Friday, June 21, 2019

8 Teori Administrasi Keuangan [Lengkap]

Teori administrasi keuangan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari tahun 1900 sampai dikala ini teori teori yg bekerjasama dengan manajemen keuangan terus disempurnakan. Ada beberapa teori keuangan yg telah dikenal umum dikalangan praktisi, seperti:

  1. Teori pasar modal efisien (efficient capital market theory)
  2. Teori keagenan (agency theory)
  3. Teori struktur modal (capital structure theory)
  4. Teori dividen (dividend theory)
  5. Teori diskonto pemikiran kas (discounted casflow theory)
  6. Teori asimetri gosip (asymetric information theory)
  7. Teori portofolio (portofolio theory)
  8. Teori opsi (option theory)
Teori administrasi keuangan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu 8 Teori Manajemen Keuangan [Lengkap]
sumber gambar : freepngimg.com

Teori Pasar Modal Efisien (Efficient Capital Market Theory)

Sesuai namanya, salah satu teori keuangan ini berasumsi bahwa pasar modal efisien. Efisien dalam hal informasi. Maksudnya ialah semua harga sekuritas (saham atau obligasi) yg terdaftar di pasar modal mencerminkan mengatakan gosip relevan yg sanggup mensugesti harga sekuritas tersebut.

Ada perkiraan asumsi lain dalam teori pasar modal efisien yg mengacu pada hipotesis pasar efisien ini, menyerupai :
  1. Asumsi tidak adanya pajak
  2. Asumsi tidak ada biaya transaksi, dan biaya biaya penghalang lainnya.
  3. Pasar modal bersifat persaingan sempurna
  4. Manajemen atau investor diasumsikan mempunyai saluran dan gosip yg sama
  5. Tidak ada biaya yg bekerjasama dengan kesulitan keuangan (financial distress)
  6. Terdapat investasi yg bebas risiko dan ivestor bisa meminjam atau memberi derma dengan tingkat bunga yg bebas risiko.
  7. Investor mempunyai tingkat return ekspektasi yg sama
  8. Investor tidak bisa mensugesti harga saham. Walaupun menjual atau membeli saham dalam jumlah yg masif.
  9. Investor hanya bertindak sebab pertimbangan ekspektasi pengembalian.
  10. Investor berpikir rasional. Menghindari risiko.
Seperti yg dikemukakan tadi, yg dimaksud efisien pada teori ini ialah efisien secara informasi, bukan efisien operasional. Untuk mendapatkan kondis efisien secara informasi, ada beberapa hal yg harus dipenuhi, seperti:
  1. Infrormasi yg diperoleh harus tanpa biaya dan harus tersedia bagi semua yg bekerjasama dengan pasar modal dan pada dikala yg bersamaan. Maksudnya semua pelsaya pasar modal mendapatkan gosip secara merata dalam waktu yg sama. Tidak ada yg mendapatkan gosip tersebut lebih lambat atau lebih cepat dari yg lainnya.
  2. Investor secara individu tidak bisa dan tidak bisa mensugesti harga sekuritas.
  3. Pelsaya pasar seluruhnya bertindak rasional. Semua pelsaya pasar menginginkan hasil yg maksimal
  4. Tidak ada biaya pajak, biaya transaksi dan biaya biaya yg menghambat lainnya.
Tentu syarat syarat tersebut sangat sulit untuk dipenuhi, itulah kelemahan dari teori pasar modal efisien. sebab nyatanya, gosip mengandung biaya dalam memperolehnya, investor bisa mensugesti harga saham,tidak semua pelsaya pasar modal bertindak rasional dan sudah barang tentu adanya biaya transaksi dan pajak yg harus dibayarkan.

Teori Keagenan (Agent Theory)

Pada industri perjuangan kecil, pemilik perjuangan umumnya mengurus sendiri usahanya. Segala urusan operasional maupun nonteknis lainnya diurusi dan dihandel oleh pemilik sendiri. Namun pada perusahaan yg berskala besar, tentu hal tersebut sulit dilsayakan.

Perusahaan berskala besar mempunyai ribuan acara yg mustahil bisa dihandel sendiri oleh pemilik perusahaan. Untuk itulah pemilik perusahaan lalu mengutus seorang yg mahir untuk mengelola segala urusan perusahaan. Dialah MANAJEMEN.

Manajemen ialah orang yg diutus pemilik perusahaan untuk mengelola perusahaan tersebut untuk bisa menghasilkan keuntungan yg maksimal. Dengan kata lain, administrasi ialah AGEN dari pemilik perusahaan (pemegang saham). Pemegang saham bisa disebut prinsipal.

Dalam perjalanannya, tidak jarang manajer perusahaan bertindak tidak sesuai dengan apa yg dibutuhkan oleh pemilik perusashaan. Manajemen bisa mempunyai tujuan dan cara yg tidak sama dengan apa yg diinginkan oleh pemilik perusahaan. Sehingga bisa memicu konflik diantara keduanya. Konflik yg terjadi biasanya disebut dengan agency problem. Agency persoalan bahkan bukan hanya bekerjasama dengan administrasi dan pemegang saham, namun bisa melibatkan kreditur perusahaan. Kompleks.

Untuk meminimalkan konflik kepentingan antara biro (manajemen) dan prinsipal (pemegang saham), berdasarkan teori keagenan bisa dilsayakan dengan cara mensejajarkan antara kepentingan prinsipal dengan kepentingan agen.

Dalam perjalanannya, prinsipal harus mengawasi agen, dan pengawasan ini memerlukan biaya yg dikenal dengan agency cost.

Menurut Bathala [1994], ada beberapa cara untuk meminimalkan konflik kepentingan antara biro dan prinsipal, diantaranya:
  1. Manajemen diberikan saham, jadi administrasi ialah biro sekaligus pemegang saham (insider ownership).
  2. Rasio dividen terhadap keuntungan higienis sehabis pajak ditingkatkan
  3. Sumber pendanaan dari utang ditingkatkan. Ini semoga ada pihak ketiga (kreditur) yg juga akan mengawasi perusahaan.
  4. Meningkatkan kepemilikan saham oleh sebuah institusi.

Teori Struktur Modal (Capital Structure Theory)

Teori struktur modal diperkenalkan oleh Merton Miller (MM) dan Francisco Modigliani ditahun 1958. Teori keuangan struktur modal ialah hal yg bekerjasama dengan keseimbangan antara modal dan utang perusahaan (utang jangka panjang).

Teori ini menjelaskan bahwa struktur modal tidak besar lengan berkuasa terhadap kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dimasa yg akan datang. Dengan perkiraan tidak ada pajak. 

Nantinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan akan besar lengan berkuasa pada besar kecilnya dividen yg akan dibayarkan kepada pemegang saham. Apabila kemampuan menghasilkan keuntungan tinggi, harga saham akan mengalami kenaikan.

Kaprikornus berdasarkan teori struktur modal ini, strukture modal tidak relevan apabila dihubungankan dengan naik turunnya harga saham perusahaan.

Seiring berjalannya waktu, toeri ini lalu dikembangkan dengan tidak lagi mengabaikan faktor pajak. Dengan adanya pajak, maka harga saham atau nilai perusahaan bisa dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan.

Semakin tinggi utang perusahaan maka semakin tinggi harga saham perusahaan. Mengapa ?
Setiap utang akan mengandung bunga. Bunga utang yg dibayarkan bisa mengurangi pajak yg harus dibayarkan oleh perusahaan. Adanya penghematan pajak ini ialah keuntungan bagi pemegang saham.

Teori Dividen (Dividend Theory)

Teori keuangan dividen yg diperkenalkan oleh Modigiani dan Miller (MM) yg juga dikenal dengan nama teori dividen tidak relevan menyatakan bahwa pembagian dividen kepada pemegang saham tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham atau nilai perusahaan.

Nilai perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengelola aktiva sampai menghasilkan keuntungan bersih. Bukan ditentukan oleh kebijakan pembagian dividen. Besar kecilnya dividen yg dibayarkan tidak relevan bila dihubungkan dengan nilai perusahaan.

Dengan adanya pembayaran dividen, keuntungan ditahan akan menjadi berkurang. Kebutuhan dana perusahaan tidak lagi bisa dipenuhi oleh keuntungan ditahan. 

Alternatifnya, berdasarkan teori ini, perusahaan bisa menerbitkan saham gres untuk memenuhi kebutuhan dana. Tentu persentase kepemilikan saham bisa berubah dan akan menurunkan nilai perusahaan. Maka pembayaran dividen berdasarkan MM hanya akan memindahkan atau membagi risiko dari pemegang saham yg usang kepada pemegang saham yg baru.

Teori dividen dari MM ini banyak yg menantang. baca selengkapnya perihal teori dividen di : 5 Teori Kebijakan Dividen

Teori Diskonto Aliran Kas (Cashflow Discounted Theory)

Teori keuangan ini berangkat dari konsep nilai waktu uang (time value of money). Teori Diskonto pemikiran kas ini ingin mengatakan apakan sebuah investasi menguntungkan atau tidak bila dikaitkan dengan nilai waktu uang.

Aliran kas perusahaan yg akan diperoleh dimasa mendatang bisa dinilai kini dengan memakai faktor diskonto.

Nilai uang setiap tahun akan menurun sebab inflasi. Dulu uang Rp 1.000 sudah bisa membeli mie instan, namun kini sudah tidak bisa membeli mie instan lagi dengan brand yg sama. Itu hanya pola kecil saja yg menggambarkan bahwa inflasi bisa terjadi setiap tahun dan nilai uang akan mengalami penurunan.

Misalkan anda mempunyai uang 1 Miliar sekarang. Lalu anda tetapkan untuk diinvestasikan dan memperoleh pembayaran rutin setahun Rp 125 juta selama 10 tahun mendatang. Anda niscaya tahu Rp 125 juta pertahun selama 10 tahun = 1,25 Miliar.

Kaprikornus selama 10 tahun mendatang, uang anda kini Rp 1 M akan menjadi Rp 1,25 M

Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih tinggi nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada dikala ini ?
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih rendah nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada dikala ini ?
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih sama nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada dikala ini ?

Kita tidak bisa mengira-ngira, metode diskonto pemikiran kas bisa menjawabnya.

Untuk pola perhitungannya akan aku tuliskan dilain kesempatan jikalau ada waktu, maaf.

Tingkat bunga merupakan salah satu pola faktor diskonto. Proses menilai pemikiran kas dimasa mendatang disebut dengan pendisontoan pemikiran kas (cashflow discounted). Proses pendiskontoan pemikiran kas terdiri dari :
  1. Estimasi pemikiran kas dimasa depan
  2. Penilaian resiko pemikiran kas dimasa depan
  3. Menganalisa evaluasi risiko dikaitkan dengan pemikiran kas
  4. Penentuan nilai kini (present value) dari pemikiran kas
Metode diskonto pemikiran arus kas juga memperhatikan tingkat resiko pemikiran kas, return investsai dan jangka waktu investasi.

Kelemahan teori diskonto pemikiran kas ini ialah berdasarkan prediksi pemikiran kas, yg namanya prediksi ada kemungkinan prediksi tersebut tidak tepat. Prediksi yg tidak tepat maka langka investasi yg diambilpun menjadi tidak tepat pula.

Teori Informasi Asimetri (Asymetric Information Theory)

Secara umum, manajer perusahaan tentu lebih mengetahui gosip mengenai segala kondisi dan prospek dari perusahaan dibandingkan dengan para pemegang saham (investor).

Informasi yg diperoleh investor tentu berbeda dengan gosip yg dimiliki manajemen, atau paling tidak, gosip yg diterima investor tidak selengkap apa yg dimiliki oleh manajemen. Ketidak-seimbangan gosip ini disebut dengan "ASIMETRI"

Adanya kesenjangan gosip ini bisa merugikan investor. Ambil pola sederhana, Seorang yg ingin membeli sofa. Penjual sofa tentu lebih mengetaui perihal produk sofa yg dijualnya. Lebih paham mengenai kualitas dan spesifikasi detail perihal sofanya. Pembeli hanya bisa menilai dari tampilan saja. Pembeli mungkin hanya mengetahui perihal warna dan tingat kenyamanan. Pembeli tidak tahu perihal kualitas dan spesifikasi sofa tersebut. Rangka, jenis kain, kualitas spon, kualitas jahitan dan lain lain tidak diketahui oleh pembeli.

Pembeli yg tidak memperoleh gosip selengkap penjualnya ada kemunginan akan memperoleh barang yg tidak sesuai dengan harga yg dibayarkan atau mendapatkan harga yg overrated.

Demikian juga dengan administrasi perusahaan dan investor, asimatri gosip bisa merugikan investor dalam membeli saham perusahaan. Investor yg hanya mengetahui perusahaan lewat laporan keuangan saja tanpa memahami detail-detail lain yg bisa mensugesti prospek perusahaan. Investor bisa membeli saham perusahaan dengan harga yg overrated, lebih tinggi dari yg seharusnya dibayarkan akhir ketidaktahuan.

Teori Portofolio (Portofolio Theory)

Teori portofolio ini diperkenalkanoleh Harry Markowitz, peraih nobel ekonomi ditahun 1990. Menurut teori portofolio, risiko bisa dikurangi yaitu dengan cara mengkombinasikan aktiva/aset kedalam sebuah portofolio.

Risiko investasi bisa dikurangi dengan menginvestasikan dana yg dimiliki pada aneka macam jenis investasi. Tidak pada satu jenis investasi saja. Kaprikornus ketika sebuah investasi tidak menghasilkan sesuai dengan apa yg diinginkan, masih ada investasi yg lain yg bisa menutupi investasi yg tidak sesuai dengan keinginan tersebut.

Risiko investasi pada satu aset secara individu tentu lebih besar daripada risiko investasi pada beberapa jenis aset. Namun teori portofolio darii Harry Markowitz ini tidak menperhitungkan dengan terang adanya kekerabatan risiko investasi dengan hasil atau return investasi.

Maka dari itu, William Sharpe lalu menyempurnakan teori ini dengan memmperkenalkan teori keseimbangan yg mengaitkan kekerabatan antara return investasi dan risikonya.

Teori Opsi (Option Theory)

Teori opsi dikemukakan pertama kali leh Fisher Black and Myron Scholes pada tahun 1973. Opsi ialah sebuah hak untuk menjual atau membeli sebuah aktiva pada harga yg sudah ditentukan diwaktu yg juga telah ditentukan.

Teori keuangan ini bisa membantu dalam memahami evaluasi surat berharga atau sekuritas yg mempunyai opsi (option) menyerupai misalnya obligasi konversi dan warrant.