Wednesday, July 10, 2019

Perolehan Aset Tetap Berwujud Dibangun Sendiri

Perolehan Aktiva Tetap - Aset Tetap sanggup diperoleh dengan bermacam cara, beberapa diantaranya ialah: dibeli secara Tunai, dicicil (kontrak jangka panjang), pertukaran, dibangun sendiri maupun dengan saham. Untuk klarifikasi mengenai perolehan aset tetap, silahkan baca positingan aku sebelumnya ihwal Perolehan Aset Tetap

Pada postingan sebelumnya juga, sudah aku bahas mengenai Perolehan Aset Tetap yg di peroleh dibeli secara Tunai, silahkan sanggup di baca di perolehan aset tetap secara pembelian tunai. Perolehan aset tetap yg diperoleh dengan kontrak jangka panjang (dicicil) dan pertukaran, silahkan baca di perolehan aset tetap pertukaran

Perolehan Aset Tetap Di Bangun Sendiri


 Aset Tetap sanggup diperoleh dengan bermacam cara Perolehan Aset Tetap Berwujud Dibangun Sendiri
Perolehan Aset Tetap Dibangun Sendiri

Untuk aset bangunan sering juga diperoleh dengan dibangun terlebih dahulu, tidak membeli bangunan siap pakai. Pada dasarnya, perolehan aset tetap yg dibangun sendiri menyerupai bangunan sering kali terbagi menjadi dua proses, pertama dibangun menggunakan jasa kontraktor (istilahnya diborongkan) proyeknya, yg kedua dibangun sendiri, tidak diborongkan kepada pihak lain.

Jika perolehan aset tetap diborongkan kepada pihak lain, maka harga perolehan aset tetap tersebut disayai sebesar nilai kontraknya, sesuai kontrak dengan kontraktor yg mengerjakan proyeknya. dan jikalau dibangun sendiri, maka harga perolehan aset tetap disayai sebesar seluruh pengeluaran atas pembangunan aset tersebut misalkan pembangunan gedung, pabrik tersebut. Dalam pembuatan aset tetap yg tidak diborongkan, biaya biaya menyerupai upah langsung, bahan. material dan biaya produksi pribadi dibebankan kedalam harga perolehan.

Jika perolehan aset dengan cara diborongkan, maka akan gampang untuk memilih harga perolehannya, begitu juga dengan yg dibangun sendiri, tinggal menambahkan semua biaya yg dikeluarkan untuk mendapat aset tersebut, tapi,......
Kasus yg tidak mengecewakan pelik dalam penentuan perolehan aset tetap yg dibangun sendiri adalah, Seandainya pembangunan aset tetap terjadi ketika perusahaan sedang beroperasi?

Apanya yg menjadi problem pelik?

Dalam pembangunan tentu ada banyak pengeluaran, dan pada waktu yg sama pula perusahaan juga sedang beroperasi, sedang melsayakan acara produksi, yg juga banyak terjadi pengeluaran biaya di site pembangunan yg searea, pengeluaran sanggup campur aduk antara biaya operasional produksi vs biaya pembangunan gedung.

Ok, pengeluaran yg terjadi selama masa pembangunan sama saja dengan pengeluaran-pengeluaran proses produksi di perusahaan, yg terdiri dari 4 kelompok pengeluaran besar :
  • Bahan pribadi (material)
  • Upah pribadi (direct labour)
  • Biaya Tak pribadi (overhead)
  • Biaya operasional (expenses)

Pengeluaran bahan. langsung: OK,  ini gampang untuk dipisahkan, tak ada problem serius.

Pengeluaran Upah langsung: Ok, inipun gampang untuk dipisahkan, 

Pengeluaran Biaya tak Langsung dan Biaya Operasional, Nah ini mungkin agak sulit untuk dipisahkan. hampir niscaya perusahaan akan menggunakan sumber daya yg sama untuk post pengeluaran ini.

Contohnya: penggunaan air, pemakaian telepon, pemakaian listrik, transportasi, biaya satpam, peralatan tertentu, atau bahkan menugaskan karyawan/staf khusus yg bekerja dioperasional perusahaan juga bertugas mengawasi proyek pembangunan aset tetap.

Termasuk sayantan (staff accounting), selain menghandle keuangan dan pembukuan perusahaan yg sedang beroperasi juga harus membukukan semua transaksi yg muncul jawaban proses pembangunan aset juga.

Lalu Bagaimana memisahkannya?

Kita menggunakan INCREMENTAL METHOD untuk menjawab problem ini yaitu dengan cara membandingkan selisih overhead cost antara overhead/expenses sebelum dan setelah adanya kontruksi pembangunan aset.

Contoh Kasus :

PT Foraz semenjak 6 Juni 2014 melsayakan ekspansi pabrik dengan membangun gedung baru. PT Foraz sudah semenjak 10 tahun yg kemudian produksinya. Dari Laporan Rugi keuntungan PT. Foraz, didapat data sbg berikut :

 Aset Tetap sanggup diperoleh dengan bermacam cara Perolehan Aset Tetap Berwujud Dibangun Sendiri
Perolehan aset tetap dibangun sendiri
Dengan meliihat perbandingan data tersebut, maka porsi alokasi yg perlu dikapitalisasi sanggup ditentukan menyerupai terlihat dikolom terakhir pada table dibawah ini :

 Aset Tetap sanggup diperoleh dengan bermacam cara Perolehan Aset Tetap Berwujud Dibangun Sendiri
perolehan aset tetap dibangun sendiri

Jurnalnya sudah sanggup kita buat

Debit | Electricity 450
Debit | Building 50
Credit | Cash 500

Debit | Water Supplies 250
Debit | Building 50
Credit | Cash 300

Debit | Thelephone 200
Debit | Building 50
Credit | Cash 250


Debit | Overtime 13.000
Debit | Building 2.000
Credit | Cash 15.000


Debit | Office Supplies 250
Debit | Building 150
Credit | Cash 400


Debit | Petrol 50
Debit | Building 50
Credit | Cash 100

Apabila ada pertanyaan ataupun kritik serta koreksi, silahkan tinggalkan dikolom komentar, sekian dulu pembahasan mengenai Perolehan Aset Tetap Dibangun Sendiri , jika merasa ada yg kurang paham silahkan ditanyakan di kolom komentar. baca juga : Aktiva diperoleh dari surat berharga (saham/obligasi)