Saturday, May 4, 2019

Persediaan Barang Dagang Dan Pencatatan Akuntansi

Apa Itu Persediaan Barang Dagang ?

Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk dijual kembali dan mendapat keuntungan.

Persediaan barang dagang (inventory) sanggup dikatakan sbg aset yg menganggur atau aset yg menunggu untuk dikeluarkan (dijual). Persediaan barang dagang yakni salah satu aset yg termasuk aktiva lancar.

Persediaan barang dagang dimiliki oleh perusahaan dagang dimana perusahaan hanya membeli dan menjualnya kembali tanpa mengubah bentuk fisik barangnya.

Apapun bentuknya, berapapun nilai nominalnya apabila aset tersebut dimaksudkan untuk dijual kembali dalam artian aset tersebut yakni "dagangan" utama, core bisnis perusahaan maka aktiva tersebut termasuk kedalam persediaan barang dagang.

Mobil termasuk persediaan apabila perusahaaan tersebut bergerak dibidang jual beli mobil.

Rumah juga termasuk persediaan barang dagang apabila bisnis utama perusahaan yakni developer atau jual beli rumah.

Tapi jangan hingga salah membedakan..

Misalnya perusahaan dealer mobil, mereka menjual kendaraan beroda empat sekaligus mempunyai kendaraan beroda empat untuk operasional yg dipakai untuk keperluan kantor dan tidak dijual.

Mobil yg mereka jual yakni persediaan barang dagang.

Namun kendaraan beroda empat yg mereka pakai untuk menunjang keperluan kantor yakni aktiva tetap.

Sama sama kendaraan beroda empat tapi perlsayaan terhadap kendaraan beroda empat tersebut sanggup berbeda.

Strategi Persediaan Barang Dagang

Terdapat beberapa cara yg dilsayakan perusahaan dagang untuk mengatur dan mempersiapkan persediaan barang dagang mereka.

#1. Lot Size Inventory (Bath Stock)

Lot size inventory yakni pengadaan persediaan barang dagang dalam jumlah besar melebihi asumsi kebutuhan yg ada pada ketika ini.

Hal ini dilsayakan untuk memanfaatkan potongan harga dan ongkos pengiriman persediaan barang dagang.

Biasanya supplier memperlihatkan potongan harga dan ongkos pengiriman per unit menjadi lebih murah apabila pembelian barang dilsayakan dalam jumlah yg besar.

#2. Fluctuation Stock (Stok Fluktuasi)

Fuctuation stock yakni pembelian persediaan barang untuk menghadapai kemungkinan terjadi fluktuasi usul dari pelanggan yg sulit diperkirakan.

Pengadaan ini lebih bersifat berjaga jaga terhadap usul konsumen yg tiba tiba melonjak secara drastis yg tidak diprediksi sebelumnya.

Ketika usul meningkat namun stok persediaan tidak mencukupi, maka itu yakni kerugian bagi perusahaan.

#3. Anticipation Stock (Persediaan Antisipasi)

Anticipation stock yakni pembelian persediaan barang untuk menghadapi lonjakan usul dari konsumen yg sanggup diramalkan atau telah diperkirakan.

Biasanya pedagang memakai asumsi dari pola konsumsi masyarakat sepanjang tahun yg umum terjadi.

Misalnya sebulan atau dua bulan sebelum hari raya idul fitri, pedagang pakaian umumnya telah membeli persediaan dalam jumlah besar lantaran sudah sanggup diprediksi bahwa mendekati lebaran usul pakaian akan melonjak secara drastis.

Maka pedagang akan menyetok pakaian untuk berjaga jaga supaya tidak kekurangan barang.

#4. Persediaan Konsinyasi

Barang konsinyasi yakni persediaan yg ditempatkan atau dititipkan ditempat lain untuk dijual. Bisa ditempatkan di daerah agen, cabang, atau kawan usaha.

Dalam bahasa yg lebih singkat: Titip barang untuk dijualkan.

Konsinyasi yakni salah satu taktik penjualan yg banyak dilsayakan dan daerah yg dititipi barang akan mendapat komisi apabila barang tersebut lsaya terjual.

Pencatatan Akuntansi Persediaan Barang Dagang

Pencatatan persediaan barang dagang yakni pencatatan atas semua transaksi yg berkaitan dengan persediaan barang dagang.

Apa saja transaksi yg sanggup mensugesti persediaan barang ? dan bagaimana jurnal transaksi persediaan barang dagang ?

 Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi

#1. Pembelian Barang Dagang

Pembelian barang dagang akan menambah persediaan barang dagang.

#2. Biaya Angkut Pembelian

Biaya angkut pembelian yakni semua ongkos kirim yg dibayarkan untuk mendatangkan barang dagang dari daerah supplier hingga ke gudang/tempat pembeli.

Termasuk biaya bongkar muat dan asuransi pengiriman (bila ada). Namun ada pembelian dimana ongkos kirim menjadi tanggung jawab pihak supplier.

Terdapat 2 istilah yg cukup penting yg bekerjasama dengan pengiriman barang.

#1. FOB Shipping Point
  1. FOB (Free on Board) shipping point yakni barang akan menjadi milik pembeli ketika barang TELAH KELUAR dari tempat/gudang penjual.
  2. Maka, biaya pengiriman yakni tanggung jawab pembeli
#2. FOB Destination Point
  1. FOB Destination point yakni barang akan menjadi milik pembeli ketika barang TELAH SAMPAI ke gudang pembeli. Selama perjalanan pengiriman, barang masih milik dan tanggung jawab penjual.
  2. Maka, biaya pengiriman yakni tanggung jawab penjual (supplier)

#3. Return Pembelian

Return pembelian yakni pengembalian semua atau sebagian persediaan barang dagang kepada supplier.

Return pembelian biasanya terjadi lantaran barang yg dipesan tidak memenuhi spesifikasi menyerupai yg diminta.

Bisa lantaran barang cacat, atau ukuran, bahan. dan warna tidak sesuai permintaan.

#4. Potongan Pembelian

Potongan pembelian yakni potongan atau diskon yg diperoleh jawaban pembelian persediaan barang dagang.

Biasanya potongan diberikan apabila perusahaan melsayakan pembelian persediaan barang dalam jumlah yg besar.

#5. Penjualan Barang Dagang

Penjualan barang dagang sudah jelas, persediaan akan berkurang lantaran barang dagang telah lsaya terjual.

#6. Biaya Angkut Penjualan

Biaya yg dikeluarkan untuk mengirim barang dagang yg sudah terjual hingga barang tersebut hingga ke daerah konsumen.

#7. Return Penjualan

Return penjualan yakni pengembalian barang dagang oleh konsumen. Return penjualan biasanya terjadi lantaran ada spesifikasi barang yg tidak sesuai dengan yg disepkatai/diinginkan oleh konsumen.

Bisa disebabkan lantaran barang tersebut cacat atau warna, ukuran dan bahan. tidak sesuai dengan yg spesifikasi yg telah ditentukan.

Return penjualan akan menambah jumlah persediaan barang dan menurunkan penjualan.

#8. Potongan Penjualan

Potongan penjualan yakni diskon atau potongan yg diberikan kepada konsumen yg membeli. 

Potongan biasanya diberikan apabila konsumen melsayakan pembelian secara tunai dan dalam jumlah yg besar.

#9. [Tambahan.] Pajak (PPN atau PPnBM)

Adanya PPN atau PPnBM juga sanggup mensugesti persediaan. Biasanya, pembelian atau penjualan produk akan dikenai tarif pajak.

Namun pembahasan mengenai pajak ini akan dibahas disini supaya tidak terlalu panjang dan lebih fokus.

Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Metode pencatatan sayantansi persediaan barang dagang terdapat dua metode.

Metode fisik dan metode perpetual.

#1. Metode Fisik

Seperti namanya, metode pencatatan fisik mengharuskan perhitungan barang secara fisik digudang untuk mengetahui jumlah persediaan barang.

Ketika terjadi sebuah transaksi yg bekerjasama dengan persediaan, persediaan tidak pribadi dicatat/dijurnal.

Hanya transaksinya yg dijurnal.

Misalnya transaksi pembelian atau penjualan, maka yg dicatat yakni transaksi pembelian atau penjualan tersebut.

Walaupun jumlah persediaan digudang bertambah atau berkurang, pos persediaan tidak perlu dicatat.

Contoh jurnal pembelian atau penjualan pada metode fisik akan terlihat menyerupai ini

 Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi
Seperti yg terlihat pada jurnal tersebut, tidak ada pencatatan sayan persediaan barang.

Untuk mengetahui jumlah persediaan, pada selesai periode persediaan barang harus dihitung secara fisik (stock opname).

Salah satu kelemahan metode fisik yakni tidak sanggup mengetahui jumlah persediaan secara niscaya sebelum dilsayakan perhitungan fisik persediaan.

Dan lantaran jumlah persediaan tidak dicatat maka harga pokok penjualan (hpp) juga tidak sanggup diketahui.

HPP gres sanggup dihitung ketika persediaan sudah dihitung secara fisik pada selesai periode.

Bisa dibaygkan apabila dibutuhkan pelaporan persediaan setiap bulan, maka akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk menghitung persediaan barang.

#2. Metode Perpetual

Tidak menyerupai metode fisik, metode pencatatan persediaan perpetual yakni metode yg mencatat/menjurnal persediaan barang dagang apabila terdapat transaksi yg bekerjasama dengan persediaan.

Makara apabila terdapat transaksi yg mengakibatkan jumlah persediaan berubah, maka rekening persediaan juga akan turut dicatat.

Contoh jurnal transaksi pembelian dan penjualan metode perpetual.

 Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi

Seperti yg terlihat pada rujukan jurnal tersebut, bahwa persediaan turut dicatat dalam transaksi pembelian dan penjualan barang dan juga semua transaksi yg sanggup mensugesti jumlah persediaan barang. 

Dan pada transaksi penjualan pribadi disandingkan dengan harga pokok penjualan (HPP).

Jumlah persediaan barang dan harga pokok penjualan pribadi sanggup diketahui sewaktu waktu tanpa harus menunggu perhitungan fisik.

Penggunaan metode pencatatan perpetual ini akan memudahkan dalam penyusunan laporan keuntungan rugi dan neraca lantaran tidak harus menghitung jumlah persediaan barang secara fisik diakhir periode untuk "hanya" mengetahui saldo persediaan akhir.

Walaupun pada pencatatannya tidak perlu mengadakan perhitungan fisik, ada suatu hari perusahaan harus mengecek pribadi jumlah persediaan dan mencocokkannya dengan laporan pencatatan.

Perhitungan fisik memang masih diperlukan, namun dilsayakan hanya ketika dibutuhkan.

Hal ini dilsayakan untuk menghindari ketidakcocokan jumlah fisik persediaan yg ada digudang dan buku catatan.

Apabila ada selisih antara perhitungan fisik dan pencatatan, maka harus dicari penyebab mengapa ada selisih.

Ketidakcocokan ini sanggup terjadi lantaran hal hal menyerupai kesalahan dalam penulisan/penjurnalan, atau lantaran ada hal yg mengurangi persediaan menyerupai barang tercuri atau barang mengalami kerusakan.

Agar lebih gampang untuk memahami metode fisik dan perpetual beserta perbedaan pencatatannya, lebih baik mempelajari dengan rujukan soal transaksi persediaan barang dagang.

# Contoh Soal Persediaan Barang Dagang
  1.  PT Nivia Rotan melsayakan pembelian tunai 10 unit dingklik seharga Rp 500.000 per dingklik dan mendapat potongan sebesar 5 %. PT Nivia Rotan harus menanggung ongkos pengiriman sebesar Rp 400.000.
  2.  Ketika barang telah diterima, ternyata terdapat 1 buah dingklik yg cacat dan dikembalikan lagi kepada supplier
  3. Sebanyak 7 dingklik terjual secara tunai dengan harga Rp 950.000 /unit dengan memperlihatkan diskon sebesar 5 % kepada pembeli dan untuk mengantar dingklik tersebut hingga kerumah pembeli, PT Nivia Rotan mengeluarkan uang sebesar Rp 100.000
  4. Sebanyak 2 dingklik dikembalikan lagi/direturn lantaran tidak memenuhi speksifikasi pembeli.
Maka pencatatan jurnal transaksi tersebut dengan metode fisik dan metode perpetual yakni sbg berikut, dan anda sanggup membandingkan perbedaan diantara keduanya.
 Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi

Keterangan

Transaksi 01.

Jumlah Rp 5.150.000 diperoleh dari pembelian bersih. yaitu jumlah pembelian - diskon pembelian kemudian ditambah biaya angkut pembelian

Total pembelian 10 unit: 10 X Rp 500.000 = Rp 5.000.000

Diskon pembelian : 5% x Rp 5.000.000 = Rp 250.000

Harga pembelian : Rp 5.000.000 - Rp 250.000 = Rp 4.750.000

Pembelian higienis : Rp 4.750.000 + Ongkir Rp 400.000 = Rp 5.150.000

Apabila dijurnal satu persatu akan terlihat menyerupai ini:

 Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi

Transaksi no 2 : pencatatan adanya return pembelian.

Transaksi no 3: Disini terlihat perbedaan antara metode fisik dan perpetual
  • Metode fisik hanya mencatat transaksi penjualan saja dan tidak mencatat pengeluaran persediaan, lantaran persediaan akan dihitung secara fisik diakhir periode.
  • Metode perpetual bukan hanya mencatat penjualan, namun juga mencatat pengeluaran persediaan yg akan menambah harga pokok penjualan (HPP).
Penjelasan mengenai angka yg tertera sanggup dilihat disini.

 Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi


Transaksi no 4:
  • Metode fisik hanya mencatat return penjualan dan tidak mencatat "persediaan" yg tiba kembali (return) lantaran nanti persediaan akan dicatat secara fisik diakhir periode.
  • Metode perpetual mencatat persediaan yg tiba kembali.
Penjelasan mengenai angka yg tertera:

 Pengertian persediaan barang dagang yakni aset perusahaan yg dibeli dan disimpan untuk Persediaan Barang Dagang dan Pencatatan Akuntansi

Metode Penilaian Persediaan

Sifat persediaan barang dagang sangat beragam. Hal ini mengakibatkan perlsayaan dan evaluasi terhadap persediaan sanggup berbeda beda.

Misalnya, barang yg barang yg gampang aus, cepat busuk, atau harus dikeluarkan terlebih dahulu mempunyai perlsayaan yg berbeda dengan barang yg tahan lama.

Barang pecah belah perlsayaannya berbeda dengan barang yg tahan banting.

Maka, diharapkan prioritas perlsayaan mengenai arus keluar masuk barang dari gudang. Mana yg harus dikeluarkan terlebih dahulu dan yg dikeluarkan paling akhir.

Penilaian persediaan barang akan semakin rumit apabila terdapat harga yg berbeda diantara persediaan barang sejenis.

Misalnya, 5 hari yg kemudian UD Beras Jaya membeli persediaan beras sebanyak 1 ton dengan harga Rp 10.000 per kg.

Kemudian pada hari ini membeli persediaan beras kembali sebanyak 2 ton dengan harga Rp 11.000.000

Terlihat ada perbedaan harga pembelian barang dalam tempo 5 hari.

Kita tahu, beras mempunyai fluktuasi harga yg tidak mengecewakan tinggi ketika paceklik.

Ketika beras terjual, beras mana yg harus dikeluarkan ?

Apakah beras dengan harga Rp 10.000 per kg atau Rp 11.000 per kg ?

Untuk itulah terdapat 3 metode yg diciptakan untuk mencatat dan menilai persediaan barang, yaitu:

#1. FIFO (First In First Out) | masuk pertama, keluar pertama

Pada metode FIFO, persediaan yg pertama kali masuk yakni yg keluar terlebih dahulu.

Misalnya pada masalah UD Beras Jaya tadi, ketika beras terjual, maka beras yg dikeluarkan yakni beras seharga Rp 10.000 dahulu, apabila sudah habis maka kemudian beras seharga Rp 11.000 yg dikeluarkan.

    Lanjutan dan rujukan soal metode FIFO disni : Metode FIFO

#2. LIFO (Last In First Out) | masuk terakhir, keluar pertama

Pada metode LIFO, barang yg terakhir kali masuk yakni yg keluar pertama.

Pada masalah UD Beras Jaya tadi, ketika beras terjual maka yg pertama kali keluar yakni beras seharga Rp 11.000, apabila beras seharga tersebut telah habis maka beras seharga Rp 10.000 dikeluarkan kemudian.

     Baca lebih lanjut Metode LIFO disini

#3. Metode Rata Rata (Average Method)

Metode penilain persediaan rata rata yakni nilai persediaan dari nilai persediaan metode LIFO dan metode FIFO.

Anda sanggup membaca lanjutan ulasan metode rata rata disini : Harga Pokok Penjualan Metode Rata Rata

Apabila terdapat kesalahan penulisan, penjumlahan atau anda punya aliran yg lain, silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar.