yg dijadikan jaminan terhadap utang jangka panjang.

Makara utang jangka panjang akan dibandingkan dengan total ekuitas perusahaan.

Cara menghitung LDER :
LDER = utang jangka panjang / total ekutias

2. Long Term Debt to Assets Ratio (LDAR)

Long term debt to assets ratio membandingkan utang jangka panjang dengan semua aset yg dimiliki oleh perusahaan.

Rasio ini menawarkan citra seberapa besar jumlah aset perusahaan yg didanai oleh utang jangka panjang.

Cara menghitung LDAR:
LDAR = utang jangka panjang / total aset

3. Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to equity ratio yaitu seberapa besar perbandingan antara total utang (utang jangka panjang + utang jangka pendek) terhadap modal yg dimiliki oleh perusahaan.

Rasio ini menawarkan citra seberapa besar jaminan yg dimiliki perusahaan terhadap kreditornya.

Rasio ini bisa menjadi pola bagi investor untuk berinvestasi di perusahaan.

Setiap investor selalu memerhitungkan risiko.

Umumnya, semakin besar rasio utang maka perusahaan tersebut semakin beresiko.

Cara menghitung DER :
DER = total utang / total ekuitas

4. Debt to Assets Ratio (DAR)

Debt to assets ratio (DAR) yaitu rasio perbandingan antara total utang (utang jangka panjang + utang jangka pendek) dengan total aset yg dimiliki oleh perusahaan.

Rasio ini mencerminkan berapa besar jumlah aset yg didanai atau dibeli memakai utang. Baik utang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

Cara menghitung DAR :
DAR =  total utang / total aset

Secara umum..

Metode rasio utang menggambarkan bahwa semakin besar utang yg dimiliki perusahaan akan membuat. risiko perusahaan semakin tinggi.

Utang ibarat pepatah "dua mata pedang".

Satu sisi mempunyai risiko yg tinggi.

Disis lain utang bisa dijadikan leverage perusahaan.

Dengan utang, perusahaan bisa tumbuh dengan cepat.